Keteguhan Hati

Keteguhan Hati
Extra part


__ADS_3

Kata "Sah" sudah terdengar jelas, dari ruangan tempat akad nikah di langsungkan.


Perempuan berkebaya lengkap dengan cepol di kepalanya masuk kedalam kamar, dimana pengantin wanita sedang menatap diri di depan cermin besar di hadapannya.


Tangannya menengadah keatas, matanya terpejam, ingatannya flashback menuju beberapa minggu ke belakang. "Aamiin" ucapnya setelah membuka matanya.


"Ayo, sudah selesai akadnya, sekarang pengantin laki-lakinya ingin melihat istrinya!" ucap perempuan yang tak lagi muda itu.


"Ah, Mama bisa aja. Biar saja dia menunggu! Bunda mana, Ma? Aku juga mau sama bunda!" ucap pengantin tersebut, bahagianya memiliki dua ibu yang menyayanginya, bahkan sekarang ibunya bertambah satu lagi, ya... mertuanya. Tapi, mungkin butuh proses yang panjang untuk mendapatkan hati mama mertuanya itu.


"Bunda disini, Sayang! Ayo, sudah lengkap!" ucap Cindy yang cantik dengan balutan hijab berwarna peach menggandeng satu tangan anak sambungnya.


Ketiga perempuan cantik itu berjalan keluar dari kamar, menuju ruang tamu yang telah disulap menjadi tempat akad nikah, dengan meja lesehan yang dihias dengan taplak berwarna putih lengkap dengan bunga-bunga di setiap pinggirannya menambah indah suasana sakral nan sederhana itu.



Erwin yang menjadi salah satu saksi pernikahan tampak menyimpulkan senyum kepada temannya sedari SMP itu, kalau saja tidak segan karena ada orang tua dari pihak laki-laki, Erwin pasti sudah mengejek Juna habis-habisan. Make up tebal khas pengantin, dengan sunting sederhana khas gadis sunda membuat Juna serasa memerankan peran orang lain. Itu seperti bukan dia! bagaimana tidak, teman-temannya selalu mengatakan kalau dia sebenarnya hanya terperangkap di dalam badan perempuan, hanya terperangkap.


Lain halnya dengan laki-laki yang memakai pakaian senada dengan pengantin tersebut, wajahnya tampak sedikit memerah dengan menyunggingkan srnyum istimewanya, dokter spesialis jantung itu terpesona melihat wanita pujaannya yang sekarang sudah menjadi istrinya.


"Feminim gitu kan cantik, pakai hijab pula! Semoga aku bisa menjadikan jilbabnya menjadi pakaian kesehariannya!" gumamnya dalam hati.


"Adzka! Adzka!" suara Papa membuyarkan lamunan Adzka yang terpesona.


"Di panggil pak penghulu!" ucap Papa Juna.


"Biasa itu pak! sudah tak sabar!" ucap pak penghulu, memberikan dua lembar buku dengan ukuran sama namun warnanya berbeda kepada kedua pengantin di hadapannya.

__ADS_1


Setelah keduanya membubuhkan tanda tangannya, pak penghulu bertanya kepada mempelai perempuan.


"Apakah mau dibacakan sighat ta'liqnya?"


"Iya, Pak!" ucap Juna mantap, teringat percakapannya dulu dengan sahabat baiknya mengenai sighat taklik.


Sighat ta'liq bukan termasuk dari saran dan rukun sahnya nikah, hanya saja di indonesia ini diatur dalam undang-undang perkawinan.


Dalam sejarahnya, sighat ta'liq talaq muncul bertujuan melindungi istri dari kesewenang-wenangan suami. Seorang istri dilindungi dengan perjanjian khusus dimana jika sang suami melanggar perjanjian tersebut, sang istri berhak mengajukan gugatan perceraian.


Sebenarnya mau dibacakan atau tidak tergantung kepada pasangan masing-masing, karena itulah penghulunya bertanya lebih dulu.


