KELAM

KELAM
Akila hamil?


__ADS_3

Neraka. Alika bergumam lirih.


"Kenapa?" Tanya Dirga bingung dengan ekspresi Alika


"Gak pa-pa. Ouh ya gue masuk dulu yah kak. Bye". Alika melambaikan tangannya dan berlari menjauhi mobil Dirga dan kakeknya.


❤❤❤❤❤


Alika menghembuskan nafasnya kasar, matanya menyusuri seluruh tempat dari depan gerbang, melihat kekiri dan kekanan dengan lincahnya.


Beberapa lama dia berada dalam kondisi itu, hingga dia melihat 2 orang wanita dan satu laki-laki yang berjalan perlahan dengan senyuman khas ceria mereka ke arah kantin.


Alika mengikuti mereka dari kejauhan,


"Duarrr". Alika menepuk pundak cici dan lia si saudara kembar sejati yang selalu mengenakan hal yang serba sama dengan kuat.


"Ehh nenek, nenek".


"Ayam. Ayam. Jangan gigit". Cici dan lia kaget dan meracau gak jelas saking kagetnya.


"Apa an sih lu bedua. Mana ada nenek-nenek gigit ayam. Ini gua Akila". Ucap Alika santai.


"Ehh buju busyett. Ini queen off girl kita makin cantik aja yakz". Puji cici.


"Tau ni. Ehh bdw lu kemana udah satu minggu lebih gak masuk kil. Kemaren nandra kerumah kakek lu, kata kakek. Lu udah dijemput bapak lu". Cerocos lia tak mau kalah.


"Ett dah ni anak. Iya bapak gua bangkit dari kuburan". Alika menjawab dengan santainya.


"Yang bener lu *****. Masa bapak lu bangkit jadi gentayangan dong". Lia begidik ngeri.


"Udah ntar gua ceritain. Mending sekarang kita kekantin dulu. Sekalian gua mau ngomong banyak ama lu pada". Alika berjalan melewati nandra sembari menarik tangan cici dan lia.


Alika dan ketiga temannya udah berada di kantin, dan memesan makanan yang biasa mereka makan rame-rame. Apalagi kalo bukan bungkusan kacang goreng dan batagor.


"Nah jadi sekarang lu mau jelasin apa kekita-kita". Cici memulai dengan penyakit keponya.


"Lu gak dijodohin kan kil". Nandra membuka mulutnya untuk yang pertama kalinya, yang mana omongan nadra sontak membuat Alika, cici, dan lia terbelalak kaget.


"Ehh busyet. Sadis amat doa lu ndra. Lu kalo berdoa yang baikan dikit dong verguso. Masa main jodoh-jodohan aja. Lagian lu kata siapa gua dijodohin njay".


"Gua lihat postingan anak kepala sekolah difacebook yang ngetag nama lu dan Dirga Gunawan. dengan caption turut berbahagia untuk sang putri dan tuan pangeran😇". Tutur Nandra dengan sinis.


Byurrrrr..


Minuman teh lemon yang sudah dimulut Alika menyembur keluar lagi karna tersedak dengan penuturan Nandra.

__ADS_1


"Akila. Ihhh jorok lu". Protes cici dan lia bersamaan, namun diacuhkan oleh Alika.


"Ethh dah kambing yang bener lu".


Ketiga sahabatnya mengangguk serentak.


"Ni lu lihat sendiri". Lia memperlihatkan postingan anak kepala sekolah beberapa hari yang lalu.


"Lu tau gak sih queen. Nama lu udah disebut-sebut sebagai wanita yang hamil diluar nikah seentero sekolah. Gara-gara ini". Ucap Nandra tegas kepada Alika.


"Mana ada gua hamil. Pasangan aja gua kagak punya anjirr. Lu pada kebanyakan baca novel romantis makanya liat ginian langsung percaya". Bela Alika.


"Kila. Gua sama anak-anak gak mau percaya. Tapi ini udah bukti jelas lu gak masuk selama satu minggu lebih. Ditambah lagi postingan si Dito difacebook".


"Nahh ini ni korban dunia maya. Berita hoax dipercaya. Lu tau itu yang disebut tuan pangeran siapa. Itu Dirga Gunawan, kakak tiri gua *****. Anak kandungnya mak tiri gua, istri dari bapak gua sekarang". Alika berucap menjelaskan dengan berkobar-kobar.


Byurr..


"Ehh busyet. Jadi bukan tunangan lu". Kali ini cici dan lia yang menyemburkan kopi late yang sedang mereka minum.


