Ketika Aku Memilih Diam

Ketika Aku Memilih Diam
29.Sakit Luar Dalam!


__ADS_3

Menikmati tubuh Anyelir yang memang menjadi primadona kelas jaman dulu adalah salah satu cara untuk mengikat Anyelir agar tidak mudah lepas darinya.


Bahkan dia ingin menanamkan hasil karyanya malam ini di rahim Anyelir, agar Anyelir semakin tersiksa karena terus terikat dengan dirinya jika punya anak nantinya.


"Tolong tinggalkan aku disini sendiri Kala, PERGI!" Teriak Anyelir sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Enak saja, aku sudah merogoh kocekku cukup dalam untuk membelimu dengan sebuah mahar, jadi tentu aku akan menikmatinya terlebih dahulu malam ini!" Dia langsung mendorong tubuh Anyelir hingga Anyelir jatuh diatas kasur empuk itu dengan kasar dan dengan senyum liciknya.


"Jangan Kala!" Saat itu Anyelir mulai merasa ketakutan, tubuhnya seolah bergetar karena perlakuannya yang kasar dengannya.


"Apa hakmu melarangku, aku ini suami sah mu!" Teriaknya dengan wajah yang seolah penuh dengan rasa kebencian dan dia mulai membuka paksa semua pakaian milik Anyelir dan membuangnya kesembarang arah, Anyelir pun sulit menolaknya karena Kalandra seperti orang yang kemasukan iblis dari neraka.


"Hmpth... umm.. pelan-pelan Kala, aku kesakitan!" Rintih Anyelir saat Kalandra memulainya dengan penuh pemaksaan, seolah-seolah dia menggangap Anyelir itu boneka yang bisa dia banting ke kanan dan ke kiri sesuka hati.


Sebenarnya hal ini yang sangat Anyelir nantikan setelah menikah, menyerahkan mahkota miliknya kepada seseorang yang dia cintai, namun kenapa harus seperti ini pikirnya, padahal memang Kalandra lah sosok pria yang dia inginkan menjadi pendamping hidupnya selama ini.


"Apa perduliku, terserah aku dong!" Ucap Kalandra yang seolah sudah diliputi hawa nafsu yang memuncak bercampur dengan rasa kebencian yang seakan meledak-ledak.


Dan kini dia mulai merab@ ke seluruh aset berharga milik Anyelir namun dengan cara kasar, sebenarnya dia begitu tergiur dengan lekuk tubuh Anyelir yang memang sangat mempesona bagi seorang pria manapun yang melihatnya.


"Hmpt, aw... hentikan Kala!"


Anyelir ingin sekali memukul kepala Kala, saat dia menjamah kedua bukit kembarnya tanpa perasaan, bahkan dia sengaja menggigitnya sampai berbekas, namun karena rasa cinta Anyelir yang teramat sangat, dia mengurungkan niatnya dan hanya mengusap rambut hitam milik Kala perlahan dan mencoba meregangkan kepala suaminya agar tidak terus menggigitnya seperti drakula yang kehausan.


"Kalau aku tidak mau, kamu bisa apa!" Dia langsung membuka resleting celananya, benar saja karena senjatanya benar-benar sudah mengeras dan berdiri tegak seperti tiang bendera.


Pria mana yang bisa menahan diri saat melihat pemandangan aduhai didepan mata, dengan tanpa banyak kata dan banyak gaya, Kalandra langsung mengarahkan senjatanya di tempat yang semestinya.

__ADS_1


Jleb!


"Argh!"


Karena tanpa pemanasan yang benar dan juga lahan itu masih kosong dan sempit, jadi belum ada aliran air yang menjamah lahan itu, sehingga saat Kalandra mendorong paksa senjatanya Anyelir benar-benar merasakan kesakitan yang teramat sangat.


"Diam kamu!" Teriak Kalandra yang terus saja mendorong senjatanya sampai benar-benar masuk dengan sempurna, karena baginya semakin sempit lahannya, maka sensasinya semakin luar biasa.


"Ampun Kala, tolong pelan-pelan, ini sakit Kala, hiks.. hiks." Rintih Anyelir dengan isakan tangisnya, dia hanya bisa menggigit bantal disampingnya saat Kalandra benar-benar tidak memperdulikan rengekannya, tangannya bahkan mencengkeram sprei itu dengan erat sebagai pelampiasan rasa pedih yang sulit digambarkan.


