KELAM

KELAM
episode 38


__ADS_3

Setelah selesai dengan ritual mandi dan juga memakai pakaian mereka pun makan di sofa yang ada dalam kamar tersebut, yang baru Aram letakkan siang ini.



Seperti sebelumnya, Amara tidak banyak bicara ia hanya berkata iya dan iya, walaupun berkata tidak apakah Aram akan mendengarkan nya? rasanya pun mustahil.



"aaa"Aram menyuapi Amara makan mereka makan di satu piring yang sama dengan Aram yang menyuapi.



Amara menerima setiap suapan yang Aram berikan sampai akhirnya makanan itu pun habis.



setelah makanan itu habis Aram pun meletakan piring itu di meja dan mengambil minum dan menyerahkan pada Amara.



setelah Amara selesai minum barulah ia minum dari gelas yang sama.



Aram pun meletakkan gelas tersebut dan beralih menatap Amara, tangannya bergerak mengelus rambut Amara yang begitu halus.



"maaf."kata itu tiba tiba meluncur dari mulut Aram.


__ADS_1


Amara mengangkat kepalanya dan mata mereka bertemu, mata sayu Amara menatap seakan permintaan maaf itu hanyalah sebuah candaan semata, sebuah mainan yang jika ia melakukan kesalahan ia akan minta maaf dan begitu terus.



tak ada yang mampu Amara katakan, lagi pula apakah dengan ia berbicara terus terang akan membuat Aram paham bagaimana sakitnya dia saat ini, apakah Aram akan faham bagaimana di titik menyakitkan ini ia masih harus bertahan demi buah hatinya?


beribu kata umpatan hanya dapat bersemayam di otak dan hati Amara tanpa mampu ia keluarkan.


"maaf karena aku kelepasan waktu itu."kata Aram lagi saat melihat Amara tidak merespon dirinya.



Sejak ia selesai memaharahi Amara waktu itu ia benar benar merasa marah akan dirinya sendiri, ia ingin minta maaf setelah itu tapi ada sebuah batu besar yang bernama ego yang menjadi penghalang ketika ia ingin meminta maaf.



Dan hari inilah baru ia berani dan jujur ia merasa sakit saat melihat tatapan tidak percaya Amara layangkan ke arahnya.




"kamu pikir dengan maaf kamu, sakit hati aku akan hilang??"akhirnya setelah sekian lama barulah Amara mengatakan hal itu, ada sedikit kelegaan yang ia rasakan saat ia mengatakan itu.



"bukankah kata kata itu yang waktu itu kamu lontarkan ditelinga aku?? dan hari ini aku membalikkan kata kata itu padamu??apa jawabanmu?"kata Amara menatap tepat di mata Aram.



Mulut Aram tertutup rapat, bibirnya terasa kelu untuk mengeluarkan suara, dan hatinya tercubit melihat mata Amara.

__ADS_1



Pada akhirnya ia hanya dapat memalingkan wajahnya dari Amara.


"itulah yang harus diingat, maaf dan memaafkan bukanlah suatu perkara mudah,bukan hanya minta maaf main main saja, jika melakukan kesalahan lalu minta maaf nanti setelah itu jika melakukan lagi minta maaf lagi, bukan hanya sekedar itu."kata Amara dengan tangan kanan yang bergerak ke kiri dan kanan di depan Aram.


"di sini."Amara menunjuk dadanya.


"sakit."kata itu lah yang menggambarkan semuanya.


"dia sakit, sakit sekali."kata Amara mengelus dadanya.


mata Aram berair dan akhirnya cairan itu jatuh satu persatu.


"ma…maaf."kata Aram mengelus tangan Amara yang berada di dadanya.


Mata Amara beralih menatap tangan Aram yang menggenggam tangannya dan tangan sebelah kirinya menghempaskan tangan Aram.


"jangan sentuh dia, dia sudah sakit jangan dibuat tambah sakit."


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 😉😉


salam hangat dari author 😘😘

__ADS_1


__ADS_2