Keteguhan Hati

Keteguhan Hati
Rumahku


__ADS_3

Pagi yang cerah di langit kota Malang. Perempuan paruh baya itu merentangkan tangannya menghirup udara pagi dalam-dalam. Rindu.... sudah belasan tahun dia tidak menginjakkan kakinya di kota kelahirannya ini.


" Ummi... kenapa belum siap-siap? " tanya Amira yang sudah memakai mukena menggandeng tangan Zizi yang juga sudah rapi dengan mukenanya


" Ummi sudah siap kok! tinggal ambil mukenanya, tunggu sebentar! " Ana melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar


" Abi... ayo! " ucap Zizi


" Kita jalan kaki saja ya! " ucap Dzaki yang sudah rapi dengan baju kokonya


Dzaki dan keluarganya berjalan kemasjid untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Sesekali Zizi meminta di gendong karena merasa kelelahan.


" Gendong Zi napa tok! " pinta Zizi pada buya Latif


" Ayo..mana sini biar atok gendong, aaaghhh.... gak telap atoknya " buya Latif merasa tidak kuat mengangkat cucunya


" Ah...atok Zi kan gak berat, yakan nek! " Rengek Zizi pada ummi Ana.


" Zizi udah besar lo, udah dua tahun " ucap Hasan sambil menggendong Zizi


Limabelas menit kemudian mereka sampai. Jamaah shalat Idul fitri sudah ramai berdatangan memenuhi mesjid sampai ke halamannya.


Takbir berkumandang meng-agungkan kekuasan-Nya.


Dzaki akan melalui hari-harinya lagi disini. Di kota Malang kota bunga, kota pendidikan. Tapi hari yang dilaluinya pasti akan terasa sangat hampa, karena rasanya sebagian hatinya tertinggal di Sumatera.


\=\=\=\=\=


Ini kali pertama perempuan bergamis itu mengundang teman-temannya datang bersilaturahim kerumahnya. Sebelumnya memang perempuan itu sudah meminta izin terlebih dahulu kepada ayahnya.


" Gak terasa ya udah lama kali kita gak jumpa! ucap Ahmad sambil memasukkan kacang ke mulutnya.


" Baru lebih 3 tahunnya, udah beruban aja kau kutengok! " ucap Erwin

__ADS_1


" Jangan maen fisik la kau, nanti kena pasal kau!" ucap Ahmad kesal


" Ah... ribut kali pun klen, eh..Video call dulu kita, sini dek ikut, kakak kenalkan sama sahabat kakak! " ucap Mila memanggil Zahira


Zahira gadis malaysia yang bertemu Mila di perpustakaan kemaren adalah adiknya Ahmad. Ternyata orang tua Ahmad tinggal di Malaysia, sedangkan Ahmad sewaktu sekolah tinggal bersama neneknya di Indonesia.


Ahmadlah laki-laki yang ingin dikenalkan Zahira kepada Mila. Dan ternyata Uni perempuan yang waktu itu bersama Ahmad saat Ahmad meninggalkan Zahira di perpustakaan. Dunia ini sempit ya!


" Assalamu'alaikum.... rinduu!"


" Wa'alaikumsalam, sama la woy...aku juga " Juna melambaikan tangan


" Eh...kok ada Memet? " ucap Juna


" Napa, Rindu kau sama ku! " ucap Memet eh Ahmad yang tetap memakan kacang


" Iya kemaren ketemu di jalan jadi aku pungut aja " ucap Mila


" Hahaha..., itu siapa tu kok cantik kali? "


" Apa? Kok cantik? untung gak macam Ahmad muka kau dek! "


Zahira tersenyum, Uni dan Aisyah juga menyapa Juna. Juna tidak pulang lebaran ini. Dia ingin menghabiskan waktunya yang hanya tinggal beberapa bulan lagi bersama mamanya. Sebenarnya dia sangat betah disana, tapi karena janji pada ayahnya, dia harus segera pulang setelah menyelesaikan pendidikannya.


" Mana Catin? ( maksudnya calon pengantin ), kok sombong kali dia! udah di lupakannya aku! " ucap Juna


Mila menekan ikon kamera dilayar Handphonenya menunjukkan Erwin yang sedang makan soto bersama Aisyah.


" Heh... belum muhrim Ewinawati, jangan dekat-dekat dulu, nanti kau khilaf!" omel Juna


Erwin dan Aisyah akan menikah minggu depan, kedatangan Erwin waktu itu kerumah Mila sebenarnya juga ingin menanyakan keberadaan Aisyah dan keluarganya yang saat itu sedang tidak ada di rumah. Kemudian minggu depannya Erwin datang melamar.


" Bising kalipun kau, udah gak bisa datang kau nanti. Merajuk aku!" ucap Erwin

__ADS_1


" Oo... jadi pake merajuk-merajuk ini! (maksudnya ngambek), oke, gak kawan la kita! " ucap Juna


" Pulang napa Jun, masak aku nikah kau gak ada! " Erwin merengek seperti anak kecil, Aisyah yang melihatnya menahan tawa, calon suaminya yang gagah menawan bisa bertingkah seperti ini gumamnya dalam hati.


" Rupanya kok aku gak ada gak sah nikah mu hah?, maklum la Win... 3 bulan lagi aku baru bisa pulang, kok gak kau undur aja nanti nikahnya lebaran haji biar sama kayak Mila! " ucap Juna


" Haaaah!!" semua yang mendengarkan ocehan Juna terkejut dan melihat Mila.


" Eh... pokoknya nanti kau pulang kita reonian ya Jun, gak usahla nunggu sepuluh tahun, kelamaan 4 tahun aja!, udah dulu ya Juna, sehat-sehat disana. Assalamu'alaikum da...." Mila mematikan teleponnya.


Ruang tamu itu hening seketika semuanya saling pandang, Mila salah tingkah dan memilih pergi ke dapur.


" Mba... ada yang di rahasiakan dari Aisy? " Aisyah mengejar Mila


" Tidak ada dek! "


" Yang dibilang Juna barusan? "


" Hah... ntahlah, jangan banyak tanya, kakak sedang tidak mau membahas itu " ucap Mila


Ada perasaan luka di hatinya, sakit. Rasanya takdirnya sedang dimain-mainkan oleh Allah. Astaghfirullah... Allah yang maha tau, skenarionya pasti lebih indah dari skenario sutradara profesional. Allah memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Perempuan yang baik akan berjodoh dengan laki-laki yang baik pula.


.


.


.


.


.


****Assalamu'alaikum, selamat hati Raya pembaca setiaku, maaf lahir dan batin ya, Milatul Ulya dan keluarga lebaran duluan nih..hehe, terimakasih yang udah mau terus baca karyaku, mohon kritik dan sarannya juga ya semoga makin bagus karya ini.

__ADS_1


Dan jangan lupa, like, favorit, Vote and share supaya makin banyak yang baca 🤗🤗****


__ADS_2