"Dihh lu bedua jorok amat sih". Protes nandra.


"Sorry ndra sorry. Soalnya ni anak sekali ngomong bikin hati dagdigdug saking kagetnya". Ucap Lia membela diri sembari diikuti anggukan pembenaran dari cici.


"Ahhh.. Yang bener lu. Jadi maksud lu, lu sekarang putri agreria?". Mata Lia melotot gak percaya dengan yang didengarnya.


"Iya Lia sayang. Dan foto yang lu liatin tadi itu peresmian kekuasaan sebagai ahli waris. Ni lu liat cincin gua bergambar kunci dan istana. Sedangkan yang punya Dirga makhluk astral itu buku dan gedung tinggi". Jelas Alika.


"Jadi.. ". Cici masih belum mengerti dengan penjelasan Alika.


"Artinya gua adalah pewaris tahta dalam arti kata dimasa depan gua adalah sang ratu. Dan Dirga dia pewaris perusahan No-3 diasia ini yaitu G-Grup". Alika kembali menjelaskan namun ke-3 temannya masih melongo belum mengerti.


"Tau ahh. Intinya gua gak hamil dan nama gua sekarang Alika bukan Akila".


"Kok nama lu harus ganti sih kil. Kan harusnya hanya pindah marga". Tanya nandra heran.


"Kata mak tiri gue. Nama gua itu gak bermartabat dan yang jelas yang ngasih namanya mama bukan ayah. Makanya ganti". Jawab Alika sendu.


"Lahh itu artinya sama aja lu dipaksa melupakan tante Tari Akila. Lu ngerti gak sih". Tegas Nandra gak terima yang diikuti anggukan setuju dari Cici dan Lia.


"Gua gak tau gengs. Sekarang itu gua hanya punya ayah gue. Kakek udh buang gue kesana, mau gak mau gua hanya bisa nurut. Agar nama mama gak semakin jelek dimata mereka. Gue gak mau karna ulah dan tingkah gue. Mama jadi dikatain gak bisa didik anak dengen bener".


"Tau dah jubaedah. Lu yang terbaik dalam fikiran main logika". Olok Lia nyirnyir.


"Bdw tu agreria negara apa pulau kil?". Tanya Cici kepo.

__ADS_1


"Gak tau gua". Alika mengangkat bahunya.


"Lahh. Gimana cerita?". Kebingungan Nandra makin menjadi.


"Mana gua tau, bodoh amat dah. Mau negara, mau pulau, mau rumah, mau kastel, yang jelas bukan nama bapak gua. Hahhhhhb". Akila tertawa terbahak-bahak puas mempermainkan pertanyaan temennya.


Sedangkan ketiga sahabatnya hanya geleng-geleng gak percaya ama tingkah Akila yang makin goblok makin harinya.


Gubrakk...


"Ehh gua ingat sesuatu. lu tau gak kil. Si rian pacaran ama bunga sekarang". Cici menepuk meja dan langsung bicara dengan penuh antusias kepada Alika.


"Uhuk.. Uhukkk.. Uhukkk". Nandra keselek batagor gara-gara tingkah Cici.


"Ehh kamprett.. Ngapain pake acara tepuk meja segala markona." Sahut Lia.


"Tau lu gila apa Ci. Liat tu pangeran kita jadi keselek batagor kan, untuk bukan bata bangun yang ketelan. Hahhhhh". Alika menimpali.


Pletakk..


"Kampret kalo ngomong sekate-kate amat sih lu buk". Nandra secara spontak menjitak kepala Alika.


"Auhwww sakit kali ndra. Lu mah kalo jitak suka beneran. Gak asik lu". Gerutu Alika.


"Lu kira jitak ada yang pura-pura". Sahut Nandra gak mau kalah kata.


"Tapi ngomong-ngomong. Tu si Rian beneran pacaran ama Bunga?". Tanya Alika.


"Nah lu kepo juga kan. Udah gua bilang ama ni anak dua lu pasti kepo ama hubungan mereka". Cici bicara dengan penuh percaya dirinya.


Dari kejauhan.


Akila? Itu beneran dia bukannya dia udah nikah yah? Apa jangan-jangan bunga bohong ama gua soal pernikahan Akila. Gumam Rian.


*Bersambung........


**Oke readers buat kalian yang baca tolong yah jangan lupa buat beri dukungan sma authdor biar semangat ngetik dan mikirnya.


Bantu sukai/like.


Coment.


Dan juga terus dukung auhtdor dong.


❤❤❤❤❤***

__ADS_1


__ADS_2