KELAM

KELAM
episode 51


__ADS_3

Komunikasi adalah sebuah tiang penting dalam suatu hubungan karena pasalnya suatu hubungan akan hancur jika komunikasinya kurang.


Banyak perceraian terjadi karena kurangnya komunikasi dengan pasangan tapi masih banyak masyarakat yang tak paham dari titik masalah ini.


kejujuran kepada pasangan adalah salah satu komunikasi yang kurang dipikirkan oleh orang orang, dengan menerima pasangan dengan baik itu malah dianggap masalah sudah selesai.


Padahal jika hati kita tidak bisa menerima dan kita memaksanya untuk menerima malah akan menimbulkan masalah baru.


Dan tak banyak masyarakat memilih hal itu dan untuk pelampiasan karena kekurangan pasangannya ia menjadikan orang lain menjadi penutup kekurangan itu atau sering disebut selingkuh.


Dan itulah yang terjadi pada Amara saat ini, diumur yang baru delapan belas tahun dan tidak pernah berpacaran sehingga ia menjadi tidak pelan terhadap apa yang diinginkan atau tidak oleh Aram.


Sehingga ia menjadi egois dan hanya merasa dialah yang merasa tersakiti disini, padahal ia tak tau apa yang dirasakan oleh pasangannya.


Dan begitu juga dengan Aram, ia tidak bisa jujur mengatakan apa yang ia inginkan dan memilih untuk diam dan menerima sifat Amara padahal ia juga ingin istri yang lebih perhatian dan juga memenuhi kebutuhannya yang lain.


Amara menatap Aram yang sedang tertidur lelap sambil memeluk sang anak, banyak yang Amara pikirkan saat ini.


Kemungkinan kemungkinan yang terus terpikir oleh Amara.

__ADS_1


Ia ingin mengatakan pada Aram tentang foto itu dan juga ia takut jawaban yang akan diberikan oleh Aram akan menambah sakit hatinya.


"Ada apa?"tiba tiba mata Aram terbuka dan membuat Amara merasa seperti pencuri.


Tapi Amara sangat kagum akan sifat peka Aram, meskipun matanya tertutup ia tetap tau kalau Amara menatapnya.


Amara menggeleng.


"kalau ada yang mengganggu pikiranmu katakan saja."kata Aram mengelus pipi Amara.


Amara terdiam batinnya kembali berkecamuk.


"Aku…hmm aku…" Amara menatap Aram ragu.


"Aku…hmmm… aku ingin keluar rumah pengen jalan jalan sama kamu sama Asa juga, aku cuman pengen itu."kata Amara ia menunduk menatap Asa yang masih terlelap, rasanya ia ingin menangis saat ini kenapa dirinya begitu penakut.


Senyum hangat Aram hilang, wajahnya berubah serius ia menatap wajah Amara yang menunduk.


"Aku tidak bisa, maaf."kata Aram ia beranjak dari tempat tidur.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak boleh keluar, aku seperti burung dalam sangkar emas mas walaupun dapat melihat dunia luar aku juga tidak bisa merasakannya." dalam satu tarikan nafas ia mengatakan itu.


"Atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan diluar sana." ucap Amara lirih sangat lirih.


Langkah kaki Aram terhenti saat mendengar kalimat terakhir Amara, melihat itu hati Amara menjadi yakin akan foto itu.


"Jangan terlalu banyak berfikir itu akan membuat otakmu akan semakin pusing, alasannya sudah aku bilangkan."


"Tapi kejadian itu sudah mau setahun mas dan aku juga sudah tidak ada komunikasi sama Putri dan Farid, aku tid…"


"JANGAN SEBUT NAMA LAKI LAKI LAIN DIHADAPAN." bentakan itu mengejutkan Amara dan ia kembali tidak bisa bersuara.


Karena teriakan Aram Asa juga terbangun, Amara menepuk pantat Asa pelan agar bayi itu kembali tertidur, sedangkan Aram ia sudah pergi dari kamar.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


See you next chapter 👋


__ADS_2