KELAM

KELAM
episode 31


__ADS_3

Amara berjalan memasuki rumah dengan senyuman yang tak pernah luntur sedari tadi, hati yang begitu senang membuat auranya begitu terasa.



Setiap pembantu yang melihatnya pun ikut tersenyum, aura bahagia Amara seperti menular ke sekitarnya.



Satu hal yang Amara pelajari hari ini


jika kamu selalu mencari jalan keluar dalam suatu masalah maka kamu akan selalu dalam masalah itu tapi jika kamu mau melepaskan nya, maka hati dan juga raga kamu akan terlepas dari masalah itu.


mungkin akan sulit memahami kata kata itu tapi jika kamu berhasil memahaminya maka kamu akan tau arti yang ada di dalamnya.


cobalah lepaskan semua masalah yang ada padamu maka kamu akan merasakan kelegaan yang selama ini kamu cari, dan juga kesenangan yang terlalu lama tidak kamu rasakan.


"apa yang terjadi dek? sampai sampai mama selalu tersenyum sedari tadi."kata Aram yang bertekuk lutut di depan Amara dengan wajah yang tepat di perut Amara yang sudah terlihat menonjol.


sekarang mereka berada di dalam kamar dengan Amara yang duduk di atas ranjang dengan kaki selonjoran dan Aram yang duduk dilantai.


"apakah aku tidak boleh tersenyum?"kata Amara dengan bibir mengerucut.


dengan gemas Aram mencubit pipi cuby Amara.


"ih gemas deh sama bumil satu ini."kata Aram sambil menguyel nguyel pipi Amara.

__ADS_1


"jangan ih, sakit tau."kata Amara tambah cemberut mencoba melepaskan tangan Aram yang masih memainkan pipinya.tangan Aram pun terlepas dari pipi chubby itu.



Aram meletakkan kepalanya di pangkuan Amara tangannya melingkar di pinggang Amara dengan wajah yang terbenam di perut Amara.


"tetaplah tersenyum seperti ini aku suka itu, aku suka saat kedua lesung pipimu terlihat, itu sangat manis."kata Aram masih dengan posisi yang sama.


tangan Amara terangkat mengelus rambut Aram, halus dan lebat itu lah yang Amara pikirkan tentang rambut Aram, mungkin rambut Aram lebih halus dari pada rambutnya.


"aku tidak bisa berbohong pada diriku sendiri, jika hatiku sedang terluka maka senyuman ini akan langsung hilang karena itu lah aku tidak bisa berjanji."kata Amara masih terus mengelus rambut Aram.


dengan posisi seperti ini membuat mereka merasakan kenyamanan dan juga rasa cinta yang sama sama tumbuh di hati masing masing.


"aku berjanji tidak akan mengecewakan dan melukai kamu lagi."kata Aram menengadahkan kepalanya menatap Amara yang ternyata tersenyum kearahnya.


Aram menengadahkan kepalanya kembali menatap Amara, tangannya naik menggapai pipi Amara dan mengelusnya.


"aku mencintaimu, Amara."kata Aram tersenyum.


Amara tak mengatakan apapun, ia hanya tersenyum ketika mendengar ucapan Aram.


.


.

__ADS_1


.


hari berganti hari tak terasa sudah lima bulan saja usia kandungan Amara. sekarang perutnya sudah lumayan besar dan juga pipinya yang tambah cuby.


hubungannya dengan Aram pun menjadi sangat baik dengan Aram yang sangat perhatian kepadanya,semua hal yang Amara mau pasti Aram akan langsung mencarinya.


Untuk mama Rani ia tidak tau bagaimana pikiran mama Rani padanya karena sejak berbicara di taman mama Rani tidak terlihat lagi, Aram mengatakan kalau mama Rani tinggal bersama dengan Tante Rina.


Amara tak menyangka hidup yang ia kira akan menjadi begitu menyakitkan malah terbalik dari yang ia prediksi.


kini hanya kebahagiaan yang ia rasakan dan juga rasa cinta yang selalu dicurahkan oleh Aram.


Amara tak menyangka ternyata dengan ia melepaskan masalah dan mencoba menerima semuanya dengan ikhlas membuat ia merasakan kebahagiaan ini.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya πŸ˜‰πŸ˜‰


salam hangat dari author 😘😘

__ADS_1


mungkin author akan jarang postsπŸ₯Ί


__ADS_2