
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, serta menghapus sepuluh kejelekannya." HR Ahmad.
___________
Dzaki pov
Ini hari ke 19, dari jadwal perkiraan lahir yang diprediksi oleh dokter kandungan. Tapi sampai saat ini, belum ada tanda-tanda istriku akan melahirkan.
Kakinya sudah membengkak, lingkar matanya semakin menghitam seperti mata panda.
Setiap malam, aku memijat kakinya sampai dia tertidur,"Maaf, mas!" dia sering mengatakan itu setiap kali aku memijat kakinya. Aku mengelus permukaan perutnya yang sudah sangat besar, ku bacakan shalawat berulang-ulang, dan ku ajak anakku berbicara,aku berpesan kepadanya, "Nak... keluarlah, sudah waktunya kau melihat dunia, kasihan Ummimu kalau sampai terlalu lama kau didalam sana, ayah sudah sangat rindu ingin melihat wajahmu. Ummi mu juga, sudah tidak sabar untuk menggendongmu."
Ku bacakan lagi shalawat sambil mengusap perutnya, dia menendang tepat di telapak tanganku yang mengusap perut Umminya, begitu bahagianya aku merasakannya.
"Ya Allah, mudahkan proses kelahirannya nanti, sehatkan keduanya ya,Allah." Doa yang selalu kupinta, bahaya freklamsia kukira sudah tidak lagi mengancam, karna tekanan darah istriku normal, dan tidak ada masalah apapun saat hamil, alhamdulillah. Tapi bahaya post date, dan asfiksia?.
"Jangan ya, Allah. Engkau maha baik. Berikanlah yang terbaik."
Kini aku semakin mengerti, kenapa Rasulullah mengatakan ibumu,sampai tiga kali pengulangan. Ternyata begini susahnya mengandung, begitu banyak resiko yang ditanggung, lain lagi ketika kelahiran tiba. Ternyata aku tau, kenapa Umar bin Khattab,yang terkenal dengan sosoknya yang garang kepada musuh-musuhnya, hanya diam saja mendengarkan omelan-omelan istrinya.
Wahnan 'ala wahnin, lemah yang bertambah-tambah, kata yang sulit untuk dipahami, ketika kita tidak mengalaminya. Namun sebaliknya, akan begitu mudah dicerna ketika kita mengalaminya sendiri.
__ADS_1
Aku selalu teringat dengan mimpi itu, mimpi yang sama,seperti yang diceritakan istriku dalam buku diary nya. Dimana aku mendorong kursi rodanya, melafalkan talbiah dan mendorongnya saat bersa'i. Semoga saja itu hanya bunga tidur.
Ah..., terkadang aku malu pada istriku. Dia yang biasa meledak-ledak, emosi, cemburuan, berubah seketika ketika dia tau kalau hal itu akan berpengaruh buruk kepada janin yang dikandungnya.
Perubahan kedua yang dilakukannya untuk menjadi lebih baik, setelah dulu,dia berubah karena ayahnya. Semakin hari aku merasakan kesungguhannya menuntut ilmu, ilmu akhirat katanya. Keseriusannya menghafal mulai dari perutnya masih rata sampai sudah membesar sempurna. Sudah 10 juz hafalannya, suatu pencapaian yang lumayan luar biasa menurutku, semoga kegigihannya itu diwarisi oleh anakku kelak, dan anakku menjadi the next, Sayyid Husein tabataba'i. Seperti harapan Ummanya, generasi penghafal al-Qur'an.
Keyakinannya pada Tuhan membuatnya semakin semangat menjalani kehamilannya, tak sedikitpun aku melihat guratan kekhawatiran diwajah manisnya.
Kupandangi wajahnya yang sudah mulai terlelap, dengan tangan kiri diatas perutnya, aku pun membaringkan tubuhku disampingnya. Semoga hari ini, tidurnya lelap sampai subuh nanti.
Mila pov
Kulihat kalender yang terletak diatas nakas di sebelah tempat tidurku, mencoba menghitung berulang-ulang, mungkin ada kesalahan dalam hitunganku tentang kehamilan ini. Kubuka lagi hasil USG pemeriksaan pertamaku hampir 10 bulan yang lalu.
Kehamilan post date atau kehamilan lewat waktu ialah kehamilan yang umurnya lebih dari 42 minggu. Permasalahan kehamilan lewat waktu adalah plasenta tidak sanggup memberikan nutrisi dan pertukaran CO2/O2 sehingga mempunyai risiko asfiksia sampai kematian dalam rahim. Makin menurunnya sirkulasi darah menuju sirkulasi plasenta dapat mengakibatkan :
**Pertumbuhan janin makin lambat
Terjadi perubahan metabolisme janin
Air ketuban berkurang dan makin kental
__ADS_1
Sebagian janin bertambah berat, sehingga memerlukan tindakan persalinan**.
Berkurangnya nutrisi dan O2 ke janin yang menimbulkan asfiksia dan setiap saat dapat meninggal di rahim.
(dikutip dari klik Dokter)
"Ya Allah, engkau yang maha Rahim, lindungi bayi hamba ya Allah. Tidak ada yang tidak mungkin, jika kau berkehendak. Sehebat apapun ilmu manusia, tidak akan mampu mengimbangi ilmu-Mu."
"Gak apa-apa, Neng. Mungkin bawaan bayi. Tetangga bibi juga ada yang seperti itu, hamilnya sampai 10 bulan. Lahirnya normal dan bayinya juga sehat." aku teringat ucapan bi Lastri beberapa hari yang lalu.
"Aku, sesuai persangkaan hamba-Ku, Aku bersamanya ketika ia mengingatku, Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, Jika ia mengingat-Ku disuatu kumpulan,Aku akan mengingatnya dikumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan Malaikat)." (Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim.)
Apa yang harus kutakutkan, Allah ada bersamaku, doa ke empat orang tuaku selalu bersamaku, dan suamiku juga slalu siaga menjagaku.
Kakiku semakin bengkak, lain lagi dengan mataku yang sudah seperti panda, kadang aku malu pada suamiku, aku tidak bisa menjaga penampilanku. Semoga dia tetap menyayangiku, seperti dulu.
Aku sangat bersyukur memiliki suami sepertinya, setiap hari suamiku memijat kakiku yang terkadang sering kram, dan sudah sangat besar seperti kaki pemain bola, "wajah madona, kaki Maradona." haha... aku teringat slogan itu, kalau wajah Madona sih oke, lah saya... jangankan Madona, Citra Kirana saja jauh gila!.
"Maaf, mas!" aku merasa tak sopan saat dia memijat kakiku. Pijatan itu membuatku mengantuk. Dia mengelus perutku yang sudah sangat besar, aku hampir tak percaya,ternyata aku bisa merasakan kenikmatan hamil ini. Shalawat diucapkannya berulang-ulang, sayup-sayup kudengar suaranya,mengajak anak dalam perutku bercerita, tendangan dari dalam membuatnya tertawa. Ingin sekali rasanya aku ikut tertawa, tapi kantukku semakin tak tertahan. Kuletakkan tangan kiriku disamping perutku, seolah-oleh memeluknya yang ada didalam sana. Semoga aku bisa tidur lelap malam ini, sampai tiba waktu subuh nanti.
_______
__ADS_1
**Happy Reading teman-teman, semoga ada hikmah dari setiap tulisan, agar berguna walau hanya dari tulisan eh... ketikan 😊
Terimakasih, yang sudah selalu membaca dan memfavoritkan cerita ini, semoga terhibur, Terimakasih juga, buat yang like, komen, dan vote juga. Maaf tidak bisa membalasnya. 🙏🙏🙏**