KELAM

KELAM
Episode 59


__ADS_3

Mata Amara langsung melebar saat mendengar perkataan Aram dan dengan sekuat tenaga Amara langsung mendorong tubuh Aram menjauh darinya.


"Aku tidak mau!" bentak Amara menjauh dari Aram.


Aram tersenyum tapi senyumannya begitu menakutkan untuk Amara.


"Kau istriku kan? namun mengapa kamu menolak permintaan ku ini hmm?" tanya Aram berjalan mendekati Amara.


"Jangan sentuh,aku tidak mau disentuh sama kamu lagi."kata Amara memukul tangan Aram yang mau menyentuh pundaknya.


"kau memang menyukai kemarahan ku Amara."kata Aram dengan raut wajah yang berubah serius.


Dengan gerakan cepat tangan Aram langsung menarik tangan Amara dan menyeret ke kasur.


bruk


Amara terjatuh tapi dengan cepat ia langsung berguling dan turun di kasur yang sebelah kanan sedangkan Aram di sebelah kiri kasur.


"Amara!!"tekan Aram.


Amara menatap kearah mata Aram dan jelas bahwa kemarahan membara di dalam dirinya.


Dengan cepat Aram berlari menangkap Amara tapi sebelum Amara tertangkap amat sudah berlari menjauh dari Aram.


Terjadilah aksi kejar kejaran antara suami istri itu.

__ADS_1


Tapi tak sampai dua menit tangan Amara sudah didapat oleh Aram, kembali dengan kasar Aram menyeret Amara kekasur dan dengan cepat Aram mengikat kedua tangan Amara dengan dasinya dan kembali ia ikat di kepala ranjang.


Amara menggeliat menggeliat mencoba agar bisa terlepas.


Aram kembali tersenyum sambil mencengkram pipi Amara.


"Kamu sangat liar sayang."kata Aram lalu mencium bibir Amara tapi saat bibir mereka bertemu Amara langsung menjauhkan kepalanya lalu dengan cepat dia membenturkan kepalanya dengan kepala Aram.


"Jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan itu." Amara menatap tajam Aram.


"Kamu benar benar menguji kesabaran ku Amara." gigi Aram bergelutuk.


"Jika cara kasar yang kamu sukai maka akan aku kabulkan."


Aram langsung merobek baju Amara hingga kancing bajunya berserakan dilantai, Amara tetap menggeliat karena kakinya yang di dudukkan oleh Aram membuat ia tak bisa berbuat banyak.


Tangan Amara sudah memerah karena ia terus menariknya dan air mata sudah mulai mengalir di pipinya.


Tubuh bagian atasnya sudah terpampang jelas tanpa ada yang menutupi.


"Kamu sangat seksi sayang."kata Aram mendekatkan wajahnya pada Amara tapi lagi lagi Amara membenturkan kepalanya ke kepala Aram dengan sekuat tenaga.


Tatapan tajam penuh amarah dilayangkannya pada Aram dan dibalas tak kalah tajam oleh Aram.


Aram menarik rambut Amara dengan kuat hingga ada beberapa rambut Amara yang tercabut.

__ADS_1


"Kepalamu benar benar keras." kata Aram.


Kepala Amara benar benar terasa pusing saat ini, karena benturan dua kali tadi dan juga jambakan Aram.


"Demi tuhan jika kamu melakukan hal itu padaku saat ini maka ini adalah yang terakhir kalinya kita lakukan." kata Amara menatap dalam mata Aram.


"Dan… setelah ini kita tidak akan memiliki hubungan apapun lagi." lanjut Amara.


"Tak akan ada yang bisa memutuskan hubungan kita, tidak akan ada."Kata Aram lalu ia melanjutkan kegiatannya pada tubuh Amara.


Malam itu mereka melakukannya dengan kehampaan di dalam hati masing-masing.


Bibir Amara yang berdarah karena dia gigit kuat kuat agar dia tidak membuka mulut mengeluarkan suara laknat itu.


Amara menutup matanya dan berdoa besok adalah hari yang lebih baik dari hari ini.


.


.


bersambung


jangan lupa like dan vote


salam hangat dari author 😘

__ADS_1


see you next time


__ADS_2