KELAM

KELAM
episode 22


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang dan kedua pasangan suami istri itu masih berbaring di ranjang saling berpelukan.


sebenarnya hanya Amara yang tidur sedangkan Aram sedang melamun menatap wajah wanita yang ada di pelukannya.


'kau merubah ku Amara.'kata Aram dalam hati menatap dalam wajah tenang Amara.


perlahan lahan kelopak mata itu terbuka menampilkan manik cokelat yang selalu tenang.


Aram masih tetap di posisinya memeluk pinggang Amara dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri sebagai bantalan kepala Amara.


Amara mendongakkan kepalanya menatap Aram yang juga menunduk sehingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.


"terimakasih dan maaf."ucap Amara tanpa mulai melepaskan pelukannya.


"tidak apa apa,mungkin anakku merindukan papanya."kata Aram dengan tersenyum.


Amara tidak bersuara lagi ,sekarang tangannya tidak memeluk Aram lagi tapi ia masih dipelukan Aram.


"Amara."panggil Aram,membuat Amara kembali mendongak menatap Aram.


tampak manik hitam itu bergerak kekiri dan kekanan ,gelisah.


Amara hanya diam membiarkan Aram menanyakan hal yang perlu ia tanyakan.


"kemarin aku melihat semuanya…aku juga mendengar apa yang kalian bicarakan."kata Aram tanpa menatap Amara , sungguh ada rasa sesak saat ia berbicara,ia takut jawaban yang akan Amara berikan seperti yang ada di pikirannya.


"benarkah?"tanya Aram pelan yang kemudian menatap ke manik berwarna coklat itu.


ini lah yang selalu Aram herankan ,kenapa setiap ada masalah raut wajah Amara tetap seperti itu ,selalu tenang.


sama seperti sekarang.

__ADS_1


"jadi menurut mu, aku harus menjawab apa?"bukannya menjawab Amara malah balik bertanya.


Aram terdiam ,ia tak tau harus berucap apa.


"haruskan aku berkata kalau aku mencintaimu?dan kita saling mencintai?"tanya Amara masih dengan menatap wajah Aram.


"bukankah itu akan membuat aku kelihatan egois?berbicara hal yang tak mungkin demi menjaga harga diriku."ucap Amara lalu memutus pandangan mereka.


tiba tiba Aram melepas pelukannya dan langsung pergi dari kamar itu tanpa berbicara ataupun menatap ke arah Amara.


Amara hanya menatap Aram tanpa mencegah.


.


.


.


"bisakah aku kembali ke masa dimana aku bersama ke dua orang tuaku?"sekarang terlihat kesedihan gadis itu.


hari ini adalah 40 hari kematian ibunya, sungguh ia masih tidak rela ditinggalkan.kenapa ayah dan ibunya tidak membawa ia pergi?


"Amara rindu ayah ibu."kata Amara dengan lirih.


setetes air mata jatuh dari mata wanita itu dengan cepat ia menghapusnya takut ada orang yang melihat itu.


setelah itu tak ada lagi kata yang keluar dari mulut Amara ,ia hanya menatap langit dengan banyak pertanyaan diotaknya.


.


.

__ADS_1


.


"jika aku membunuh ibumu apa kamu akan memaafkan aku Alwi?"tanya Aram pada Alwi.



sekarang Aram berada di kantornya,ia menatap keluar jendela dengan Alwi yang berdiri tak jauh di belakangnya.


"mungkin tidak."jawab Alwi pelan.


Aram kembali terdiam.


"kenapa?"


"jawabannya pastilah anda ketahui tuan."jawab Alwi.


mungkinkah Amara memaaafkannya? sungguh Aram merasa pusing sendiri dengan perasaannya.


perasaan bersalah Aram bertambah ketika melihat Amara yang tak pernah tersenyum lagi selama sebulan pernikahannya, setiap harinya hanya ada wajah tenang dari Amara tanpa emosi.


'memang tidak mungkin.'


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 😉😉

__ADS_1


salam hangat dari author 😘


__ADS_2