
"mas pelan pelan."kata Amara yang mencoba menyeimbangkan langkah Aram yang begitu lebar.
Aram tidak mempedulikan perkataan Amara ia terus berjalan tanpa mempedulikan perkataan Amara, wajahnya mengeras dengan gigi yang bergelatuk amarahnya benar benar dipuncaknya saat ini.
dengan kasar Aram membuka pintu mobilnya dan menatap Amara tajam.
"Masuk."dengan suara rendah Aram memerintah.
Amara masuk kedalam mobil, tubuhnya gemetar ketakutan melihat Aram yang begitu menyeramkan saat ini.
Amara juga merasakan anaknya yg bergerak gerak seolah tau ibunya sedang ketakutan saat ini.
tak ada yang dapat Amara lakukan, dia hanya menunduk dan mengelus perutnya sambil memejamkan mata mengendalikan ketakutan yang ada dalam dirinya.
disampingnya, Aram dengan rahang mengeras melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, matanya memerah dengan urat leher yang nampak jelas.
berulang kali Amara mengatur nafasnya, agar menjadi tenang tapi itu tidak mempan sama sekali, apalagi saat Aram membawa mobil dengan begitu cepat, membuat jantung Amara memompa begitu cepat.
Tanpa Amara sadari air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.
.
__ADS_1
.
Brakkk
Tubuh Amara terpelanting ke ranjang, untungnya saja ia jatuh langsung terduduk tapi meskipun begitu ia tetap merasakan ngilu di perutnya karena kerasnya dorongan Aram.
tiba tiba Amara meringis karena pipinya yang di cengkram erat oleh Aram sehingga membuat bibirnya monyong.
"kamu tau kesalahan mu sayang?"Aram bertanya dengan penekanan di akhir kalimatnya.
sekarang yang ada dihadapannya bukanlah Aram yang pengertian dan juga penuh kasih sayang, tapi yang ada dihadapannya saat ini adalah Aram yang pertama kali ia lihat, kejam dan tak kenal ampun.
Plak
"aku selalu percaya cinta yang aku kasih padamu akan membuatmu bahagia dan juga membalas cintaku, tapi apa kamu tak lebih dari wanita yang kurang belaian."kata Aram di tengah nafsu yang melingkup dirinya.
"aku yang selalu berharap kamu membalas perasaan aku…"Aram menggantung ucapannya sambil tersenyum dan mengelus pipi Amara yang ia tampar tadi.
"TAPI APA!!! KAU BAHKAN BERTEMU DENGAN LAKI LAKI DILUAR SANA TANPA SEPENGETAHUAN AKU!!"
PLAK
Aram memukul kepala Amara dari samping dengan begitu kuat bahkan suaranya menggema di ruangan itu.
"berpegangan tangan sambil melempar senyum ."kata Aram kembali tersenyum ia menunduk agar lebih melihat jelas wajah Amara.
__ADS_1
"apa kasih sayang aku tidak cukup buat kamu? apa masih kurang waktu yang aku berikan untuk kamu atau uang aku yang tidak cukup buat kamu?"tanya Aram dengan lembut namun menusuk.
"JAWAB AMARA!!!"
PLAK
kembali pipi Amara mendapatkan sebuah tamparan yang begitu keras memberi sebuah bekas yang mungkin tidak akan hilang sehari atau dua hari.
"ma…ma…maaf hiks..."kata Amara dengan terisak.
"maaf?"sebuah senyum remeh terlihat jelas di bibir Aram.
"KAMU PIKIR DENGAN MAAF KAMU SAKIT HATI AKU AKAN HILANG!!"kembali Aram mencengkram dagu Amara dengan kuat.
"dengarkan saya, sayang."kata Aram melepaskan cengkraman dan beralih mengelus kepala Amara dengan beberapa elusan.
"akkkhh sa…sakit."rintih Amara saat terjadi tiba tiba Aram menjambak rambutnya kebelakang membuat Amara mendongak menatapnya.
"Baik saya bisa di coba tapi jahat saya jangan sekali kali meminta."kata Aram melepaskan rambut Amara dan langsung berlalu pergi meninggalkan Amara yang masih terisak.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