
Aram menepuk kepala Amara dua kali dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya sedari tadi.
Hari ini ia sedang dalam suasana hati yang amat sangat bahagia, Amara yang kembali menurut padanya walaupun dengan raut wajah yang sekarang lebih condong ke datar tapi itu tidak apa apa karena asalkan Amara di genggamannya, ia tidak mempermasalahkan itu semua.
sebut saja itu egois atau yang lainnya tapi ketahuilah kalau sifat egois itu akan selalu hadir jika manusia merasa miliknya akan direbut oleh orang lain.
dan itulah yang Aram rasakan saat ini.
"jangan keluar kamar walau selangkah pun atau hukuman menanti mu, kamu tau lkan betapa kejamnya aku saat menghukum mu."kata Aram mengelus kepala Amara yang sedang duduk di ranjang.
Amara hanya mengangguk sebagai jawaban.
cup
sebuah kecupan mendarat di kening Amara.
"aku pergi dulu,ingat apa yang aku katakan."kata Aram dengan nada penuh peringatan, setelah itu barulah Aram pergi berkerja.
Sekarang hanya Amara yang tinggal di dalam kamar mewah itu.
punggungnya bersandar di Sandara kasur dengan tangan yang senantiasa mengelus perutnya yang beberapa hari ini terasa tidak nyaman, lebih tepatnya sejak kemarahan Aram Minggu lalu.
Ada senyum getir di wajah Amara saat ini, hari hari yang ia pikir akan ia jalani dengan penuh kebahagiaan dan cinta ternyata hanya akan selalu dalam pikirannya saja.
tidak akan menjadi kenyataan
mata Amara mulai berembun, pemikiran pemikiran kotor mulai memenuhi isi kepalanya.
jujur saja ia tidak mampu lagi untuk bertahan, ia tidak di seperti boneka di tangan aram, yang ketika Aram suruh duduk, ya harus duduk dan jika Aram perintah tidur, ya harus tidur.
sungguh ia lelah dengan semua ini, psikisnya sungguh benar benar terguncang apalagi dengan ia hamil saat ini, emosinya benar benar tidak bisa dikendalikan.
kadang ia merasa kenapa ia harus ada disini, kenapa dia tidak mati saja? bukankah ia akan bebas?
Dan untuk kesekian kalinya hanya air mata yang mampu ia keluarkan saat ini, semua kata kata hanya mempu terbenam di dalam hatinya, berharap itu akan hilang dan tidak melukai nya lagi.
.
.
__ADS_1
.
Aram pulang sore hari, ia membawa sebuah bingkisan ditangannya dengan wajah yang berseri ia berjalan menuju kamarnya.
ceklek
saat memasuki kamar, ia melihat Amara yang sedang duduk termenung di ranjang mereka, dengan langkah ringan ia berjalan mendekati Amara.
"ini aku belikan sup buah untuk kamu, kamu harus banyak banyak makan buah agar anak kita sehat."kata Aram mengelus perut buncit Amara.
Amara mengangkat kepalanya dan menatap Aram, ia menatap Aram begitu dalam mencoba menyelami isi pikiran lelaki ini.
"ada apa?"tanya Aram saat melihat Amara yang menatap ia lekat.
sebenarnya ada banyak kata yang ingin Amara ucapkan dan ada banyak umpatan yang selalu ia keluarkan tapi itu hanya kembali terkubur di dalam pikirannya.
hanya gelengan yang dapat Amara berikan sebagai jawaban.
"oh, ya udah kalau begitu kita makan dulu, ini buahnya segar dan sehat cocok buat kamu yang lagi hamil."kata Aram membuka cup tempat sup buah itu.
Aram menyuapi Amara sup buah tersebut dan Amara pun hanya dapat menerima nya tanpa suara.
.
.
.
Aram memandikan Amara seperti memandikan seorang bayi, ia menggosok tubuh Amara dengan lembut dan juga membasuhnya dengan perlahan lahan, semuanya ia lakukan dengan hati hati seakan akan Amara adalah barang yang mudah pecah.
Amara tak bersuara saat Aram memandikannya, ia hanya menuruti semua apa yang Aram katakan tanpa menolak.
"badan kamu benar benar halus Amara."kata Aram saat membilas badan Amara.
Amara tak menjawab tapi ia mengangkat kepalanya menatap Aram. tampak dimatanya kalau Aram begitu bahagia saat memandikannya.
"harum sekali."kata Aram menghirup wangi tubuh Amara.
walaupun tidak dijawab oleh Amara tapi ia tetap berceloteh.
__ADS_1
"ayo berdiri."perintah Aram dan Amara pun menurut.
Aram memakaikan bathrobe ke tubuh Amara setelah itu ia membimbing Amara menuju ke sebuah kursi yang ia ambil tadi sebelum masuk kamar mandi.kursi itu berada di depan pintu kamar mandi.
"tunggu disini aku akan mandi dulu,aku mandi sebentar."kata Aram lalu ia pun mandi.
.
.
.
"wah kau lucu sekali."kata Aram mencubit pipi Amara dengan gemas.
bagaimana tidak gemas, ia memakaikan baju panda kepada Amara dan itu terlihat sangat lucu di tambah perut Amara yang juga buncit dia benar benar seperti panda.
(bayangkan dengan perut yang buncit)
Amara tak menanggapi tapi hatinya sedikit hangat atas perlakuan Aram hari ini, tapi ingat itu hanya sedikit.
"hehe lucu sekali."kata Aram sambil menggoyangkan tubuh Amara ke kiri dan ke kanan.
cup cup cup
Aram menciumi wajah Amara dengan gemas.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