KELAM

KELAM
Apakah ini nyata?


__ADS_3

"Hayooo, selamat pagi sayang".ucap seorang Nandra yang sukses membuat Akila terpengangah.


"Sayang, sayang, pala lu peang". Sinis Akila diiringi dengan gelak tawa sisi dan lia yang mengikuti lelaki itu.


Nandra apratama, satu-satunya teman laki-laki yang dimiliki Akila. Nandra juga tergolong kekatagori anak orang kaya, kedua orang tua nya bekerja sebagai pemimpin perusahaan cabang yang dimiliki harsa grup. Sudah sejak lama dia berteman baik dengan Akila dan juga sisi beserta lia tentunya.


Sisi dan lia, merupakan saudara kembar edentik yang kocak, hampir tak ada bedanya sama sekali. Entah bagaimana cara Akila dan endra bisa membedakan mereka berdua, padahal jika dilihat sekali pandang mereka benar-benar mirip. Bagaikan pinang yang dibelah dua.


"Ethh dah, lu kenapa si kila. Tu muka ditekuk ampe mengembang gitu udah kayak adonan bakwan aja". Celetuk sisi.


"Adonan bakwan... gak sekalian aja adonan kue bolu. Biar lebih ngembang tu muka". Endra menimpali sembari mengupas kacang goreng yang ada di meja.


"Nahh itu bisa jadi, biar lebih enakan dikit". Jawab lia asal,


Ketiga dedemit ini bikin pala gua makin puyeng aja, ya tuhan tolong hambamu ini, beri hamba kesabaran.


"Lu betiga tu yaa, kalo ngomong udah kayak knalpot bocor. Gede, tapi gak ada faedah." Akila tak terima dengan omongan teman-temannya.


"Sejak kapan lu ngomongin manfaat buk". Nadra


"Sejak gua tau kalo tempe ama tahu itu dibuat dari kacang yang sama". Akila


"Haaaa... Jadi selama ini lu dibelahan dunia mana ampe gak tau soal kacang tempe dan tahu Akila". Cicit lia


"Haeee". Akila mengusap-usap mukanya geram melihat nyirnyiran sahabatnya itu.


"Bodoh amat dah ama tempe tahu,,, ada masalah yang lebih gawat nih". Tutur akila mulai serius.


"Apa??". Jawab mereka serentak.


"Masalahnya adalah bapak kepsek udah mau lewat dan kita belum masuk kelas dijam pelajaran pertama dari tadi". Akila sedikit teriak yang langsung disambut panik oleh ketiga sahabatnya itu.


"Serius lo, jam berapa sekarang". Tanya Nadra.


"08.30". Akila menjawab santai.


"Ohh... Haaaaa, yang bener lo bodoh". Nadra memukul kepala Akila dengan buku paket Akila yang tebal nya hampir 5 cm, dan langsung berlari menyusul sisi dan lia yang sudah duluan mengambil star.


Mampus lu bertiga gua kerjain kan, mamam tu lari ngos-ngosan. Sembari mengelus-elus kepalanya karna pukulan Nandra.


"Shittt. Sakit juga ternyata". Upat Akila bergumam


"Kenapa sama mereka?". Tanya kepala sekolah bingung.


"Ehh.. Bapak. Selamat pagi pak. Ehh mereka.. Mereka gak apa-apa kok pak. Cuman ada pr katanya yang belum diselesain". Jawab akila berbohong.


"Kamu?".

__ADS_1


"Ehh.. Saya, saya udah dong pak. Kan saya anak teladan disini masa juara umum ngerjain pr disekolah kan gak lucu".


"Emm.. Ya sudah, sebentar lagi bel masuk, jangan lupa sarapan nak. Jangan sampai nanti gak konsen karna gak sarapan. Tadi ibumu bilang kamu belum sarapan".


"Bapak kerumah?".


"Ibumu menelvon, suaranya cukup lah, dia meminta bapak memastikan kamu untuk sarapan". Akila hanya mengangguk melihat bapak kepala sekolah itu berlalu.


Entah sejak kapan dia mulai diperhatikan bapak itu, yang pasti sejak ibunya mulai menjalin hubungan dengannya. Akila mulai merasa kehangatan dan kasih sayang dari seorang bapak yang selalu dia inginkan selama ini perlahan mulai nyata.


Kringgg Kringgg Kringg....


Suara bel pertanda masuk untuk memulai pelajaran jam pertama pun dibunyikan. Akila berjalan menyusuri lorong, dan menaiki tangga hingga kelantai tiga dengan senyuman manisnya. Semua mata tertuju kepadanya, tak terkecuali rian yang baru akan meninggalkan sekolahan untuk menuju ke kampusnya.


"Akila, Akila tunggu". Rian mengejar akila, namun akila menghindar dan berlari secepat mungkin.


