
"Amara."panggil ibu Ani sangat lirih seperti bisikan kepada Amara yang sedari tadi menunduk.
Amara mendengar panggilan itu tapi ia tetap dalam posisinya,ia tak mampu mendengar apa yang akan dikatakan ibunya itu lagi.
"ibu mohon apapun yang terjadi jaga dia."tatapan mata ibu Ani pindah ke perut Amara,ia ingin memegangnya tapi tangannya begitu berat sedangkan untuk berbicara saja kepalanya seperti akan pecah.
hanya tangisan lirih Amara yang terdengar setelah itu.
Aram merasa terkejut akan hal itu ,apaka itu anaknya??
tak terpikir oleh Aram ,kesalahan satu malam itu membuat hidup gadis di depannya ini menjadi hancur.
"menikahlah dengan dia,ibu tau dia adalah laki laki baik dan bertanggung jawab."kata ibu Ani.
'dia yang buat Amara jadi kayak gini buk.'lirih batin Amara tak sanggup untuk mengatakan di depan sang ibu.
sedangkan Aram masih tetap diam.
"nak tolong jaga anak saya ,kamu yang saya percaya saat ini,beribu ribu kata tolong saya ucapkan untuk kamu agar menjaga putri saya."kata ibu Ani.
walaupun tidak tau siapa yang ada dihadapannya tapi feeling ibu Ani kalau orang yang ada di depannya adalah orang yang bertanggung jawab.
"iya buk."kata Aram tegas dan bersungguh-sungguh.
"jaga diri baik baik ya nak,ibu sayang Amara,dan jaga juga cucu ibu ya."kata ibu Ani dengan sebuah senyuman.
Amara mengangkat kepalanya lalu menggeleng cepat.
__ADS_1
"jangan bicara kayak itu buk,ibu akan disamping Amara terus ibu juga akan melihat anak Amara,ibu inginkan menggendong cucu ibu."kata Amara cepat bahkan ia tak sadar akan yang ia ucapkan.
"maaf"
perlahan lahan mata sayu itu pun tertutup di barengi dengan hembusan nafas terakhir sang ibunda.
"ibuuu…… jangan kayak gini hikss…Amara mau sam…sama ibu…… jangan pergi hikss."tangisan keras Amara terdengar di ruangan itu.
sedangkan Aram langsung menekan tombol darurat.
"ibu…hiks hiks…tol…long jangan tinggalkan Amara hiks."
"bawa …… Amara buk…… hiks jang…jangan tinggalkan amara…"kata Amara dengan kepala yang semakin pusing karena banyak menangis.
"ibu…… hiks hiks"
Aram menyaksikan itu pun tanpa di sadari menjatuhkan air mata,ia merasa bersalah akan gadis itu segala yang terjadi saat ini adalah kesalahan nya.
dan perlahan lahan kesadaran Amara pun menghilang.
grebb
Aram langsung menangkap Amara yang terjatuh pingsan.
ceklek
dokter langsung masuk dan Aram langsung menggendong Amara membawa ke ruangan yang berbeda.
__ADS_1
.
.
.
cukup lama Amara pingsan mungkin sekitar 2 jam,dengan setia Aram menunggu Amara yang terbaring di tempat tidur rumah sakit itu.
"kandungannya masih lemah oleh sebab itu lebih baik mentalnya dijaga dan tolong beri makanan yang bergizi ,nanti ketika sadar tolong beri dia makan karna sepertinya ia belum makan dari tadi."kata dokter tadi.
tak lama tangan Amara pun mulai bergerak dan setelah itu barulah matanya terbuka.
Aram masih diam.
setelah kesadarannya terkumpul Amara pun hanya terdiam dan hanya menatap kosong langit langit ruangan itu.
air mata pun mengalir tanpa diminta membuat sungainya sendiri sedangkan si empunya masih dalam keadaan yang sama ,diam dan menatap kosong.
raganya seperti diambil dari tubuhnya.sepucuk harapan langsung dihancurkan oleh takdirnya yang begitu menyakitkan.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