
Idul Fitri, takbir berkumandang sahut menyahut, tak ada kata mudik untuk bumil yang satu ini. Dia dan suaminya hanya berlebaran dirumah saja. Mengingat beresikonya penerbangan untuk ibu hamil.
Sedih? pasti sedih, bagaimana tidak. Disaat semua berkumpul silaturahmi dirumah orang tua, Mila hanya bisa melihat mereka melalui sambungan vidio.
"Mamak, Ayah, maaf lahir batin, ya. Mila rindu...." perempuan manis itu menyeka air matanya, menahan jangan sampai air matanya semakin deras.
"Iya sayang, ayah dan mamak sudah memaafkan!, sehat-sehat disana kau ya. Jangan banyak pikiran, sehatnya kami semua disini. Tahun depan insya Allah jumpanya kita lagi. Jangan menangis!" Mai melihat Mila mulai terisak.
Arpin pun tak terlihat lagi di panggilan vidio itu.
"Mana ayah, mak?"
"Oh, ayahmu! itu kedepan ada tamu rupanya. Sudah lah dulu teleponnya ya, mamak mau buatkan minum dulu. Baek-baek kau ya,Inang. Dzaki... titip anak mamak ya, nak!"
"Iya, mak." jawab Dzaki, memeluk istrinya, menguatkan. Panggilan itu ditutup dengan penuh emosional. Mila membalas pelukan itu dengan isakan yang tak dapat ditahan lagi.
Laki-laki itu memeluk dengan penuh kasih sayang. Dia bisa merasakan, betapa merindunya istri manisnya itu kepada kedua orangtuanya. Jarak yang sangat jauh seperti ini adalah hal baru untuk istrinya itu.
"Kita lebaran ke rumah bi Lastri yok, dek!" mungkin berkunjung kesana bisa mengurangi sedikit kesedihan istrinya itu. Bi Lastri juga sudah mereka anggap sebagai keluarga mereka sendiri.
Mila menyeka air matanya, ayo mas! ucapnya tak sabar, berlalu menuju dapur, menyiapkan beberapa makanan untuk dibawa kerumah bi Lastri.
\=\=\=\=
"Kenapa, abang pigi tadi. Kecarian jadinya si Mila. Belum puas nampaknya dia tadi menengok ayahnya!" Mai menghampiri Arpin yang sedang duduk diteras.
Tak ada tamu yang datang, Mai berbohong,hanya ada mereka berdua dirumah, Zain dan istrinya masih dalam perjalanan menuju kesana. Sedangkan Nando masih di masjid membereskan tikar-tikar yang masih membentang sebagai alas para jamaah sholat Idul Fitri.
"Tak bisa aku menahan air mataku, rindu kali rasanya makin nampakku mukanya! Andai saja duitku cukup untuk kesana, sudah disana kita, dek. Udah lebaran di Malang kita." Arpin merasa sangat merindukan borunya itu.
"Sudah rezekinya untuk tinggal disana bang, do'akan saja lah."
__ADS_1
Mai masuk kedalam rumah. Meninggalkan suaminya sendiri di teras, mungkin suaminya itu membutuhkan waktu untuk sendiri.
\=\=\=\=\=
"Maaf pak, hanya ada ini!" beberapa kue dalam toples diletakkan bi Lastri diatas meja, dengan empat gelas teh panas.
"Gak apa-apa,Bi. Anak-anak bibi kemana?"
"Anak-anak saya sudah pergi sama teman-temannya. Begini lah pak, kalau dikampung." jawab Lastri yang merasa canggung menerima kedatangan majikannya itu. Wajahnya tampak cemas, karena sebentar lagi jam makan siang. Dirumahnya hanya ada sop ayam, yang hanya tinggal sedikit.
Mila sepertinya mengerti isi kepala bi Lastri.
"Bi, tadi di persimpangan jalan kesini. Saya lihat warung bakso yang lumayan rame bi! Kita beli yok,Bi" ajak Mila, dia sekilas memandang suaminya. Dzaki paham, dia menganggukkan kepala.
