
Amara terdiam menatap layar handphonenya, tak ada mimik wajah yang ia tampakkan dua hanya menatap datar foto itu.
Foto yang dikirim oleh seorang yang tidak ia kenal dan mengatakan ia adalah kekasih dari suaminya.
Foto Aram yang diambil di depan cermin memeluk seorang wanita cantik dan keduanya tampak memakai bathrobe.
Dalam foto itu tampak Aram tersenyum lepas mencium leher wanita itu.
Cemburu? pasti! tak ada istri yang rela suaminya diambil oleh orang lain.
'Kamu hanya wanita penghasil keturunan bagi kekasihku.' berulang kali Amara membaca sebait kalimat menyakitkan ini dan meskipun begitu kata itu masih tetap menusuk jantung Amara.
Amara mengalihkan pandangannya pada Asa yang sedang tertidur di ranjang sedangkan ia sedang berada di sofa kamar mereka.
"Apa yang harus mama lakukan sayang?"
Amara mematikan handphonenya, ia menyandarkan punggungnya ke sofa dan menutup mata mencoba merilekskan tubuhnya.
.
.
"Sayang,malam ini aku nggak bisa pulang karena ada party yang harus aku hadiri disini."ucap Aram.
Amara menatap lama layar handphonenya yang mengeluarkan suara lembut Aram, ada desiran di dalam hatinya mendengar ucapan Aram.
Menghembuskan nafas panjang barulah ia berkata, "iya, hati hati dan jangan tidur terlalu malam ya."
__ADS_1
"Iya sayaaaang, kamu juga. Hati hati dirumah kalau Asa rewel telfon aku lalu nggak minta tolong art untuk membantu kamu menjaganya." suara lembut itu masih mengalun indah dari handphone Amara.
"Ar pacar mu datang nih nggak diajak minum."
Ntahlah tapi perasaan Amara benar benar campur aduk saat ini dan tanpa ia sadari setetes air mata menetes di pipinya.
"sudah dulu ya sayang, good night."kata Aram tampak tergesa-gesa untuk mematikan telepon menurut Amara.
Tangan Amara mencoba menghapus air matanya tapi bukannya berhenti air mata itu tambah tumpah ruah di pipinya.
Tiba tiba Ada yang sedang asik bermain menangis dan itu berhasil mengalihkan perhatian Amara.
"Ada apa sayang? ada yang sakit?"tanya Amara langsung mengangkat Asa dan meletakkan di pangkuannya.
"mamam mamama." Asa memegang lengan kanan Amara dan menduselkan wajahnya ke dada Amara.
Hati Amara terasa tersiram air dingin saat mendengar gumaman sang anak.
Mata bulat itu menatap Amara sesekali berkedip polos, membuat Amara gemas sendiri dengan sang anak.
Malam ini Amara tidur berdua dengan sang anak sambil memeluk Asa dan berdoa semoga esok hari adalah hari yang baik.
.
.
__ADS_1
"Enakkan, aku saat makan kue itu kemarin langsung ingat kamu jadi aku pesan deh."kata Aram tersenyum lebar.
Amara menatap brownis di hadapannya dengan tersenyum, ya Aram membawakan oleh oleh untuknya berupa brownis coklat.
"iya ini sangat enak sekali dan aku tak akan lupa rasanya."kata Amara masih dengan senyuman di wajahnya.
"Ara…"
"Apa?" Amara menatap langsung pada mata Aram membuat Aram tanpa sadar gugup.
"soal kemarin…hem…itu cuman candaan teman ku aja, kamu jangan risau aku nggak selingkuh. Aku tau kamu pasti kepikiran kan tentang perkataan teman aku kemarin, sumpah aku nggak punya kekasih apapun dan hanya kamu wanitaku saat ini."kata Aram sungguh sungguh.
"iya."
.
.
.
bersambung
Saya buat episode ini setelah dengerin lagu Promise_mellygoeslaw.
__ADS_1
lagunya bagus banget👌
see you next time