KELAM

KELAM
episode 30


__ADS_3

Ini alurceritanya maju mundur yaπŸ™πŸ™


happy reading 😘


.


.


.


Tak terasa terik matahari tadi sudah diganti oleh cahaya jingga dari senja yang selalu menampilkan keindahan warnanya.


"hahahaha."tak henti-hentinya Amara tertawa melihat tingkah tengil Farid.Dengan adanya Farid mood Amara langsung berubah,Farid seperti hujan yang mengguyur ketika hari panas.menyegarkan.


"aku kan nggak, kita ke sekolah untuk belajar jadi untuk apa belajar lagi dirumah, rumah itu tempat istirahat bukan untuk membebani otak lagi."kata Farid kesal mengingat tadi ia dimarahi oleh guru matematika karena tidak membuat pr.


"terus tadi kan aku ketiduran di kelas, dan ibuk itu marah lagi sama aku dia bilang *kalau tidur itu di rumah bukan di sekolah* jadi langsung aja aku ambil tas dan berdiri."Farid berceloteh seperti ibuk ibuk arisan yang menggibahi seseorang.


"saat aku sampai dekat pintu ibuk itu marah marah lagi, padahal kan aku nggak salah apa apa, dia yang bilang sendiri kalau tidur itu di rumah jadi aku pulang lah sebab aku ngantuk mau tidur."lanjutnya dengan wajah polos, saking polosnya pengen dipukul pakai palu.


Amara terkekeh mendengar cerita Farid, Farid memang anak yang di bilang pintar tidak tapi di bilang bodoh tidak juga, entah apa kata yang cocok untuk seorang Farid.


"emang ya wanita itu tidak pernah salah atau lebih tepatnya tidak mau di salahkan."dengan wajah mengejek Farid berkata.


"apa lagi tu si putri, kalau masakannya keasinan pasti nggak mau di bilang asin *ini bukan asin cuman kebanyakan garam aja* emang apa bedanya ya?"kata Farid meledek Putri.


PLAK

__ADS_1


dengan kesal putri menggeplak kepala Farid, sungguh ia sangat kesal dengan mulut Farid yang berceloteh tak henti henti.


"jangan dengarkan dia lagi Amara, bocah ini waktu lahir isi otaknya tinggal dalam perut tanteku, jadi gini lah jadinya."kata Putri kesal.


"ampun nenek, tolong ajarkan saya supaya pintar seperti nenek."kata Farid meledek Putri.


tangan putri langsung mendekati mulut Farid dan……


"awww swakwit putrwi."Farid berbicara dengan mulut yabg di cubit oleh Putri.


"ini mulut nggak pernah sekolah ya."kata putri melepaskan tangannya dari mulut Farid.


bahu Amara naik turun karena ketawa, pandangan putri dan Farid pun beralih menatap Amara yang tertawa cekikikan.




"aww aww sakit."kata Farid tapi itu tak membuat tangan Amara lepas dari pipinya malahan cubitan di pipinya menjadi lebih kuat.


.


.


.


"udah sore nih, aku pulang dulu ya."kata Amara berdiri.

__ADS_1



Farid dan Putri pun ikut bangkit dari kursi taman itu.


Putri berjalan mendekati Amara, tangan kirinya terangkat menyentuh pundak Amara dan ia mengelus lembut pundak itu.


"jika ada masalah cerita ya, aku siap dengerin kamu kapanpun dan jangan membuat diri kamu seolah kuat karena pundak ini tidak akan selalu kokoh menopang segala cobaan."kata Putri dengan lembut.


Amara mengangguk dan langsung memeluk putri.


"makasih put."kata Amara melepaskan pelukannya.


"makasih Farid, berkat kalian hari ini aku merasakan kehangatan itu lagi."kata Amara tersenyum lebar.


Hidup itu bukan tentang besok atau pun kemarin tapi hidup itu tentang sekarang, dimana waktu yang sedang kita lewati.


Jadi tidak perlu melihat jauh ke depan maupun jauh kebelakang karena yang harus kita pikirkan adalah sekarang, dimana waktu yang sedang kita lewati.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


salam hangat dari author 😘😘


__ADS_2