Ketika Aku Memilih Diam

Ketika Aku Memilih Diam
43.Gosip Panas


__ADS_3

Kalandra kini hanya bisa berteriak dan melotot saja dengan perubahan sikap Anyelir yang malah terlihat santai.


"ANYELIR!"


"Apa sayang, nah.. kalau mau masuk? atau mau aku bukakan sekalian celanaku? aku pasrah aja nih, jadi kamu nggak perlu capek-capek memaksa aku lagi." Anyelir seolah menawarkan diri, karena memang tidak mungkin suaminya mau menggauli dirinya disaat dia sedang datang bulan.


"Sial!"


Kalandra langsung melepas paksa tangan Anyelir dan memukul stang bundar miliknya dengan kesal, kalau dia marah dan disana ada Anyelir, memang selalu itu yang dia lakukan sebagai pelampiasan kemarahannya, karena entah mengapa setelah melakukan hal itu dengan Anyelir dia akan merasa sedikit lebih tenang, walau caranya dengan paksaan sekalipun.


"Gimana, jadi enggak?" Ledek Anyelir bahkan dengan senyuman manisnya.


"Diamlah!" Teriak Kalandra sambil melirik kesal kearahnya.


Ternyata menghadapinya dengan cara ini sangat mengasyikkan, tau gitu dari dulu nggak usah pusing-pusing mikirin dia, cuma bikin capek hati dan pikiran saja!


"Kala bisa minta tolong belikan aku baju?" Ucap Anyelir dengan rasa takutnya yang sudah mulai terkikis.


"Nggak usah pakai baju, kita langsung pulang saja!" Jawab Kalandra sambil kembali melajukan mobilnya.


"Tapi aku juga butuh pembalut, stok dirumah habis, apa kamu mau darahku merembes sampai kemana-mana?" Ucap Anyelir dengan seribu rencana didalam hatinya.


"Anyelir, kamu--!" Namun ucapan Kalandra terpuus, dia geli juga saat membayangkannya.


"Atau kamu mau membelikan aku pembalut saja, di Minimarket depan pasti ada." Akhirnya dia punya cara untuk ngerjain suaminya yang memang menyebalkan itu.


"Ogah!" Jawab Kalandra sambil melengos.


"Kalau begitu beliin aku baju? atau kamu mau aku tidak memakai baju dan pergi ke supermarket yang agak jauh dari sini?" Tanya Anyelir sambil menunjukkan kancing bajunya yang memang terlepas semua.


"Hais... kamu ini nyusahin ajalah!" Umpat Kalandra yang malah jadi bingung sendiri.


"Makanya, kalau mau minta jatah itu ngomong pelan-pelan kan bisa, ngapain juga pakai acara narik-narik baju sampai sobek segala, kalau sudah begini gimana mau pakainya coba?" Anyelir semakin menjadi, saat Kalandra seolah sedang berpikir.


"Ya sudah, aku belikan baju didepan saja, banyak ngomong aja kamu!" Dengan segala pertimbangan akhirnya Kalandra memilih membelikan baju saja.


"Kalau didepan itu cuma Minimarket saja itu, mana ada yang jual baju, hanya kebutuhan sehari-hari dan makanan aja itu, tapi kalau pembalut pasti ada, bilang aja sama penjualnya, beli pembalut yang pakai sayap gitu." Ucap Anyelir yang sebenarnya hanya ngerjain dia saja, padahal stok pembalut di rumah masih ada walau tinggal sedikit.


"Pakai sayap?" Tanya Kalandra sambil mengerutkan keningnya, karena seumur-umur dia tidak pernah membeli benda itu.

__ADS_1


"Iya, biar nggak bocor!" Celetuk Anyelir dengan wajah yang serius, padahal perutnya sudah bergejolak karena menahan tawa.


"Emang pria boleh beli itu?" Tanya Kalandra dengan polosnya.


Gue kerjain Lu!


"Bolehlah, orang nggak kelihatan juga isinya, mana dibungkus rapi gitu kok, perempuan yang nggak ngerokok aja boleh beli rokok, jadi walau pria nggak datang bulan juga boleh banget beli pembalut." Ucap Anyelir yang seolah meyakinkan.


"Ckk... ya sudahlah, kamu tunggu disini, jangan kemana-mana!" Kalandra seolah tidak punya pilihan lain.


"Siap!" Jawab Anyelir dengan mantap.


"Aku kunci dari luar, biar kamu nggak kegatelan jadi perempuan!" Kalandra langsung waspada, dia sengaja mengunci pintu mobil itu dari luar, agar tidak kecolongan dengan istrinya.


"Okey, tidak masalah!"