Mila dan bi Lastri pergi kewarung bakso dengan menaiki sepeda motor bebek bi Lastri, meninggalkan Dzaki bersama mamang yang terus mengobrol kesana kemari.
Namanya juga lebaran, warung bakso adalah tempat yang sangat ramai disinggahi oleh orang-orang yang bepergian.
Mila mendekat kemeja kasir, ada laki-laki tinggi berwajah kearab-araban juga sedang berdiri disana. Sepertinya juga hendak membayar.
"Semuanya 85.000, Mba." ucap perempuan dimeja Kasir.
Mila memberikan satu lembar uang merah, memberikannya. Saat menunggu kembalian, kantong plastik yang berisi baksonya tak ada ditempatnya, hanya menyisakan satu kantong plastik yang berukuran lebih kecil.
Mila melihat sekeliling, netranya berhenti pada sosok laki-laki yang tadi disebelahnya.
"Afwan ustadz, hadza milkiyyun, yatimmu tabdiilul bilastiki ladaina." Mila memberanikan diri, menyapa laki-laki itu dengan bahasa Arab yang sangat terbatas.
Laki-laki dihadapannya tampak seperti sangat letih. Namun tak memudarkan ketampanannya. Matanya yang besar dengan warna kecoklatan, alisnya yang tebal serta hidungnya yang mancung bak Aladin yang sedang membeli bakso.
"Oh, maaf. Saya salah bawa plastik, ya?" pandangannya beralih kemeja kasir.
__ADS_1
"Sekali lagi maaf ya,ukhti. Saya terlalu capek, jadi kurang konsentrasi." ucapnya menyunggingkan senyum.
"Saya belum tidur dari semalam, istri saya sedang lahiran di rumah sakit." tambahnya lagi.
"Oh, tidak apa-apa, Pak. Jadi, sudah lahir anaknya?"
"Alhamdulillah, sudah. Dulu istri saya pernah keguguran, sekarang Allah menggantinya dengan memberikan kami anak kembar."
"Alhamdulillah, kalau begitu,pak. Saya ikut bahagia. Semoga keduanya sehat, ibunya juga semoga cepat pulih." ucap Mila yang ikut senang membayangkan dua bayi kembar itu.
"Kenalkan saya, Faruk. Kalau ada waktu silahkan berkunjung kerumah sakit." tak sengaja matanya terfokus keperut Mila yang sudah nampak besar.
"Oh, iya pak! tadinya saya pikir bapak orang arab, haha...." Mila terlupa dengan baksonya.
"Maaf, pak Faruk. Saya harus pulang. Nanti baksonya keburu dingin." Mila bergegas keluar, menghampiri bi Lastri yang sudah menunggu diluar.
Pertemuan singkat itu berbekas dihati Mila, tangannya mengelus perutnya perlahan. Ya Allah, berikan anak hamba hidung seindah hidung laki-laki tadi, ucapnya. Seketika bayangan wajah suaminya berkelebat diingatannya.
"Astaghfirullah, bagaimana mungkin aku menginginkan anakku ini mirip dengan orang lain, bukan ayahnya. Masku juga mancung kok, gak kalah ganteng!" ucapnya pada dirinya sendiri.
"Maaf,Neng. Bibi gak dengar, neng ngomong apa!" ucap bi Lastri yang sedang mengendarai motor bebeknya.
"Enggak, bi. Mila gak ngomong apa-apa kok!" ucap Mila mengeratkan pegangannya ke pinggang bi Lastri.
_____________
****Assalamu'alaikum, pembaca kesayangan author. Terimakasih like, komen,saran dan kritiknya ya, semoga novel ini semakin hari semakin bagus. Dan semoga ada hikmah dari setiap episodenya.
Jangan lupa berikan jejak setelah membacanya ya, berikan like kalau suka, favorit juga boleh, agar tak ketinggalan. Vote juga jika berkenan**.
Terimakasih 💞
__ADS_1