KELAM

KELAM
episode 48


__ADS_3

Cahaya mentari menerpa langsung pada wajah tampan Aram meskipun seperti itu Aram tetap ada posisinya menatap ke luar jendela.


"Tidak adakah penjelasan yang akan kamu berikan padaku Aram?"tanya Raisa menatap kearah tubuh yang sedari tadi terus membelakanginya.


"Kamu sudah tau semuanya, jadi untuk apa aku menjelaskan lagi."jawab Aram datar masih membelakangi lawan bicaranya.


"tidakkah ada artinya lagi hubungan kita bagimu Aram, dua tahun bukanlah waktu yang sedikit dalam menjalani hubungan dan tiba tiba kamu mengirim aku pesan beberapa kalimat yang mengatakan putus."


"lalu apa hubungan yang sudah berakhir itu akan bisa seperti semula jika kita kembali dengan status aku suami orang dan bahkan sudah memiliki seorang anak."jawab Aram punggung lebar itu masih tetap dalam posisinya.


"Dan juga sudah setahun aku mengirim pesan itu, kenapa baru sekarang kamu menemuiku?"lanjut Aram.


"Itu karna aku berpikir kamu akan kembali ke aku setelah anak kamu lahir, aku pikir kamu pasti menantikan anak itu yang merupakan penerusmu nanti dan juga mungkin setelah melahirkan kamu akan menceraikan istrimu."


"huhh… ternyata itu hanya angan aku saja dan kamu sudah terjebak oleh wajah polosnya itu."lanjut Raisa dengan suara yang naik satu oktaf.


Punggung itu langsung berbalik dan mata tajam Aram langsung bertemu dengan mata Raisa.


"lalu apa hubungannya denganmu sekarang kalau aku menyukai orang yang berwajah polos itu."kata Aram sambil berjalan menuju meja kerjanya.


"Disini aku tegaskan sekali lagi, tolong dengar pakai kedua telinga kamu."


"Aku sudah menikah. Sudah memiliki seorang anak, dan aku menyayangi keluarga kecilku. Kamu paham sekarang?"Dengan tegas dan jelas Aram berbicara.


"Tapi…"


"Shuuut aku tak menyuruhmu untuk berbicara aku menyuruhmu untuk mendengarkan."potong Aram.

__ADS_1


"Lalu aku minta kamu agar bisa pergi dari dalam kehidupan aku dan jangan pernah berpikir untuk menghancurkan keluargaku."



Raisa menatap Aram dalam entah apa yang ada dalam hati Raisa tapi yang jelas hanya dia yang tau.



"Kamu paham dan sekarang silahkan beranjak dari ruangan ku."usir Aram.



"sayangnya aku sudah berpikir untuk menghancurkan keluarga kecilmu itu dari lama, jadi berhati hatilah."kata Raisa berdiri sebelum pergi ia sempat tersenyum miring kearah Aram



Aram hanya menatapnya dengan tatapan datar.


.


.


"iya tuan."


Setelah itu barulah Aram turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah.


__ADS_1


ceklek


pintu terbuka dan menampakkan Amara dan juga Asa yang berada di gendongan Amara, keduanya tersenyum menyambut Aram.


Rasa lelah dan pusing yang Aram rasakan tadi langsung hilang saat melihat senyuman kedua orang tersayangnya.



"pap papapaaa."Asa meminta gendong pada Aram dan langsung dituruti oleh Aram sebelum itu Amara sudah menyalami Aram.



"Apa yang Asa lakukan hari ini hemm?"tanya Aram pada sang anak, Aram selalu bertanya hal itu setiap dia pulang walau akhirnya hanya Amara yang menjawab.


"Asa tadi mulai makan papa, Asa tadi makan pisang dan Asa suka sekali."jawab Amara dengan suara anak kecil.


Tangan Aram merangkul pinggul Amara dan mereka berjalan bersama sama.


"Wah anak papa udah besar ya sekarang."kata Aram setelah itu ia mencium seluruh wajah sang anak.


cup


"dan ini untuk mama Asa yang cantik."


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2