KELAM

KELAM
episode 41


__ADS_3

Dibalik suka pasti ada duka dan juga dibalik duka pasti ada suka, dua hal itu memiliki sifat yang timbal balik dan setiap manusia pasti akan merasakan keduanya.



tapi terkadang manusia terlalu terlena dengan yang namanya suka sehingga ia lupa dibalik itu ada duka yang sedang menghantuinya dan bisa saja datang kapan saja.



Meskipun begitu satu hal yang jelas dari keduanya bahwa dimana pun letak kita saat ini nikmati, ikhlaskan dan syukuri apa yang ada karena kita tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini.



Begitu juga dengan Amara tak ada lagi kesedihan yang menghantuinya sejak ia mencoba mengikhlaskan apa yang terjadi pada nya.



Mungkin berat diawal tapi percayalah itu adalah hal ampuh yang mampu membuat kebahagiaan selalu menyertai kita.



Kini kandungan Amara sudah menginjak sembilan bulan waktu untuk bertemu dengan sang buah hati hanya menunggu hari saja lagi.



Segala perlengkapan untuk buah hatinya sudah disiapkan langsung oleh Amara dan Aram, mereka membeli ranjang kecil yang nyaman untuk si kecil yang mereka letakkan tak jauh dari ranjangnya.



"apakah dia nakal hari ini?" tanya Aram sambil mengelus perut buncit Amara.

__ADS_1



Saat ini mereka berada di dalam kamar dan sudah mengenakan baju tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh.



Aram sebenarnya baru pulang dan baru selesai mandi, beberapa hari ini Aram sering pulang malam karena ia mengejar target pekerjaannya supaya ia bisa libur seminggu yang akan datang.



Aram ingin saat Amara kesakitan ia ada di samping Amara dan dapat membagi rasa sakitnya bersama sama.



Amara menyandarkan tubuhnya pada badan Aram.


"dia sangat nakal papa, bahkan adek berputar-putar dalam perut mama."kata Amara menjawab pertanyaan Aram.



Amara hanya terkekeh mendengar perkataan Aram.


"mulai besok aku akan stay di rumah jagain kamu dan soal perkejaan akan aku lakukan lewat email saja."kata Aram pada amara.


"kita bisa menghabiskan waktu bersama sambil menunggu adek lahir, kata dokter perkiraan kamu melahirkan tanggal 11 kan, berarti tinggal sekitar tiga hari lagi kamu melahirkan."


"iya, aku udah nggak sabar pengen ketemu adek."kata Amara sambil tersenyum.


"kamu jangan tinggalin aku ya, kamu harus selamat dan adek juga."kata Aram.

__ADS_1


sejujurnya Aram sangatlah takut memikirkan Amara melahirkan apalagi saat Amara mengatakan kalau ia ingin melahirkan secara normal yang kemungkinan sangat beresiko pada Amara sebab Amara yang masih sangat mudah.



"kamu jangan takut, bagaimana pun aku pasti akan berjuang."kata Amara balik dan mengelus wajah Aram. Posisi mereka berhadapan saat ini.


"Sungguh aku sangat takut saat ini."kata Aram.


"jangan cemas, setiap ibu pasti merasakan hal ini begitu juga dengan aku dan yakinlah kalau aku bisa melewati semua ini."kata Amara meyakinkan.


Aram hanya mengangguk walau dengan muka yang masih cemas.


"ayo tidur hari udah malam."kata Amara.


mereka berdua pun merebahkan diri dengan posisi Amara membelakangi Aram dan Aram memeluk Amara dari belakang.



"Aku mencintaimu dan selalu mencintaimu, jangan tinggalkan aku karna aku tidak tau bagaimana hidup tanpa mu lagi, Amara."


.


.


.


bersambung


jangan lupa like dan vote ya

__ADS_1


salam hangat dari author 😘


__ADS_2