Akhirnya Akila terlepas dari kejaran Rian dan perlahan memasuki ruangannya, namun tatapan tajam dan bringas seperti para singa yang kelaparan dan siap menerkam dari Sisi juga Lia, serta tatapan menusuk penuh intimidasi yang diberi kan Nandra sedikit membuat Akila merinding.


Akila duduk disebelah Nadra, dengan tawa yang ditahan.


"Hahhhh... ". Pertahanan tawa akila pun tak bisa diselamatkan, dia tertawa dengan gembiranya.


"Akilaaa..". Tatapan ketiga sahabatnya semakin tidak bersahabat.


"Oke.. Oke.. Sorry,, kalian gak sempat terjatuhkan?". Cicit akila disela-sela tawanya.


"Paduan suara yang indah,,". Tawa akila sedikit mereda sekarang mimik mukanya berubah menjadi datar dan Akila lagi-lagi melamun.


"Hayoo". Nadra menepuk bahunya, yang sontak membuat Akila kaget.


"Nandra, haruskah kamu mengagetkanku seperti itu?". Tanya Akila sinis.


"Ayolahh Akila, harusnya itu tidak perlu kalo kamu tidak melamun. Aku sudah berbicar panjang lebar bahkan sisi dan lia memanggilmu tapi kamu malah melamun dan tak menjawab. Aku perhatikan kamu semakin sering melamun akhir-akhir ini. Kenapa?". Tanya Nadra yang diikuti anggukan berbarengan tanda setuju dari sisi dan lia.


"Entahlah, kalian tau. Aku hanya melihat ada yang aneh dengan mama akhir-akhir ini".


"Aneh bagaimana?"tanya Lia penuh antusias.


"Seperti.. ". Alika belum menyelesaikan bucaranya tiba-tiba guru matematika dijam pelajaran pertama sudah memasuki kelas.


"Lanjutkan nanti my queen, ibu kiler itu tak akan memberi ampun untuk kita ber'empat jika kita terus bergosip". Cicit sisi dengan mimik muka takut yang dibuat-buat.


Jam pelajaran baru saja dimulai, namun segala kegiatan yang dilakukan siswa dan siswi terhenti karna mendengar sebuah pengumuman panggilan yang berulang.


"AKILA CAHYA PUTRI, HARAP SEGERA UNTUK MENDATANGI MEJA PIKET KARNA ADA KELUARGA MENUNNGGU". Suara microfon itu menggema keseluruh penjuru sekolah.


"Aku, kenapa? Ada apa yah?". Tanya akila pada Nadra. Namun Nandra hanya menggeleng tanda tak tau.

__ADS_1


Ada apa, kenapa Akila dipanggil kemeja piket. Batin Nandra gelisah


Akila langsung berlarian kemeja piket,


Siapa yang menemui aku? Apa mama? Tapi ada apa. Kila masih saja bermain dengan fikirannya.


"Kakek! ". Sapah akila.


"Kila, cucu kakek". Kakek langsung memeluk Akila.


"Kamu yang sabar yah nak! ". Cicit kakeknya


Degghhh


Ada apa ini, apa yang sebenarnya terjadi?


"Kek, ada apa? Kenapa kakek menangis?". Tanya Akila bingung. Namun kakeknya masih saja menangis dipelukannya.


"Kakek, tenanglah sedikit. Ceritakan sama Kila ada apa?". Tanya kila lagi.


"Tari.. "Ucapan kakek terjeda.


"Ada apa dengan mama kek," tanya kila mulai panik, badannya gemetar.


"Tari, mama kamu telah tiada sayang".


Deghhhh


Bagaikan mimpi mendengar ucapan kakeknya, Akila ambruk, dia hampir saja terjatuh untung saja Nandra sigap menangkapnya dan membopongnya ke kursi tunggu.


Apa ini mimpi ma? Mama bahkan belum melihat aku bahagia bersama kakak. Mama bahkan belum melihatku menemukan kakak. Kenapa mama tega meninggalkan Akila sendiri didunia ini ma. Akila terisak bendungan air matanya tak henti-hentinya menumpahkan segala isinya.


"Sekarang dimana mama kek?"suara akila datar, seakan dia tegar.


Walaupun hatinya remuk namun dia tak pernah menampakan kesedihannya, Akila menyeka air matanya. Dia membuat seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Dia dirumah kila, pemakamannya masih belum dilaksanakan. Kita akan melaksanakannya setelah kamu pulang". Tutur kakeknya.


"Lanjutkan pemakaman mama kek, akila baru akan pulang setelah mama dimakamkan. Akila tak ingin melihat mama terbujur kaku tampa ada suara, itu hanya akan menyisihkan ruang gelap yang makin dalam". Akila berlalu dan pergi dengan mengendarai motor matic miliknya..


❤❤❤❤❤


Heyheyheyhooo...


Jangan salah paham sama akila yah guys..


Akila hanya tak bisa menerima kenyataan kok..

__ADS_1


Bukannya jahat pada mamanya..


__ADS_2