
Awan kelabu yang memenuhi langit sudah hilang entah kemana digantikan dengan cahaya hangat dari sang Surya yang tak pernah henti menerangi alam semesta.
Tak ada lagi hari yang suram karena sekarang hanya kebahagiaan yang ada dalam rumah mewah itu.
Dengan senyuman manis diwajahnya seorang wanita yang menggunakan baju daster berwarna pink sibuk mengaduk masakannya.
setelah kejadian waktu itu ia sekarang lebih merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Benar kata orang kalau menerima apa adanya akan lebih baik dari pada terus menyimpan dendam yang tak ada gunanya.
tiba tiba sebuah lengan kekar melingkar di perut buncitnya, ia tak lagi terkejut karena tau siapa orang itu, siapa lagi kalau bukan Aram.
"dedek nakal ya, pagi pagi udah main bola di perut mama."kata Aram mengelus perut Amara, ia merasakan ada tendangan dari dalam perut Amara.
Sejak kandungan Amara masuk tujuh bulan ia selalu merasakan kalau janinnya sangatlah aktif dan terkadang ia tidak bisa tidur karena tendangan yang ada diperutnya saat malam hari.
Tapi meskipun begitu Aram akan selalu ada disampingnya dan memeluk dirinya sambil mengelus perut Amara sambil berbicara dengan sang buah hati.
"Ini kan udah pagi papa jadi adek mau olahraga dulu biar sehat."kata Amara sambil menirukan suara anak kecil.
Aram terkekeh dan semakin mengelus perut Amara, ia meletakkan dagunya di pundak Amara dan menghirup aroma manis sang istri.
__ADS_1
"Sana mandi dulu mas, nanti kamu lambat loh kekantor."kata Amara lembut.
"aku tunggu kamu siap masak ajalah."
"emang kenapa?"tanya Amara dengan dahi berkerut.
"biar bisa mandi sama kamu."kata Aram dekat telinga Amara sambil sesekali mencium pundak sang istri.
"makin hari papa adek makin manja ya, gimana nanti kalau adek lahir tu pasti mama kewalahan harus mengurus dua bayi."kata Amara.
"ya harus lah, nanti kamu jangan selalu sama adek aja tapi harus ngurus aku juga ya."kata Aram sambil mencuri satu ciuman di pipi Amara.
"papa adek cemburuan."kata Amara mencubit pipi Aram.
"biarin."kata Aram tetap pada posisinya.
akhirnya dengan tidak rela Aram pun melepas pelukannya pada tubuh sang istri.
.
.
saat ini mereka berada di meja makan menyantap makanan yang tadi Amara buat yaitu nasi goreng dengan telur ceplok diatasnya.
Amara memang hanya dapat memasak masakan sederhana tapi meskipun begitu Aram tak pernah mengomentari masakan sang istri kecuali hal hal yang memang ia tidak sukai.
teng
__ADS_1
makanan di piring keduanya sudah habis.
"nanti mungkin aku pulangnya larut malam karena aku harus keluar kota ada rapat penting di cabang perusahaan disana, kamu tidur aja dulu dan jangan lupa kunci semua pintu dan jendela."kata Aram mengelus pipi Amara.
"iya mas, jangan kecapekan kalau memang tidak bisa pulang hari ini besok aja pulangnya nginap aja di hotel dulu."kata Amara memegang tangan Aram yang dipipinya.
"Aku akan pulang hati ini meskipun larut malam."kata Aram.
Memang Aram cukup sering keluar kota dan biasanya kalau dekat ia akan langsung pulang meskipun larut malam karena ia tidak tega meninggalkan Amara di rumah sendirian.
"iya hati hati ya."
Aram pun bangkit dari kursinya dan mengancingkan kemejanya dan berjalan mendekati kursi Amara, ia menunduk dan mencium kening sang istri sambil mengelus perut Amara.
setelah itu barulah ia pergi.
.
.
.
__ADS_1
bersambung
salam hangat dari author 😘