
Aram POV
Gelap malam sudah melingkup di seluruh langit menghantarkan dingin menusuk ke dalam tubuh.
Ada apa dengan hatiku?
aku tidak masalah jika rasa itu ada,tapi yang aku masalah kan kenapa harus dia.bukankah ini terlalu egois?
Aku tidak takut tersakiti karena telah meletakkan hati di genggamannya tanpa izin,tapi aku hanya takut hati itu yang menyakitinya.
berbalik menjadi racun karena rasa sakit yang aku buat.
ternyata cinta yang dikatakan orang orang tidaklah benar.
dan nyatanya cinta hanyalah rasa sakit yang membuat candu.
.
.
.
author POV
^^^sya…^^^
^^^maafkan aku tapi hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi.^^^
^^^maafkan aku mungkin kamu bisa dapat yang lebih dari aku.^^^
^^^maaf^^^
__ADS_1
Aram mengirim pesan itu untuk Rasya kekasihnya atau sekarang sudah menjadi mantan kekasihnya.
Aram sudah berpikir matang matang saat mengetik kalimat itu dan setelah selesai ia langsung memblokir Rasya.
bukan tidak mau berhubungan lagi tapi Aram hanya takut Rasya bertanya banyak hal yang tak bisa ia jawab.
Aram berjalan keluar dari kantor dan bermaksud pulang menemui pujaan hati.
bolehkah Aram memanggilnya seperti itu??
.
.
sebuah tangan menyusup ke perut Amara ,mengelus lembut perutnya dan tidak dipungkiri rasa hangat menjalar di tubuhnya.
ia masih terdiam tanpa membalikkan badan ia tau kalau itu adalah tangan Aram ,ia hanya terus menatap langit yang begitu kelam tanpa ada bulan atau pun bintang yang menemani.
"kenapa belum tidur?"tanya Aram tepat di telinga Amara,dengan tangan yang masih mengelus perut Amara.
"apa kamu sudah makan?"tanya Amara dan di balas anggukan kepala oleh Aram.
Aram meletakkan dagunya di pundak Amara ,ia pun melihat langit seperti yang Amara lakukan.
"bukankah langit sedang kelam ,lalu kenapa kamu masih melihatnya?"tanya Aram ,ia pikir Amara suka melihat langit karena keindahannya.
"kata kenapa akan hilang jika kamu menyukai sesuatu."jawab Amara singkat.
"mungkin dia kelam hari ini,tapi apakah kamu menjamin kalau esok dia akan tetap kelam?"tanya Amara dengan posisi mereka yang sama.
Aram menatap lekat kearah langit dengan otak yang meresapi setiap kata yang Amara keluarkan.
__ADS_1
"apa beda menyukai dengan mencintai?"tanya Aram.
"tidakkah kau tau bedanya?"tanya Amara balik.
"aku pernah mendengar artinya dari beberapa orang ,tapi aku ingin mendengar darimu."kata Aram tepat di telinga Amara.
"menyukai dan mencintai tidak jauh berbeda ,hanya satu perbedaannya."
"jika kamu menyukai sesuatu kamu akan menjaganya dan tidak membiarkan nya hilang dari genggaman mu."kata Amara.
"sedangkan mencintai…kau tidak perlu tau jarak atau pun dimana dia yang kamu cintai itu,yang kamu tau rasa itu tetap berkembang dan terus menjalar di hatimu."lanjut Amara.
"dan jika kedua rasa itu di satukan maka disitulah ,kamu akan menjadi egois."setelah itu Amara terdiam karena menyadari terlalu banyak kata yang ia keluarkan.
mereka terdiam dengan posisi yang masih sama tapi dengan jiwa yang entah kemana.
"bolehkah aku egois?"tanya Aram lirih tapi dapat ditangkap oleh telinga Amara.
pertanyaan itu , menggantung di udara hingga keheningan menyelimuti keduanya.
.
.
.
BERSAMBUNG
jangan lupa like and vote ya 😉😉
__ADS_1
salam hangat dari author 😘😘😘
thank you and see you ❤️