Setelah Kalandra masuk kedalam supermarket itu, Anyelir langsung tertawa terbahak-bahak, bahkan perutnya sampai kram karena mencoba menahan untuk tidak tertawa, tapi tidak bisa.


Ternyata pengusaha muda berbahaya itu bisa juga dia kadalin, walau hanya masalah sepele tapi Anyelir cukup puas menjahili suaminya hari ini.


Tin


Tin


"Hais... anak muda jaman sekarang ini, kalau sudah pacaran sering nggak punya malu, nyebrang dijalan kok banyak gaya."


Anyelir melirik sekilas sepasang pria dan wanita yang sedang menyebrang jalan sambil berpelukan dengan mesra dan hampir saja tersenggol dengan mobil yang lewat.


"Heh? wajah wanita itu seperti tidak asing, siapa ya?"


Anyelir memejamkan kedua matanya sejenak, mencoba berpikir keras dan mengingat siapa wanita yang dipeluk mesra sambil tertawa oleh seorang pria berwajah bule itu.


"Jenny? kok wajahnya mirip sekali dengan Jenny, coba aku lihat dulu dengan jelas, tapi bukannya dia---"


Anyelir kembali merasa ragu, karena setahu dia beberapa hari yang lalu Jenny masih tidak bisa jalan, tapi tadi dia melihat dari kejauhan wanita itu berjalan santai tanpa menggunakan tongkat bantu pikirnya.


"Aish... mana mobilnya di kunci lagi, aku yakin itu Jenny! soalnya dia nggak punya saudara kembar, jadi tidak mungkin ada orang yang sama persis dengannya!" Jenny merasa kesal sekali karena dia tidak bisa melihat dengan jelas lagi.


"Argh, dia sudah masuk mobil lagi, gimana ini! owh... Gue ada ide!"

__ADS_1


Cekrek


Cekrek


Karena Anyelir tidak bisa keluar dari mobil, akhirnya dia mengambil ponsel miliknya dan mengambil beberapa foto plat mobil yang mereka tumpangi.


"Hallo, Adinda kamu lagi apa?" Setelah dia melihat hasil fotonya dengan jelas, dia langsung menghubungi nomor sahabatnya.


"Lagi sama Alenka!" Jawab Adinda dari balik ponselnya.


"Gue minta tolong boleh ya, cepat cari tahu semua informasi tentang pemilik plat mobil yang sudah aku kirimkan ke nomormu baru saja." Ucap Anyelir dengan ide cemerlangnya.


"Emang mobil siapa ini?" Tanya Adinda sambil melihat chat dari sahabatnya itu.


"Sepertinya mobil Jenny dan kekasihnya." Jawab Anyelir sambil terus mengawasi keadaan sekitar.


"Suami Elu?" Tanya Adinda dengan cepat.


"Suami gue itu sepertinya selingkuhannya juga, haha!" Anyelir tanpa sadar langsung tertawa sendiri.


"Wow, menarik ini!" Ucap Adinda yang seolah mendapatkan mainan baru.


"Ada yang lebih menarik dibanding hal itu!"


"Apa itu?" Tanya Adinda semakin bersemangat.


"Cari tahu dulu tentang plat mobil itu, jika hanya mobil rentalan, cari tahu identitas si peminjamnya dan jangan mengirimkan informasi apapun ke nomorku ini, kalau kalian sudah dapat informasinya datanglah kerumahku, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan kepada kalian berdua, tapi ****** sampai Kalandra tahu, okey?"


"Siap Besti, serahkan semuanya kepada kami berdua, Bye!"


Bahkan sebelum Anyelir mengucapkan kata terima kasih kepada kedua sahabatnya, Adinda sudah langsung mengakhiri dulu panggilan telpon dari Anyelir, karena dia sudah tidak sabar untuk mendapatkan gosip-gosip terpanas dan terbaru.


"Huft... kasihan sekali kamu Kalandra, dia yang kamu agung-agungkan, dia yang kamu bangga-banggakan dan bahkan kamu bela mati-matian, ternyata punya banyak rahasia dibelakangmu, fuh... makin seru saja kisah hidupku."


Anyelir hanya bisa tersenyum dengan penuh makna, karena kejutan-kejuan hidup yang seolah datang silih berganti menghiasi kisah percintaannya.


Dalam hidup ini, belajarlah untuk sedikit tidak peduli, karena biasanya luka akan semakin melebar ketika kita semakin meratapi.


Bersabarlah, karena yang terpenting hanyalah penilaian Allah tentangmu, bukan penilaian dari manusia, biarkan Allah yang bekerja, kita hanya perlu berdoa dan berusaha.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan VOTE kalian bestikuh😊


__ADS_2