Keteguhan Hati

Keteguhan Hati
Simalem Resort


__ADS_3

Dinginnya pagi menusuk sampai ke tulang, membuat yang merasakan tak ingin bangun dari mimpi,malah lebih memilih menarik selimut dan menyembunyikan diri.


Tak seperti gadis yang sedari tadi takjub melihat pemandangan dihadapannya. Bibirnya tak berhenti memuji sang pencipta. Indahnya ciptaanmu Tuhan, ucap gadis itu.


Seketika pipinya memerah, teringat sesuatu yang dialaminya tadi malam.


"Lagi lihat apa sih sayang, kok masnya dicuekin gini!" ucap Dzaki memeluk istrinya dari belakang


"Eh...mas sudah selesai mandinya." ucap Mila


"Coba cium, udah wangi belum!"Dzaki menyodorkan pipinya


Mila tersenyum salah tingkah.


"Kok malah senyum! sayangnya mas wangi gak?" Dzaki mencium bahu Mila yang masih dalam pelukannya.


"Terimakasih sudah mau jadi istri mas, dan maaf..mas cuma bisa bawa adek jalan-jalan kesini aja. Ini bukan honeymoon. Nanti kalau mas banyak rezeki,mas akan bawa adek Honeymoon yang sebenarnya,"


Istri manisnya tersenyum, ini sudah lebih dari cukup,ucapnya dalam hati. Raut wajahnya berubah seketika mengingat keluarganya.


"Padahal Kan Mila, masih mau lama-lama sama ummi, mamak,ukhti Amira, Zizi.." ucap Mila cemberut, sedikit kecewa pada suaminya karena setelah selesai resepsi, Dzaki mengajaknya pergi ke Brastagi.


"Mas udah gak kuat dek, kemaren waktu dirumah Mila,mas segan. Banyak keluarga yang tidur diluar, dirumah buya ada Zizi yang maksa mau tidur sama adek!" Jawab Dzaki cemberut seperti anak kecil, tetap memeluk istri manisnya.


"Maafkan Mila mas...." Mila menyesal dengan kata-katanya barusan


"Tidak apa-apa, kita keluar yok. Sayang waktunya, sudah sampai sini rugi kalau gak jalan-jalan. Eh..kita belum ada foto yakan sayang!, Sini kita foto dulu!" Dzaki menarik tangan Mila yang berjalan lambat dibelakangnya. Pinggang Mila dipegangnya erat, Istrinya pun menidurkan kepalanya di dada suaminya itu. cekreek Foto selfi pertama mereka.


Tamam Simalem Resort, beralamat di jalan raya Merek, Tongging, Sidikalang Sumatera utara. Pemandangannya tetap pesona Danau Toba tapi dari sisi yang berbeda. Udara sejuk pegunungan, taman yang indah dengan bunga-bunga bermekaran, hutan pinus,pelayanan yang ramah, membuat siapapun betah berlama-lama disana.


Kawasan ekowisata Taman Simalem Resort berada dalam kawasan seluas 206 hektare dan berada pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Konsepnya sangat keren. Menggabungkan agrowisata dengan luas lebih dari 25 hektare dengan kegiatan ekowisata di dalam satu kawasan terpadu.


__ADS_1


"Mas...kok yakin kita berjodoh?" tanya Mila mengingat Dzaki yang menunggunya selama tujuh tahun.


"Hm...gak yakin sih, Yakinnya sama Allah aja. Mas fokus ke pendidikan dulu, setelah selesai pendidikannya baru lanjut eksekusi. Kalau ditolak, ya dilupakan!"


"Kok bisa suka Mila?"


"Mila kok bisa suka sama mas?" tanya Dzaki.


Pertanyaan Dzaki membuat Mila gelagapan.


"Siapa yang suka sama mas?, Mas kepedean!" ucap Mila malu


"Gak ada yang bilang sih, cuman mas baca aja!, waktu dirumah kemaren mas lihat buku kecil warna pink, ada gemboknya tapi gak dikunci, jadi karena gak dikunci ya udah mas baca aja, mumpung yang punya buku masih tidur diatas sajadah."


