
Hari ini begitu cerah tak ada satu pun awan hitam yang melingkup langit hanya ada cahaya dari sang matahari dan juga awan awan putih yang berada di sampingnya.
tapi rasa panas dari matahari tak membuat langkah kaki dari wanita itu surut ia tetap berjalan menuju taman yang terdapat begitu banyak orang.
Dia adalah Amara.
setelah mengantarkan makan siang Aram, Amara berjalan menuju ke taman yang berjarak sekitar seratus meter dari kantor Aram.
untung saja tepi tepi jalan itu di penuhi oleh pohon pohon besar yang membuat para pejalan kaki tidak terlalu kepanasan.
hari ini seperti biasa Amara akan bertemu dengan Putri, mereka selalu bertemu tiap hari Jum'at dan juga Sabtu karena hari itu lah putri cepat pulang sekolah.
Amara mendudukkan dirinya di samping putri yang sedang fokus memakan es krim vanila di tangan nya.
"aku mau, minta dong."kata Amara menatap es krim putri dengan tatapan penuh semangat.
Putri mengalihkan tatapannya ke samping lalu kembali memakan es krimnya.
"putri... Mintak...."kata Amara memelas sambil menggoyang goyangkan tangan putri.
"itu Abang Abang yang jualnya, pergi beli sendiri."tunjuk putri pada sebuah penjual dan kembali menyendok es krimnya.
"aku nggak mau itu, aku mau nya yang punya kamu."kata Amara lagi masih menatap putri memelas.
ohh putri tidak tahan lagi dengan tatapan itu, dengan setengah hati iya memberikan es krim yang baru ia makan setengah itu pada Amara.
__ADS_1
sedangkan Amara tersenyum ceria menerima nya dan langsung memasukkan es krim itu ke mulutnya.
"hei Unyil, kamu belum lahir udah nyusahin Tante ya."kata putri mengelus perut buncit Amara dan terus mengomel.
Putri emang terbiasa memanggil janin Amara dengan nama 'unyil' entah apa yang ada di dalam pikirannya sampai menamai anak orang itu .
Amara hanya tersenyum mendengar Omelan Omelan putri.
"udah makan?"tanya putri pada Amara dan Amara hanya mengangguk sebagai jawaban.
"mana si Farid udah lama aku nggak liat dia?"tanya Amara karena sudah seminggu ia tak melihat bocah itu.
"biasa, manusia kurang kerjaan itu lagi deketin cewek."kata Putri.
"bukan, ada yang baru nampak sama dia, katanya sih yang ini lebih bohay."kata putri malas.
sungguh ia merasa tertekan memiliki sepupu dengan seribu tingkah seperti Farid.
"put.."
"apa?"kata putri dengan raut wajah yang mulai serius.
"tadi aku lihat Rasya masuk ke kantor mas Aram."kata Amara sambil menggenggam tangannya erat.
__ADS_1
"Rasya si pelakor itu?"tanya putri dengan wajah tidak suka.
Amara mengangguk dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"jadi?"
"aku takut mas Aram kembali ke pelukan dia jujur aja, sebenarnya aku udah nyaman sama mas Aram."kata Amara menatap ke depan dengan pandangan kosong.
"aku takut mas Aram ninggalin aku."cicit Amara.
putri mengelus tangan Amara mencoba menenangkan.
"jika kamu mencintainya maka perjuangkan itu, tapi dengan catatan tidak membahayakan diri kamu dan juga si Unyil."kata putri.
Amara menatap putri lama dan setelah itu baru mengangguk.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉😉
__ADS_1
salam hangat dari author 😘😘