KELAM

KELAM
Episode 61


__ADS_3

KEMBALI KE MASA SEKARANG/18 TAHUN SETELAHNYA


"Miris bukan?"Amara menatap dalam manik mata putranya itu, terlihat jelas kalau manik itu berkaca kaca mendengar ceritanya.


Dan tanpa bisa ditahan lagi air mata Asa turun lalu isakan mulai terdengar dari mulutnya, Ia tak mempedulikan beberapa orang yang ada di dalam cafe itu.


Amara berdiri dan memeluk Asa.


Asa memeluk Amara erat dan menangis di dada sang mama.


Sudah banyak hal yang ia lalui tanpa sang ibu dan sudah banyak tangis yang hanya bisa ia redam di dalam kamar tapi sungguh dada sang ibu adalah tempat ternyaman untuk menumpahkan semuanya.


Sebenarnya bukan hanya dari cerita Amara saja Asa menangis, tapi dia lebih merasa bersalah karena sering menyumpahi sang ibu di dalam hati.


"Ke…kenapa…? Kenapa mama tak memberitahu Asa dari dulu?"


"Mama belum siap dan juga mama takut kamu membenci papamu karena itu."kata Amara menangkup wajah asa dan memberi satu buah ciuman di kening putranya.


"Sekarang mama yakin kamu pasti paham apa yang dirasakan mama maupun papa saat itu dan kamu tidak akan membenci papa."


Asa tak menjawab ia memilih memeluk erat Amara dan membenamkan wajahnya di perut Amara.


"Ayo pulang hari udah siang dan pasti Ara udah pulang ke rumah sendiri."kata Amara.


Asa mengangguk dan ikut berdiri.


"Mama akan mengantarmu pulang."

__ADS_1


.


.


.


Amara mengendarai mobilnya sampai di depan gerbang rumah Aram, tempat dimana ia pernah menetap selama 15 bulan, tempat dimana ia merasakan suka dan duka, tempat penuh banyak kenangan.


Amara menatap lama pada bagian atas rumah tersebut kalau tidak salah itu adalah tempat dimana ia dikunci oleh Aram.


"Mama tidak mau masuk?" tanya Asa.


Tatapan Amara langsung berpaling melihat ke arah Asa, ia tersenyum dan menggeleng.


"Katakan pada Papa kalau mama akan datang bersama Ara besok."ucap Amara sambil mengelus rambut Asa.


Setelah Amara mencium Asa wajah Asa langsung berubah merah dan tersenyum malu malu.


"pulanglah, mama juga harus pulang Ara pasti sudah menggerutu dirumah."kata Amara.


"iya iya."kata Asa membuka pintu mobil dan sebelum berjalan memasuki rumah tak lupa ia dadah dengan Amara.


Amara tersenyum melihat tingkah menggemaskan putranya itu.


Setelah Asa masuk, Amara pun memutar kemudi dan pulang.


.

__ADS_1


.


.


"benarkah? kamu tidak bohong sama papa kan."Aram bertanya memastikan apa yang ia dengar tadi.


"iya, mama akan kesini bersama dengan Ara, adek Asa."kata Asa.


Raut wajah Aram yang tadinya sumringah tiba tiba berubah redup saat mendengar dua kata terakhir yang diucapkan Asa.


"Mama kamu udah nikah lagi ya." kecewa dan sedih bercampur aduk dalam nada bicara Aram.


"Papa akan mengetahui semuanya besok."kata Asa dan berlalu meninggalkan Aram yang masih setia menatap lantai.


tetes air mulai membasahi lantai itu dan sudah jelas itu berasal dari air mata Aram yang sepertinya tidak akan pernah habis dalam menangisi dan menyesali apa yang ia perbuat pada Amara.


"Ternyata yang kamu katakan waktu itu benar adanya, kita sudah berakhir."


.


.


.


bersambung


jangan lupa like dan vote ya

__ADS_1


salam hangat dari author 😘


__ADS_2