Wow, diantara gempuran wanita-wanita cantik dengan pergaulan bebas di luar negri, ternyata Anyelir masih Perawan?


Kalandra menghentikan sejenak aksinya dan tertegun sesaat sambil melihat wajah Anyelir, jauh direlung hatinya, dia sebenarnya bangga karena bisa menjadi yang pertama bagi Anyelir.


"Emm... untung kamu masih perawan, kalau sampai sudah seperti jalan Tol, mampus kamu malam ini!" Umpat Kalandra setelah mencabut pedang pusakanya dan melihat ada bercak merah disana dengan senyum liciknya.


Pergaulan di luar sana memang bebas, namun Anyelir lebih memilih tetap berkawan dekat dengan Tiga A, jadi tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan.


"Kala, memangnya kamu pikir aku wanita yang bagaimana?" Disaat Kalandra menurunkan temponya, Anyelir mencoba berbincang agar Kala tidak semakin menggila.


"Aku tidak perduli."


"Kala, asal kamu tahu saja, rasaku tidak pernah berubah sedari dulu, aku masih menyukaimu sama seperti saat kita masih di bangku SMA."


"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk menyukaiku!" Jawab Kalandra dengan santainya.


"Lalu kenapa kamu tidak mengatakan sedari awal kalau kamu dan Jenny berpacaran?" Cecar Anyelir dengan menahan segala rasa.

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu!" Bahkan saat dia merasa kesal, dia menghentakkan senjatanya sesuka hati.


"Atau kamu sengaja ingin PHP in aku, karena kamu tahu kalau aku menyukaimu?" Anyelir mulai menginterogasinya.


"Kamu pikir aku kurang kerjaan?" Dan senyuman Kalandra benar-benar seperti mengejek dan merendahkan Anyelir, sehingga emosinya mulai naik.


"Lalu kamu anggap aku ini wanita seperti apa Kalandra, kalau kamu memang tidak ada rasa denganku, kenapa harus menikahiku dan pura-pura baik didepanku!" Suara Anyelir sedikit naik, karena Kalandra seolah menyepelekan setiap ucapannya.


"Sudah aku bilang, kamu wanita yang seperti apapun itu, aku tidak perduli, karena sampai kapanpun juga aku tidak akan pernah menyukaimu, MENGERTI KAMU!"


Slep!


Slep!


"Argh, hmpt!"


Anyelir kembali membungkam mulutnya dan menutupi wajahnya dengan bantal, saat Kalandra benar-benar seperti orang mengamuk dia seolah berpesta dan berjoged ria maju mundur dengan cepatnya tanpa perduli dengan matras hidupnya yang sedang menahan rasa perih dan ngilu secara bersamaan.


Walau lama kelamaan tubuh Anyelir juga ikut menggelinjang, namun semua itu jauh dari kata nikmat pada umumnya, karena memang sedari awal penuh dengan unsur pemaksaan.


"Emh... sensasi perawan emang jos tenan!" Dan setelah bercocok tanam secara maraton dalam waktu yang cukup lama, akhirnya Kalandra tumbang dengan suara desa han gilanya dan ambruk diatas tubuh polos milik istrinya yang sudah bercucuran dengan keringat.


Dan akhirnya Anyelir bisa sedikit mengambil nafas dengan lega karena permainan gila itu sudah berakhir, walau air matanya tidak bisa berhenti namun dia memilih diam dan berdoa didalam hati.


Saat harapku mulai hilang, saat hatiku merasa tersakiti, aku hanya bisa bersabar, karena aku tahu bahwa hidup itu bukan sesuai mauku, namun hidupku berjalan sesuai dengan kehendak-NYA, dan aku tahu bahwa tak selamanya aku harus merasa bahagia, ada kalanya aku harus sedih dan terluka, sebab Cinta Allah begitu luas dan pertolongannya begitu dekat bagi orang-orang yang mau bersabar.


Kini Kalandra berhasil melakukan tugasnya sebagai seorang suami walau tanpa rasa cinta dihatinya, bahkan mungkin seluruh jiwanya hanya tertanam sebuah kebencian dan rasa ingin membalas dendam semata.

__ADS_1


Tahan nafas, dan... Jangan lupa hadiahnya🤣


__ADS_2