
"ke dalam rumah kita lagi?"tanya Aram sambil mengelap keringat yang mengalir di dahi Amara.
Pagi ini mereka jalan pagi mengitari rumah karena saran dokter agar Amara lebih mudah saat proses melahirkan.
"iya, aku juga udah lapar."kata Amara mengangguk.
mereka pun berjalan memasuki rumah dengan tangan bertautan.
"kamu mau sarapan apa?"tanya Amara pada Aram saat mereka udah berada di meja makan.
"makan roti ajalah, selainya selai coklat. aku ke atas dulu mau mandi."jawab Aram lalu mengecup kening Amara dan berlalu ke kamar mereka.
Amara pun mengambil roti dan mulai mengolesi dengan selai coklat.
setelah selesai Amara pun beranjak menuju ke kamar karena ia juga ingin mandi karena badannya yang sudah sangat lengket saat ini.
ceklek
Amara membuka pintu dan terlihat Aram yang sedang menyisir rambutnya, aroma parfum Aram memenuhi seisi kamar.
"aku mau mandi dulu, mas makan aja dulu."kata Amara berjalan menuju ke kamar mandi.
perkataan Amara hanya dijawab dengan gumaman oleh Aram.
.
.
__ADS_1
"kok belum dimakan mas."kata Amara berjalan mendekati meja makan, disana sudah ada Aram yang sedang menatap layar laptopnya.
"nunggu kamu."Aram menutup laptopnya dan berbalik menatap Amara.
"ayo cepat kamu nggak boleh terlambat makan."lanjut Aram.
Amara tersenyum mendengar perkataan Aram yang penuh dengan perhatian.
akhirnya mereka pun sarapan dengan tenang .
.
.
Amara meremas ujung selimut saat merasakan sakit pada perut bagian bawahnya dan ditambah lagi pergerakan anaknya yang begitu aktif sejak sore tadi.
Aram tak menyadari akan hal itu karena Amara berusaha mengatur mimik wajahnya agar tampak biasa karena ia juga sudah sering merasakan kontraksi seperti ini minggu Minggu lalu
Ternyata sampai tengah malam sakit yang Amara rasakan tak kunjung reda malahan semakin sakit saja.
Karena sudah tak tertahankan lagi akhirnya Amara mencoba untuk membangunkan Aram dengan menggoyangkan tubuh Aram.
"mas..."panggil Amara lirih lalu ia kembali menggigit bibirnya saat sakit itu terasa lagi.
tak lama mata Aram pun terbuka.
"ada apa Ara?"tanya Aram dengan suara serak khas orang bangun tidur.
__ADS_1
"perut aku sakit mas udah dari tadi."Amara mengatur nafasnya saat mengatakan itu sakit di perutnya tak mereda.
"APA?? mana yang sakit mana?kamu mau melahirkan? ayo kita ke rumah sakit, tunggu aku ambil tas yang kita siapkan dulu."Aram yang baru mendapatkan kesadarannya langsung bangkit dan berlari menuju ke arah lemari mengambil tas yang memang sudah mereka persiapkan untuk lahiran Amara.
Ditengah rasa sakitnya Amara masih bisa terkekeh melihat Aram yang hampir tersungkur karena tersandung kursi.
"kamu masih kuat jalan kan atau mau aku gendong aja?"tanya Aram saat udah di dekat Amara ditangannya sudah ada tas hitam berukuran lumayan besar.
"aku jalan aja tapi dipapah ya."kata Amara lemah.
"yakin, aku gendong aja ya."kata Aram tak tega melihat Amara yang tampak kesakitan.
akhirnya Aram pun menggendong Amara dengan tas yang ia kalungkan di tangannya, Amara mengalungkan tangannya ke leher Aram dengan kepalanya yang ia sandarkan di dada bidang Aram.
.
.
.
bersambung
salam hangat dari author 😘
"pengetahuan adalah kekuatan." Saya tadi nonton sebuah film dan dapat satu kalimat ini.
kalimat itu seperti membangkitkan semangat saya lagi untuk terus belajar, karena seperti yang kita tau kita hidup di zaman modern yang penuh ilmu pengetahuan dan seperti kalimat diatas tanpa pengetahuan kita bukanlah apa apa saat ini.
__ADS_1
_