KELAM

KELAM
episode 63


__ADS_3

"Dia adalah anak aku dan kamu, sebulan setelah aku pergi aku dinyatakan positif hamil. Waktu itu aku benar benar depresi dan aku hampir menggugurkan kandungan ku waktu itu tapi syukurnya Allah masih memberi petunjuk padaku dan lihatlah dia sudah tumbuh besar menjadi gadis yang begitu manis."kata Amara mengelus kepala Ara.


Jelas sekali hubungan mereka saat ini disaat Amara mengucapkan *anak aku dan kamu* yang itu berarti tidak ada kata *kita* lagi diantara mereka.


"Bisakah aku memeluknya?"Aram menatap lirih pada Ara.


Bibir Ara membentuk senyuman memamerkan dua lesung pipi yang begitu mirip dengan Amara, ia berdiri dan berjalan mendekati Aram.


Dan dalam sekejap mereka pun saling mendekap dengan berjuta rasa yang bercampur aduk, dengan kehangatan yang dirasakan bersama.


Kepala Ara menyusup dalam dada Aram memeluk punggung lebar Aram.


"Maafkan papa sayang."Aram mencium pucuk kepala Ara.


Masih dalam dekapan Aram dia mengangguk.


Aram mengurai pelukan itu ia memegang kedua bahu Ara dan memperhatikan seluruh wajah putrinya dari dekat.


"Anak papa udah besar dan tumbuh cantik seperti mamanya."kata Aram mengelus pipi Ara.


"Tapi kata mama mata Ara mirip papa."


Aram memperhatikan mata anaknya dan benar mata mereka begitu mirip, warna yang coklat dan satu buah tahi lalat di ujung mata sebelah kanan.

__ADS_1


"ya begitu mirip."


"Bisakah kita memulainya dari awal Amara?"sebuah pertanyaan keluar dari mulut Aram membuat Amara langsung menatap kearahnya.


"Bukankah akan sangat menyenangkan hidup bahagia sebagai suatu keluarga."kata Aram.


Amara tersenyum dan menggeleng pelan.


"Maaf… tapi aku tidak bisa. Pernikahan bukan hanya penyatuan beberapa orang yang tinggal bersama tapi lebih dari pada itu, Semakin umur aku bertambah aku semakin menyadari kalau menikah adalah Ikatan yang sah antara dua orang tanpa ikatan yang memiliki komitmen dan tujuan mau dibawa kemana pernikahan ini dan yang paling penting prinsip yang harus dipegang teguh oleh kedua belah pihak dengan melakukan kesepakatan terlebih dahulu."



"Kewajiban dan hak yang harus dipenuhi, juga ada sebuah kesamaan antara kedua belah pihak, aku tidak mengatakan harus sama tapi memiliki sebuah persamaan."




"Jika ingin menjadi keluarga yang bahagia kita bisa tanpa harus aku dan kamu menikah kita bisa pergi keluar bersama sama dengan anak anak diakhir pekan menghabiskan hari berlibur ke pantai atau kemana saja."


"Tidak akan setiap saat tapi aku rasa anak anak pasti bisa memahami kondisi kita karena mereka juga sudah dewasa."ucap Amara menjelaskan panjang lebar.


Aram menghembuskan nafas panjang.

__ADS_1


"Mungkin sudah saatnya aku belajar menerima semuanya."kata Aram tersenyum walau tampak jelas ada kegetiran didalam mata bermanik coklat itu.


"Cukup susah awalnya tapi aku yakin jika kamu bisa ikhlas pasti ada kebahagiaan yang menantimu diujung sana."kata Amara.



"Aku meminta maaf dan berterima kasih karena sudah menghadirkan dua malaikat kepadaku disaat kamu dalam keadaan yang tidak baik tapi kami tetap berusaha menyelamatkan mereka."kata Aram merangkul kedua anaknya.



"iya, aku juga berterima kasih atas banyak pelajaran yang aku dapatkan karena kamu, mungkin sulit tapi kalau tidak karena itu mungkin aku tidak sebahagia ini hari ini."ucap Amara dengan senyum yang sama dimana mereka bertemu dulu.


.


.


...***TAMAT...


.


.


Sampai jumpa di novel author yang lain👋

__ADS_1


salam hangat dari author 😘***


__ADS_2