Flashback on


Ckleeek...Assalamu'alaikum


"Buku Diary, baca..enggak...baca...enggak! baca aja deh! orangnya juga lagi tidur. Kalau udah suami istri kan gak ada rahasia-rahasiaan lagi!" ucap Laki-laki bersarung itu membukanya, lembar demi lembar dibacanya tanpa meninggalkan satu huruf pun.


Terkadang senyuman tersungging di bibir tipisnya, kadang serius, dan kadang juga terbahak namun ditahan sekuat tenaga. Takut yang punya diary bangun dari pingsannya eh..tidurnya.


Dzaki mengambil satu lembar foto yang sedikit usang, fotonya dan Zain dan teman lain yang satu asrama dengannya di pesantren dulu.


Flashback off


"Mas baca diary Mila?" tampak kecemasan diwajah perempuan itu, bagaimana tidak semua uneg-uneg selama hidupnya ia tuliskan disitu. Termasuk saat dia mulai merasakan jatuh cinta.


"Mas sudah tau semua, tenang aja. Mas gak akan bilang kalau Mila jatuh cinta ke...siapa tu namanya, anak pemilik pesantren di Medan, yang ganteng itu kan?, mas maklum kok, memang dia itu banyak dicintai oleh wanita. hahaha"


"Ih...abang ni banyak kali cakap nya! entah hapa-hapapun kau bilang, kepedean kali." logat Medan Mila kambuh seketika.


"Bah...iya la, abang mu ini memang banyak cakap nya, tapi banyak juga duitnya!" ucap Dzaki mengimbangi.

__ADS_1


Kalau datang ke Medan jangan terkejut ya.., jangan dikira kami berkelahi, memang gitu gaya bicara kami.


Mereka meninggalkan tempat yang bertuliskan Pearl of Lake Toba, Lokasi favorit wisatawan untuk ber-selfie ria. Mengeksplore spot-spot yang lain. Memanfaat waktu berdua, maklumlah pengantin baru, semuanya pasti nampak indah, dunia dan seisinya hanya milik mereka berdua, yang lain cuman ngontrak.


Andai waktu bisa berhenti


aku akan minta berhentilah disini


Andai waktu bisa diulang kembali


aku akan minta waktu ini diulang berkali-kali


Dua insan yang dimabuk asmara menghabiskan malam dengan penuh gelora. Rasa syukur tak lupa dipanjatkan kehadirat Tuhan sang pencipta. Semoga Allah meng-anugrahkan kami keturunan yang soleh dan solehah,do'a keduanya.


Maha suci Allah yang telah mempersatukan dua anak manusia yang sebenarnya saling jatuh cinta disaat yang sama. Benar kata orang cinta itu "Indah pada waktunya"


\=\=\=\=\=


Wajah perempuan dengan jari-jari tangan yang masih merah berinai itu pucat pasi. Tangannya menggenggam erat lengan suaminya.


"Mas...adek takut, ini kali pertama Mila naik pesawat." ucapnya seperti berbisik


"Tidak apa-apa, jangan takut mas disini!" Dzaki mengelus punggung tangan istrinya,menenangkan.


Jadi ingat adegan Ainun Habibi


"Pasti tiga jam kedepan akan serasa seperti sehari semalam, apa tidak sebaiknya kita naik bus saja mas?" ucap Mila polos


"Jarak penerbangan dari Bandara Internasional Kualanamu Medan, ke Bandara Internasional Juanda Surabaya 1,234 mil atau 1,985 km. Naik pesawat cuman tiga jam saja sayang, kalau naik bus gitu sampai Malang, Mahasiswa mas sudah pada wisuda semua, kelamaan...santai saja, insya allah kita selamat. Mau mas peluk? sini mas pangku aja?" ucap Dzaki


"Mas..becanda aja!" mengeratkan pelukan dilengan Dzaki, menyandarkan kepala dan memejamkan matanya.


Burung besi itupun mengudara, terbang menembus langit, mengantarkan sepasang kekasih membina keluarga bahagia diperantauan. Selamat tinggal Medan ku sayang,pasti ku akan rindu untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2