Keteguhan Hati

Keteguhan Hati
Mimpi


__ADS_3

Malam itu dingin sekali, karena tadi hujan turun cukup lama. Rumah itu gelap, hanya lampu teras yang menyala. Semua penghuninya sudah terlelap dalam mimpi mereka masing-masing.


Mila menarik selimutnya. Udara yang dingin membuat beberapa orang menjadi sering buang-buang air, tak terkecuali Mila. Dengan malasnya ia keluar kamar dan berjalan menuju kamar mandi. Di rumah itu hanya ada satu kamar mandi.


" Hah... masih jam 03.45 " Mila melihat jam diruang tengah sambil menguap


" Haaaa... jam setengah empat lewat!" Jerit Mila


" Maak... kesiangan kita " belum sempat Mila berlari bermaksud membangunkan Mai kakinya berhenti mendapati mamaknya sedang Shalat beberapa meter dari tempatnya berdiri.


\=\=\=\=


" Bagaimana tadi hasilnya bang? " perempuan itu bertanya sambil menata makanan dimeja


" Sepertinya sudah ada yang punya " Jawab laki-laki itu.


" Selagi janur kuning belum melengkung, masih boleh la usaha " ucap Amira sambil menarik kursinya


" Hm... Kita lihat saja nanti! " jawab laki-laki itu menghela nafas


\=\=\=\=

__ADS_1


Mila mengambil mushabnya, dia membacanya perlahan sambil mentadabburi makna demi makna dari ayat yang dibacanya.


Pagi itu Mila merasa sangat mengantuk. Tak biasanya dia tidur setelah Shalat Subuh.


Sekali-sekali tak apalah fikirnya. Dia membaringkan badannya di kasur masih menggunakan mukena. Mila pun tertidur


Labbaikallahumma labbaik...


Labbaikalaa syarii kalakalabbaik...


Kalimat Talbiah itu berulang-ulang di sebutkannya, matanya berkaca-kaca tak percaya bahwa saat ini dia berada di tempat suci, tempat yang selalu di rindukan ummat muslim sedunia.


Tangannya menggenggam erat tangan laki-laki yang berada begitu dekat dengannya. Mata laki-laki itu begitu teduh, badannya yang tinggi membuatnya merasa terlindungi dari banyaknya orang yang tawaf seperti mereka. Senyumnya begitu menyejukkan, membuat siapa yang melihatnya terpesona.


Laki-laki itu tidak berkata apa-apa, tapi perhatian yang diberikannya kepada perempuan itu mengartikan ada cinta yang sangat besar dihatinya.


Perempuan itu mengambil gelas yang di berikannya. Terimakasih ucapnya. Laki-laki itu lagi -lagi tersenyum.


Kok... tiba-tiba hujan, perempuan itu berdiri dan melihat keatas. Ini air apa? kan kita dalam ruangan beratap fikirnya


" Mila...mila " Mai memercikkan air

__ADS_1


" Astaghfirullahal 'adzim... " ucap Mila


" Mimpi rupanya " ucapnya lagi


" Mimpi apa kau? " tanya Mai


" Gak apa-apa kok mak, cumak mimpi biasa aja, kelamaan tidur aku " Mila menggaruk pipinya yang tak gatal.


" Kuliah apa tidak kau hari ini? kalau iya cepat la kau mandi. Si Arif udah datang itu kata abangmu nanti kau diantar saja sama dia " ucap Mai panjang lebar


" Aku mak..sama bang Arif, siapa bang Arif tu mak? " Mila hendak keluar melihat orang yang dimaksud mamaknya


" Arif itu anak buya yang punya pesantren itu, semalam kan kemari dia "


" O, bang Dzaki "


" Halah.. Arif kah, Dzaki kah, satunya orangnya!, cepatla kau mandi sana. Nanti lama orang tu menunggu "


" Iya mamak ku, kenapa pala diantar aku kuliah, biasanya aku pigi sendiri mak! " jawab Mila menarik-narik tangan Mai


" Mana la mamak tau, abangmu yang mengajak tadi! " jawab Mai keluar dari kamar

__ADS_1


Ada apa ini fikir Mila. Mimpiku tadi... bang dzaki.. di Makkah. Mila duduk di kasurnya sambil mengingat-ingat mimpinya. Pipi memerah.


__ADS_2