
"manja kali ya anak papa nih."kata Aram menoel pipi asa yang sedang tengkurap di atas badannya.
"iya nih padahal sehari nggak ketemu papa udah rindu berat."Amara juga ikutan menoel Noel pipi bulat Asa.
Sepertinya bayi itu tidak suka ketika pipinya di mainkan sehingga ia menatap kearah Aram dengan bibir cemberut.
"pa pa pa." bayi bulat itu sepertinya sedang mengadu pada sang ayah.
"Aduh kesiannya anak papa, dimainin pipinya sama mama ya sayang kalau gitu cubit aja pipi mamanya lagi."kata Aram mengakat Asa dan mendekatkan pada wajah Amara dalam posisi yang masih berbaring di atas ranjang.
Saat wajahnya berada tepat di atas wajah Amara Mata bayi bulat itu malah mengerjap lucu, sepertinya ia tak paham maksud sang ayah.
"hahahaha oh anak mama nih, kok lucu kalo ya."kata amara memeluk badan Asa.
Sedangkan bayi yang dipeluk malah tertawa senang sambil menepuk nepuk lengan Amara.
cup cup cup
Amara mencium seluruh wajah Asa membuat bayi itu tambah tersenyum lebar.
Hari ini memang keluarga itu menghabiskan waktu untuk bersama di rumah dengan ditemani oleh kegemasan baby Asa.
"Papa mau di cium juga dong."kata Aram beringsut lebih dekat pada Amara kini tangannya memeluk perut Amara.
"Papa adek pencemburu ya sama adek aja cemburu."kata Amara pada sang anak.
"ayok lah sayang aku juga mau dicium kayak Asa."kata Aram mendekati wajahnya pada Amara.
cup cup cup
__ADS_1
"manja kali papa nih."
Aram hanya tersenyum lebar saat Amara mencium seluruh wajahnya, ia sangat suka momen momen seperti ini.
"mam mama ma." Asa mendusel duselkan kepalanya pada dada Amara, sepertinya bayi kecil itu sudah lapar karena bermain cukup lama.
Amara yang paham pun langsung membuka kancing bajunya, memang semenjak melahirkan Amara lebih sering bahkan selalu memakai baju yang berkancing alasannya agar lebih mudah untuk menyusui.
"Aku juga mau yang."
.
.
"lagi masak apa?"tanya Aram yang tiba tiba datang dari belakang dan memeluk pinggang Amara.
"hmmm kayaknya enak."kata Aram sambil mencium pundak Amara.
"kalau gitu lepas dulu pelukannya aku masih masak nih, kalau kayak gini aku susah gerak."kata Amara.
"biar kayak gini aja yang enak kalau meluk kamu dalam posisi ini."kata Aram menyandarkan kepalanya pada bahu Amara.
__ADS_1
"udah ya ini aku mau angkat ayamnya dulu." setelah mengatakan itu barulah Aram melepaskan pelukannya pada Amara.
cup cup
Aram mengecup bibir Amara sebelum berlalu menuju meja makan, sedangkan Amara tersenyum melihat tingkah laku Aram yang sangat manja hari ini.
.
.
"saya berulangkali mengatakan bahwa tuan Aram tidak ada di ruangannya dan nona masih juga tidak percaya."kata Sam mengejek pada wanita yang tampak sedang menahan amarah.
"Dimana dia?"tanya wanita itu dengan tatapan tajam.
Sam hanya mengedikkan bahunya.
"Kalau kamu tidak mau menjawab saya akan mencarinya sendiri."kata wanita itu angkuh.
"Untuk apa nona Raisa melakukan ini, bukankah nona bisa mendapatkan laki laki yang lebih baik dari tuan Aram tapi mengapa anda masih saja mengharap laki laki yang sudah beristri."
Raisa menatap tajam tepat Dimata Sam dan dengan tegas berkata.
"Aku hanya mengambil sesuatu yang sudah menjadi milikku dari awal."
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like dan vote ya
salam hangat dari author 😘