KELAM

KELAM
cerita pendek


__ADS_3

Angin semilir mengenai pipi bulat gadis itu, duduk menyamping diatas motor sambil menatap langit senja yang begitu indah.


"pak kenapa pohon nangka mempunyai batang yang besar dan ranting yang kuat sedangkan semangka diciptakan dengan batang yang rapuh dan juga kecil padahal kan dia berdua sama sama buah yang besar."kata gadis itu menatap beberapa pohon nangka yang dilalui motor itu.


Bapak yang mengendarai motor itu terkekeh mendengar pertanyaan gadis bulat itu, ia memelankan laju motornya dan mulai menjawab.


"Buah nangka itu besar dan untuk menahannya butuh batang dan ranting yang besar dan kuat juga."jawab bapak itu lembut.


"Kalau semangka?"tanya gadis itu masih belum puas dengan jawaban bapak itu.


"Begitu juga dengan semangka karena ia tumbuh menjalar ditanah maka ia memiliki batang yang lunak agar ia mudah menjalar."jawabnya dengan penuh perhatian.


"Oooo gitu ya, tapi kenapa nggak diciptakan aja pohon mereka sama besarnya, pohon semangka dibuat besar kayak pohon nangka?"


Entah mengapa pertanyaan tak masuk akal tiba tiba terluncur saja dari bibir gadis manis itu.


Kembali terdengar kekehan ringan dari mulut bapak yang mengendarai motor.


"Coba anak bapak pikirkan apa yang terjadi kalau itu terjadi."


Kening gadis itu berkerut.


"Buah semangka jika berbatang besar pasti dia akan hancur saat jatuh sedangkan nangka memiliki kulit yang tebal meskipun ia jatuh dia tidak akan pecah."jelas bapak tersebut.

__ADS_1


"Allah tau porsi pada setiap setiap makhluknya, disebutkan dalam surat At-Tin Ayat ke 4 *Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya* ."


Gadis manis itu terdiam.



"Terkadang kita selalu mencari celah sesuatu yang buruk pada diri kita, sedangkan kelebihan kita menjadi terpinggirkan. Kita menjadi lebih tertarik dengan hal hal yang sebenarnya itu bukanlah sifat kita atau kemauan diri kita."



"Kita selalu memaksakan diri kita menjadi orang lain sehingga kita tidak lagi mengenal siapa kita, apa yang kita senangi dan apa keinginan diri kita sendiri."




"contohnya pohon kelapa itu, apakah anak bapak pikir pohon itu tumbuh langsung setinggi itu."kata bapak itu menunjuk pohon kelapa yang cukup jauh dari jalan.



"Dulu dia juga pernah kecil, dulu dia juga berebutan dengan tanaman lain untuk mendapatkan makanan dari tanah, dia sebesar itu juga dengan proses yang cukup lama."


"Tapi apakah ia tumbuh sebesar ini jika ia menyerah dahulunya? tidak nak, dia selalu berusaha dan inilah hasil dari usahanya ia menjadi besar dan kokoh."kata bapak itu.

__ADS_1


Gadis itu menatap punggung lebar laki laki paruh Bayah tersebut.


"Tujuan adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita, dengan selalu menjadi diri sendiri tanpa membandingkan dengan orang lain karena ini kemampuan kita dan jika bisa ditingkatkan, tingkatkan terus apabila tidak bisa maka berhenti, jangan memaksa sesuatu yang tidak seharusnya berada dijalan itu."


"Ikhlas menerima diri sendiri adalah kunci kesuksesan dan terus berjuang sampai batas diri sendiri tentukan."


Akhirnya motor itu pun berhenti di halaman rumah yang begitu asri.


"Terima kasih pak atas semuanya."


.


.


.


bersambung


Dan bapak itu sudah pergi dengan senyuman diwajahnya meninggalkan kenangan yang tak pernah hilang diingatan.


.


see you next time

__ADS_1


__ADS_2