KELAM

KELAM
episode 15


__ADS_3

"aku memiliki seorang kekasih."kata Aram agak ragu ,ia takut menyakiti hati Amara.


wajah Amara tidak berubah sama sekali tetap seperti tadi tenang dan masih diam.


"sekarang kekasihku sedang pergi liburan tiga hari dan untuk pernikahan ini aku belum memberitahunya."jelas Aram.


Amara masih diam memperhatikan Aram.


"aku harap kamu bisa diam dan tidak memberitahukan hubungan kita pada orang lain."kata Aram.


sungguh Aram ragu mengatakan ini ,bagaimanapun itu merupakan hak Amara tapi mau bagaimana lagi ia takut namanya akan hancur jika ini terbongkar.


"kamu bisakan?"tanya Aram lagi.


"iya,lagi pula aku tidak memiliki hal akan hal itu."jawab Amara dengan tenang.


entah kenapa perkataan Amara membuat suatu dalam diri Aram merasa tersinggung.


"kenapa kamu ngomong kayak gitu?"kata Aram tidak suka.


"aku hanya mengatakan yang sebenarnya."jawab Amara.


"kau memiliki hak akan keluarga ini,aku cuman meminta agar kau tidak memberi tahu pada orang lain."kata Aram dengan suara naik satu oktaf.


satu hal yang perlu kita ingat tentang Aram ,dia adalah orang yang sangat menjunjung tinggi harga diri.


dan satu lagi ,seorang Aram memiliki sifat yang arogan.

__ADS_1


"harusnya kau berterimakasih padaku karna sudah mau menikahi wanita seperti dirimu."kata Aram pelan tapi itu dapat di dengar oleh Amara karena duduk mereka yang hanya berjarak satu meter.


"terima kasih??apa aku tidak salah dengar?berterima kasih pada orang yang menghancurkan hidupku."kata Amara kini suaranya berubah tidak adalagi wajah tenang yang ada kini wajah penuh amarah.


"terima kasih yang seperti apa yang kau maksud?? berterima kasih karena telah membuat tubuhku kotor,terima kasih karena anak yang dalam kandungan ku ini,atau berterimakasih karena telah membunuh ibuku."kata Amara dengan suara tinggi.


"JAWAB!!!"suara Amara menggema di dalam ruangan itu.


PLAK


sebuah tamparan di dapatkan oleh Amara membuat ia tersadar akan dirinya saat ini.hanya seorang manusia yang tidak berguna.


"aku tidak pernah meminta bantuanmu untuk menolongku di jalan itu kan,kau sendiri yang gatal melihatku sempoyongan lalu kau dekati."kata Aram tajam.


"dan jangan salah kan aku akan hal itu ,tidak ada kucing yang menolak jika ada ikan di hadapannya."lanjutnya.


"ternyata menolong orang adalah sesuatu kesalahan."kata Amara pelan.


Amara hanya terdiam tak ada lagi air mata yang keluar hanya raut wajah datar dan juga tangan yang terkepal kuat di sampingnya.


.


.


.


Sekitar pukul sembilan malam Aram pulang kerumah setelah menenangkan dirinya.

__ADS_1


saat memasuki rumah keheningan yang ada ,Aram lanjut berjalan memasuki rumahnya,dan langkahnya terhenti di ruang tengah menatap ke arah tangga dengan pandangan yang tak bisa diartikan.


mama Rani tergeletak tak berdaya di ujung tangga dengan darah yang mengalir di keningnya dan mata yang tertutup.


Aram langsung berlari mendekati dan langsung memangku kepala mama Rani yang berdarah dengan panik.


"ma ma bangun."kata Aram sambil menepuk pipi mama Rani.


Aram mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari Amara ,tiba tiba matanya terhenti tepat di meja makan.


wajah panik tadi langsung berubah menjadi wajah penuh amarah.


"Kau buta sampai tidak melihat mertuamu jatuh HAH!"bentak Aram dengan wajah memerah.


sedangkan Amara hanya duduk dengan tenang dan menghabiskan makan malamnya.


tanpa memalingkan kepalanya Amara berkata


"*aku tidak mau hancur karena menolong orang lain."


.


.


.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa like and vote ya 😉😉


salam hangat dari author 😘😘*


__ADS_2