
Aram POV
"kenapa tidak langsung kamu berikan makan siang tadi kepadaku?"kataku ,berbaring disampingnya yang sedang terlentang diatas kasur.
"Tadinya aku mau menunggu tapi aku juga ingat kalau aku tidak boleh duduk terlalu lama karena itu aku menitipkan nya pada resepsionis."kata Amara menatap ku.
Aku hanya tersenyum dan diperut ku terasa banyak kupu kupu berterbangan ,benar benar membuatku melayang.
Ini benar benar membuatku gila.
tangan ku terangkat untuk menyentuh perutnya tapi tiba tiba ia memegang tanganku.
'apa dia melarang ku menyentuh perutnya?'tanyaku dalam hati, sungguh nafasku tercekat saat ini.
Lalu ia bangkit dengan tangannya yang masih menggenggam tanganku,akupun mengikuti nya.
Sekarang kami duduk berhadapan dia menatapku dalam yang membuat aku malah salah tingkah.
"mas…"panggil nya.
jangan tanya bagaimana ekspresi ku saat ini,aku benar benar seperti orang bodoh karena panggilan lembut darinya.
walaupun ia sudah beberapa kali memanggil ku seperti itu tapi ekspresi ku masih sama seperti pertama kali.
tidak usah ditanya bayangkan saja jika kamu melihat orang yang paling kamu sukai memanggil mu dengan suara yang lembut apalagi dengan panggilan yang kamu sukai.
"i…ya."kataku gagap.
__ADS_1
entah kemana sifat arogant ku tapi yang pasti dia benar benar membuat aku berubah.
"aku mau bicara serius."katanya dengan mengelus tanganku.
tampak jelas ia mengambil nafas dalam dalam,membuat ku merasa tambah takut akan hal yang akan ia sampaikan.
"jadilah kamu yang seperti dulu mas."katanya pelan menatap kearah mataku.
"mak…sudnya?"aku tau maksud dari ucapan itu tapi mau bagaimana lagi rasa itu sudah merajai hatiku.
"jangan mencintai ku.jadilah kamu yang dulu,yang tidak memiliki rasa apapun padaku selain rasa kasihan."kata Amara menatapku.
badanku luruh seketika ,inilah yang aku takutkan.
Rasa sesak didadaku Langsung terasa,ada sebuah emosi yang tidak tau itu apa yang ingin keluar dari hatiku tapi tidak bisa yang hanya membuat dadaku tambah sesak.
"Kenapa tidak boleh?"tanyaku dengan suara yang lirih.
"aku tidak mau kita saling menyakiti mas."kata Amara dengan suara pelan yang lembut.
"yang mana yang tersakiti?aku mencintaimu tulus bukan ada maksud lain."kata Aram dengan suara bergetar.
"cinta itu yang akan menyakiti kita mas."jawabnya lagi.
"kau yang tersakiti karena perasaan yang tidak ada balasan dan aku yang sakit karena perasaan bersalah melihatmu."kata Amara menatapku dalam.
"aku akan bertahan Amara sampai rasa ini dapat menerima balasannya.cintaku tak selemah itu Amara."kataku sungguh sungguh.
__ADS_1
"aku tau cintamu kuat tapi aku takut hatimu yang semakin melemah dan menghantarkan rasa sakit padamu nantinya."jawabnya lagi.
"jika aku bisa, aku sudah menghilangkan rasa ini Amara,tapi aku tidak bisa semakin ku coba semakin sesak dadaku dibuatnya."kataku menunduk.
"izinkan rasa ini tetap ada Amara."pintaku pelan dengan kepala tertunduk.
"baiklah ,tapi aku sudah mengingatkan mu jangan sampai cinta itu membuatmu menjadi egois yang malah akan merusak semuanya."kata Amara tegas.
aku hanya mengangguk dan tanpa aku sadari sebuah senyuman telah terpatri di bibirku, melengkung dengan sempurna.
rasa bahagia memenuhi rongga rongga hatiku dengan rasa sejuk yang ia bawa.
'semoga yang aku pikirkan tidak terjadi.'
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉
salam hangat dari author 😘😘
__ADS_1