
Amara menghela nafas pelan,entah kenapa suasana hatinya sekarang tidak menentu dan ia sangat sulit mengendalikan dirinya sendiri agar tidak emosi.
"ini anak Aram,saya tidak pernah melakukan itu dengan orang lain selain putra anda."kata Amara pelan.
"apakah kamu mencintai Aram?"tanya mama Rani lagi.
"saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu,karna diri saya sendiri pun tidak tau apa perasaan saya pada Aram."jawab Amara menatap manik mata mama Rani.
"jika saya menjawab tidak mungkin suatu saat rasa itu datang pada saya dan begitu juga sebaliknya."lanjut Amara.
"saya hanya tidak mau apa yang saya katakan saat ini berbalik kepada saya."kata Amara pelan.
setalah itu keduanya hening ,dan tak terasa dinding antara keduanya sedikit runtuh.
keduanya menatap kearah langit yang mulai hitam dan bintang bintang yang mulai datang mendampingi bulan.
"mari ke dalam hati sudah malam dan diluar sudah dingin."kata Amara berdiri.
Amara menundukkan kepalanya sedikit dan lalu pergi meninggalkan mama Rani yang masih duduk di ayunan.
Saat memasuki rumah Amara melihat Aram yang turun dari dua dan sudah memakai piyama.
"sepertinya hubungan kamu sama mama sudah mulai membaik."kata Aram menggandeng tangan Amara menuju sofa ruang tengah.
Amara tidak menjawab tapi ia menuruti Aram yang membawanya ke sofa.
Aram dan Amara duduk berdampingan dengan tangan Aram yang mulai mengelus perut Amara,sekarang kegiatan itu bagai candu oleh Aram.
"apakah dia nakal?"tanya Aram menatap perut Amara.
"tidak,dia anak yang baik."jawab Amara .
"kapan dia besar,aku tidak tahan membawanya bermain bola di taman."kata Aram sambil tersenyum membayangkan indahnya keluarganya nanti.
__ADS_1
"kalau dia perempuan gimana?"tanya Amara.
"emang kenapa kalau perempuan,tidak ada masalah antara perempuan dan laki laki bukankah keduanya bisa aku ajak bermain bola."kata Aram masih dengan senyuman manisnya.
"kau menyayangi nya?"tanya Amara lagi.
"iya,aku menyayangi nya.maaf dulu aku pernah berpikiran untuk melenyapkan dia."kata Aram menundukkan kepalanya.
"yang lalu biarlah berlalu."kata Amara.
"Makasih."
.
.
.
Hari hari cukup cepat berlalu dan tak terasa kandungan Amara sudah masuk bulan ke empat.
Amara menata nasi kedalam box bekal , ia akan mengantar makan siang Aram atas permintaan Aram .
setelah selesai Amara langsung meletakkan tas bekal itu di meja makan dan ia pergi ke kamar untuk membersihkan diri.
.
.
__ADS_1
.
Amara turun dari mobil setelah mengucapkan terima kasih pada supirnya,dia tadi berangkat dengan supir Aram.
Amara agak ragu untuk masuk kedalam karena orang orang disana tidak tau akan status dia dengan Aram.
Amara menghela nafas panjang menetralkan jantung nya yang berpacu cepat dan barulah ia melangkahkan kaki memasuki perusahaan Aram.
"permisi."
"ya ,ada yang bisa saya bantu buk."kata resepsionis dengan sopan.
"saya ingin bertemu dengan Aram."kata Amara.
"sudah ada janji ?"tanya resepsionis itu dan dijawab gelengan oleh Amara.
"saya mengantarkan makan siangnya."kata Amara.
"kalau begitu ibuk bisa meletakkan disini dan akan saya berikan nanti saat pak Aram selesai meeting."
Amara pun memberikan tas bekal itu pada resepsionis.
"terima kasih."kata Amara dan langsung berlalu pergi.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