
Ternyata mengurus seorang bayi tidaklah semudah yang dibayangkan oleh Amara, banyak hal yang biasanya tidak ia lakukan sekarang sering bahkan selalu ia lakukan contohnya saja malam ini.
Malam ini Asa tak mau tidur matanya bahkan masih terbuka menatap Amara sambil tersenyum dan bergumam tak jelas.
Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat dan baby Asa sekarang telah berumur lima bulan.
Saat ini bayi tampan itu sangat amat menggemaskan dengan tubuh yang gempalnya apalagi mata bulat bermanik coklat itu yang selalu tertutup terbuka dengan tatapan polos memandang setiap orang yang lewat di dekatnya.
"bobok lagi ya dek mama udah ngantuk."kata Amara sambil menepuk pelan pantat bayi itu agar dia mau tertidur.
Bukannya tertidur bayi itu malah mau menelungkup tapi karena terhalang badan Amara sekarang hanya bisa menyamping seperti memeluk Amara.
Amara terkekeh melihat anaknya yang bersusah payah untuk terlungkup dan bahkan bibir Asa sudah melengkung kebawah tapi ia tetap berusaha menggeser tubuhnya.
Aram merasa terganggu dengan suara bising di sampingnya, saat ia membuka matanya hal yang pertama ia lihat adalah baby Asa yang sedang mencoba terlungkup tetapi terhalang badan Amara.
Aram terkekeh melihat itu, bayi bulat itu benar benar berusaha menggeser tubuh gempalnya.
"oakk oakk."karna tak juga bisa akhirnya bayi itu pun menangis, Amara yang melihat itu pun langsung mengambil Asa dan menelungkupkan di dadanya.
Amara mengeluarkan satu pay*dara untuk menyusukan Asa, posisi ini adalah posisi kesukaan Asa saat menyusu, ntahlah tapi bayinya ini memang luar biasa.
Tangan Aram mengelus punggung Asa agar anaknya lebih nyaman dan cepat tidur, ia kasian melihat Amara yang tiap hari harus bergadang karena Asa yang lebih aktif saat malam.
Akhirnya pada pukul dua dini hari Asa pun tertidur, dengan perlahan Amara menidurkan Asa ditengah antara ia dan Aram.
__ADS_1
setelah itu barulah Amara dapar tertidur.
.
.
"Hari ini aku pulang lambat karena ada meeting di luar kota."kata Aram menatap Amara yang sedang memasangkan dasinya. Saat ini mereka berada di dekat meja makan, mereka telah selesai sarapan.
Meskipun sudah mempunyai anak tapi Amara tetap memenuhi kebutuhan suaminya bahkan hal terkecil sekalipun.
"iya, jangan lupa makan kalau kamu lelah jangan dipaksakan pulang nginap aja di hotel dulu paginya baru pulang."kata Amara sambil merapikan rambut Aram.
Aram tersenyum melihat kekhawatiran Amara padanya, ia sangat menyukai saat Amara dalam mode cerewet seperti sekarang.
"Iya sayang."kata Aram mencium pipi kanan Amara.
.
.
Ting
...*Aram...
Aku nggak pulang masih banyak pekerjaan
__ADS_1
jaga diri dan Asa, besok aku pulang.
^^^Iya, hati hati mas*.^^^
Helaan nafas panjang terdengar jelas dari Amara, perasaan Amara campur aduk saat ini.
"apa yang harus ku percaya mas."kata Amara lirih menatap layar handphonenya lagi terpampang jelas sebuah foto sang suami yang sedang tertawa dengan memegang gelas, Amara tidaklah bodoh ia menyadari kalau gelas itu berisi alkohol.
"Semoga dugaan ku salah mas."kata Amara lalu ia mematikan handphonenya dan berbaring memeluk Asa yang tertidur sangat nyenyak.
Seakan tau mamanya sedang risau Asa pun tak banyak tingkah malam ini.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
salam hangat dari author 😘