KELAM

KELAM
episode 35


__ADS_3

Amara terisak sambil memegangi perutnya yang sedari tadi merasa tidak enak. Amara tau kalau saat ini sang anak pasti juga merasakan apa yang ia rasakan.


aliran sungai di pipinya tidak mau berhenti seperti ada mata air didalam matanya, meskipun begitu Amara terus menghapus air matanya.


Rasa perih di pipinya tak lebih parah dari hatinya saat ini, kepercayaannya kembali dipatahkan oleh Aram.


Sungguh ia pikir Aram benar benar mencintainya tapi sekarang pikirannya langsung berubah ketika melihat perilaku kasar Aram ditambah dengan Aram yang begitu egois mengambil keputusan tanpa mendengar kan penjelasan nya tentang hal yang terjadi sebenarnya.


rasa pusing mulai menggerogoti kepala Amara, mungkin ini disebabkan terlalu lama ia menangis.


Amara berulang kali mengambil nafas dalam dalam agar hatinya menjadi tenang, tapi bukan tenang yang di dapatkan tapi rasa hancur yang terus menyakitinya.


sedari kecil ia selalu di beri kasih sayang oleh orang tuanya walaupun hidup kekurangan tapi tak sekalipun ibu Amara melakukan kekerasan padanya tapi sekarang …


.


.


.


Aram mengunci pintu kamar Amara dan setelah itu barulah ia turun kebawah.


saat dibawah Aram melihat Rasya yang duduk di ruang tamunya meminum segelas jus dengan santai seperti tak mendengar apapun, padahal jelas suara teriakan dan tangisan Amara pasti akan terdengar ke situ.


dengan langkah cepat Aram menurunkan tangga, ia berjalan mendekati Rasya.

__ADS_1


"apa?"tanya Rasya saat tiba tiba tangan Aram mencengkram pergelangan tangan nya dengan erat, tapi tak ada perubahan diwajahnya seakan akan cengkraman Aram tak ada artinya.


"pergi."Aram berkata dengan penuh penekanan.


Rasya tersenyum dan mengecup pipi Aram dengan mesra setelah itu barulah ia pergi tanpa membantah. Ia sudah mendengarkan apa yang ia inginkan jadi untuk apa ia disini lagi.


setelah Rasya pergi, Aram berjalan ke mini bar yang ada di rumahnya.


Aram mengambil beberapa botol bir yang ia simpan dan juga gelas.


Dan entah berapa botol yang habis oleh Aram siang itu tapi yang terpenting ia dapat menghilangkan bayangan sialan itu dari otaknya.


.


.


.


ceklek


pintu kamar terbuka dan Aram memasuki kamarnya dengan langkah yang tak beraturan, sekarang ia benar benar mabuk berat.


"BANGUN!"teriak Aram dan langsung menarik Amara yang tadi tertidur menjadi duduk.


Amara langsung terbangun, matanya berkunang-kunang dan juga kepalanya benar benar pusing saat ini.

__ADS_1


Amara menatap kearah Aram dengan pandangan pasrah.


hati Aram sedikit tersentil saat melihat tatapan yang Amara berikan.


"kau tau kesalahan mu sekarang."kata Aram duduk di samping Amara dengan tangan yang mengelus pipi Amara yang berjejak merah karena ia tampar tadi.


Amara diam tak menjawab ia hanya menatap kearah Aram dengan pandangan kosong.


"aku sudah bilang kan aku mencintaimu dan juga menyukai mu,dan bukankah kamu sendiri yang bilang kalau dua hal itu disatukan maka hanya keegoisan yang akan ada."Aram berkata dengan suara rendah tepat di depan wajah Amara.


"AKHHHH."Amara berteriak kesakitan saat Aram yang tiba tiba menjambak rambutnya.


"maka nikmatilah hari hari mu bersama keegoisan ku ini."kata Aram dengan senyum miring.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 😉😉


salam hangat dari author 😘

__ADS_1


__ADS_2