"Aku ingin, suamiku berjanji kepada Allah bukan hanya janjinya menanggung jawapi semua tanggungan papaku yang telah dialihkan kepadanya, tapi aku juga ingin menjamin hak ku sebagai seorang istri!" Juna mendengarkan dengan seksama Adzka membacakannya.


Setelah semuanya selesai, Juna mencium punggung tangan suaminya. Adzka pun ingin mencium ubun-ubun istrinya membacakan doa, namun ubun-ubun istrinya telah tertutup rapat dengan aksesoris yang bertengger diatas kepalanya.


Cup


Cup


"Is, kayak nyium adek kecil aja pun, Kau!" Erwin yang sedari tadi menahan diri untuk bicara akhirnya mengeluarkan suaranya.


Disusul tawa semua tamu yang hadir dalam acara tersebut. Setelah itu mereka berdua sungkem kepada kedua orang tua mereka. Ada kecanggungan saat Juna bersalaman dengan mama mertuanya.


"Mama titip Adzka ya! Mama tau, kau mencintainya lebih dari dirimu sendiri! Maafkan mama yang selama ini meragukan mu!" ucap Mama mertuanya yang saat ini telah memeluk Juna erat dengan air mata yang tak lagi menetes melainkan mengalir begitu derasnya.


Deg

__ADS_1


Ikatan di jantung Juna yang selama ini membuatnya sesak saat mengingat mama mertuanya, seakan lepas. Lepas sudah semua beban pikirannya. Pernikahan yang selama ini di khayalkannya penuh dengan drama film-film korea ketika bertamu kerumah mama suaminya seolah sirna. Tak ada lagi kata mamamu mamaku dalam pernikahannya kini. Yang ada hanya mama kita.


Juna juga meneteskan air mata bahagia. Kini saatnya dia menjadi istri dan anak yang baik untuk suami dan kedua mertuanya.


\=\=\=\=


"Samawa ya, Kak! Mba ku pasti bahagia disana melihat kak Juna akhirnya menikah juga! Kejar target ya kak! Jangan menunda!" ucap Aisyah yang datang kedalam kamar pengantin untuk berpamitan. Mereka berdua berpelukan saling menangis mengenang kepergian perempuan yang sama-sama mereka sayanginya beberapa minggu yang lalu.


"Kau juga harus bahagia! perjuangkan cintamu!" ucap Juna, menghapus air mata Aisyah.


"Perempuan membutuhkan teman untuk ngobrol, meskipun aku sudah menikah, kau jangan sungkan untuk meneleponku. Aku ada selalu ada buatmu!" ucap Juna panjang lebar. Aisyah memang selalu mencurahkan isi hatinya kepada Juna, mengenai suaminya. Erwin memang pernah mencintai Mila, jadi tak mungkin Aisyah menceritakan keluh kesahnya kepada mba nya itu, dan tak mungkin pula ia menceritakannya kepada mamanya. Dan akhirnya Junalah yang menjadi tumpuan setiap kegalauannya selama berumah tangga.


Mereka ber empat pun meninggalkan acara Resepsi yang di adakan di pelataran rumah kediaman orangtua Juna. Erwin, Aisyah dan kedua anaknya, pulang ke rumah orangtua Erwin untuk beristirahat karena besok penerbangan siang akan mereka tempuh kembali ke tempat Erwin mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian.


.


.


.


.


Hai hai.... author datang lagi hehe, menunggu karya baru author nongol, nih dikasi sedikit extra part deh hehe...


oiya, keteguhan hati 2, menceritakan tentang perjuangan Aisyah mempertahankan cintanya juga akan hadir ya, dengan judul "Hanya ibu rumah tangga", tapi sabar dulu, author masih mengumpulkan tenaga dan mood untuk menulis lagi 😁,


Jangan lupa, like, rate kasih la bintang 5, gak bayar nya!, vote juga ya, biar naik rengking ku! kok gak bisa tinggal kelas aku nanti, baah... 😂🙏

__ADS_1


__ADS_2