KELAM

KELAM
episode 56


__ADS_3

perlahan lahan mata Amara pun terbuka, ia mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya.


setelah beberapa saat barulah Amara menyadari kalau ia sekarang berada di kamar yang berbeda.


kamar yang sedang Amara tempati saat ini sangatlah kosong hanya ada satu tempat tidur dan satu lemari dengan dinding putih tanpa hiasan satupun.


dan jangan lupakan dengan jendela kaca yang tidak bisa dibuka hanya bisa menampakkan pemandangan langit biru disana.


Amara mencoba mendudukkan tubuhnya yang sangat sangat lemas karena sudah satu hari dia tertidur dan itu berarti sudah satu hari juga di tak makan dan juga minum.


Amara menghembuskan nafas panjang saat ia sudah bersandar di kepala tempat tidur.


Memejamkan mata dan mencoba menenangkan pikirannya itulah yang Amara lakukan saat ini karena tanpa diminta dalam otaknya seperti banyak orang yang berbicara saat ini.


Suara tawa sang ibu, tangis sang anak dan juga bentakan suaminya dan banyak suara suara lainnya yang bertubrukan di pikirannya.


tak terasa air matanya sudah mengalir tanpa diminta dan isakan mulai terdengar dari mulut Amara.


Amara menepuk dadanya dengan keras saat sesak yang begitu menyakitkan disana.


"Kenapa kau berikan takdir yang begitu menyakitkan untukku tuhan?"


.


.

__ADS_1


.


ceklek


Aram memasuki kamar yang Amara tempati, setelah masuk tak lupa Aram menutup pintunya kembali.


sebuah nampan yang berisi nasi dan juga sebotol air mineral Aram bawa.


Aram duduk diatas tempat tidur dan ia meletakkan nampan yang ia bawa di depannya, tangan Aram bergerak mengelus mata sembab Amara yang tertutup.


"Aku harus melakukan ini agar kamu tidak meninggalkan aku Amara."kata Aram lirih dengan tangan nya yang mengelus semua area wajah Amara.


cup


Aram mencium kedua kelopak mata itu.


"Ayo makan dulu."kata Aram, ia menyelipkan tangannya di leher dan juga punggung Amara lalu ia mencoba mendudukkan Amara.


Amara tak menolak tenaganya tak ada lagi rasanya bahkan hanya untuk berbicara.


Setelah Amara bersandar di kepala ranjang barulah Aram mengambil botol air minum tadi dan membukanya lalu menyodorkan ke mulut Amara yang diterima Amara tanpa menolak.


Lalu Aram mulai menyuapi Amara makanan yang ia bawa tadi dengan telaten sambil membersihkan sisa makanan yang ada di bibir Amara.


Amara menatap Aram dengan pandangan kosong banyak hal yang ada di pikiran Amara termasuk apa maksud dari tingkah Aram ini.

__ADS_1


Sampai makanan di piring itu habis mereka berdua tak juga berbicara.


"jika kamu nurut kayak gini, masa hukuman mu akan aku persingkat."kata Aram sambil mengelus kepala Amara.


Amara tak berbicara atau pun bergerak dari posisi duduknya, ia hanya memejamkan mata tak mau melihat wajah lelaki yang ada di hadapannya.


"tidurlah, aku pergi."kata Aram dan ia langsung pergi dari kamar itu dan tak lupa untuk menutup pintu itu lagi.


setelah pintu tertutup barulah mata Amara terbuka.


"Apa yang harus aku lakukan tuhan?"tanya Amara menatap ke atas.


rasa sesak yang selalu Amara rasakan tak kunjung hilang dan air mata seperti berlomba lomba untuk keluar dari matanya.


"kenapa aku begitu lemah?"


.


.


.


bersambung


salam hangat dari author 😘

__ADS_1


see you next time


__ADS_2