Ketika Aku Memilih Diam

Ketika Aku Memilih Diam
51.Dunia Tipu-Tipu.


__ADS_3

Kalandra langsung berkacak pinggang dengan wajah yang sudah memerah, apalagi saat melihat Anyelir memeluk Dokter itu dengan erat bahkan dengan wajah penuh dengan senyuman.


"ANYELIR, kamu sudah berani bermain-main dibelakang aku ya!" Suara Kalandra benar-benar terlihat marah sekali.


"Bukan aku, tapi kamu!" Jawab Anyelir dengan santainya.


"Apa ini tujuanmu menyuruh aku datang kesini? agar melihat drama permainanmu, begitu!" Kalandra langsung mendekat kearahnya dengan tatapan kesalnya.


"Bukan melihat aku, tapi melihat permainan wanitamu itu!" Anyelir yang sudah merasa memegang semua kedok kebusukan Jenny itu seolah merasa tidak takut sama sekali dengannya.


"Anyelir, kamu ini ngomong apa!" Tanya Kalandra yang masih belum paham, karena dia tidak sedang membahas Jenny pikirnya.


"Hallo, bolehkan saya berbicara disini?" Dan Paman Anyelir langsung kembali mengangkat tangannya untuk izin bersuara, dia ingin menjelaskan siapa dia yang sebenarnya.


"NGGAK!" Jawab Kalandra dan Anyelir dengan kompak.


"Aku ini Paman Anyelir, kenapa kalian jadi ribut sendiri dan memojokkan aku seperti ini, masih mau lanjut berantem atau tidak?" Ucao Paman Anyelir kembali.


"Seriusan Anda pamannya, kenapa aku tidak pernah melihatmu?" Tanya Kalandra yang seolah tidak percaya, dia memang pernah dengar bahwa saudara Papa Anyelir ada yang menjadi Dokter, tapi mereka belum pernah bertemu secara langsung.


"Karena sebagai Dokter, saya jarang cuti, kecuali hari minggu, itupun kalau tidak ada seminar, jadi aku jarang berkumpul keluarga bersama kalian, lagian aku sudah berumur, masak iya selingkuh sama yang daun muda." Paman Anyelir akhirnya terkekeh sendiri, walau di umurnya yang sekarang ini dia termasuk terlihat awet muda karena rajin berolahraga dan menjaga pola makannya.


"Anyelir, kenapa kamu nggak bilang?" Bisik Kalandra yang langsung jaim, jika sudah berada didepan keluarga Anyelir.


"Kamu nggak nanya kok, datang-datang langsung marah-marah aja, makanya hilangkan itu kebiasaan buruk?" Ledek Anyelir sambil tersenyum sumbang.


"Maaf Paman, aku kira Anda selingkuhan istri saya." Dia kembali berpura-pura baik dan sangat menyayangi istrinya.


"Sebelum ada karma menghampiri kehidupan keluarga kalian, janganlah mendekati hal-hal yang berbau selingkuh, karena jika salah satu ada yang selingkuh, rumah tangga itu bisa retak bahkan hancur." Nasehatnya kepada Kalandra.


Anyelir sudah menceritakan semua tentang Kalandra kepada Pamannya, dan diapun sudah berjanji tidak akan membicarakan ini didepan seluruh keluarganya tanpa seizinnya.


"Tapi jaman sekarang Janda semakin terdepan kan Paman? bahkan kebih laku daripada perawan, hehe!" Celetuk Anyelir yang membuat Kalandra semakin melotot kesal.


"Kayak yang pengalaman aja jadi Janda kamu ini?" Pamannya pun hanya terkekeh saja, sebenarnya dia paham maksud dari Anyelir.


"Nasip orang kan nggak ada yang tahu Paman, siapa tahu nasip aku jadi calon setelah ini?" Sambung Anyelir kembali.


"Anyelir, jaga bicaramu!" Kalandra langsung melotot kearah istrinya, dia benar-benar tidak suka mendengarnya.


"Kita langsung periksa saja sekarang, Dokternya sudah menunggu."


Begitu Kalandra sudah datang dia langsung mengajaknya menuju ruang tunggu terlebih dahulu, karena sepertinya Mr. Kendrick masih menunggu hasil disana.


"Hallo Mr. Kendrick?" Sapa Anyelir saat dugaannya sama sekali tidak meleset.


"Siapa lagi pria ini?" Umpat Kalandra perlahan, dia tidak berani menuduh sembarangan lagi, bisa-bisa malu lagi seperti tadi pikirnya.


"Hallo nona Bella." Sapa Mr. Ken dengan wajah lelahnya, karena hasilnya disabotase, sudah pasti akan lama keluarnya.


"Apa sudah selesai pemeriksaannya?" Tanya Anyelir dengan basa-basi.


"Sudah, ini tinggal menunggu hasil saja." Jawabnya kembali.


"Sejak kapan nama panggilanmu berubah?" Kalandra langsung kembali merasa curiga.


"Bebas dong orang mau panggil aku siapa, karena namaku kan emang Anyelir Arabella." Jawab Anyelir sambil meliriknya dengan tajam.


"Ckk.. Banyak gaya kamu!" Ledek Kalandra sambil berdecak.


"Anda sendirian saja Mr. Kendrick? dimana istri Anda?" Dia tidak menemukan jejak Jenny disana, karena mungkin masih mengatasi kecurangan istrinya dibelakang sana.


"Dia sedang pergi ke Toilet." Jawab Mr.Ken masih dengan senyuman.


"Owh begitu, sebenarnya saya penasaran loh, perempuan hebat mana yang berhasil menjadi istri Anda." Ucap Anyelir sambil terus membanggakan Jenny walau sebenarnya didalam hati enek saat melihat kelakuan iblisnya.


"Dia memang istimewa, sungguh saya sangat beruntung bisa memiliki seseorang yang menerima saya dengan kekurangan saya." Kendrick kembali membanggakannya.


"Wow, benar-benar istimewa, boleh saya berkenalan dengannya?" Anyelir terlihat antusias sekali, karena memang hal ini yang dia tunggu-tunggu selama ini.


"Tentu, sebentar lagi juga pasti dia datang." Ucap Mr. Kendrick yang memang berniatan untuk memperkenalkannya tadi.

__ADS_1


Awalnya saat dia pergi ke rumah sakit tadi, dia beralasan dengan istrinya untuk menengok rekannya, karena selama ini Jenny selalu menolak kalau diajak pemeriksaan untuk program lagi, karena hasilnya juga akan sama katanya, bahkan akan membuat Kendrick malah semakin tertekan dan sedih, namun Kendrick benar-benar tertarik dengan tawaran Jenny, karena apapun itu yabg terbaik akan dia coba.


"Okey, owh iya, perkenalkan ini suami saya Kalandra namanya." Anyelir sengaja memperkenalkan suaminya terlebih dahulu sebelum negara api akan menyerang salah satu diantara mereka atau bahkan ketiganya.


"Hello." Sapa Kalandra dengan sopan, dia bersikap baik karena tahu kalau pria dihadapannya itu adalah suami orang.


"Hello juga Mr. Kalandra, nice to meet you." Mr.Kendrick pun menanggapinya dengan hangat.


"Nice to meet you too."


Tulilut


Tulilut


Namun tiba-tiba ponsel milik Kalandra berbunyi.


"Maaf, saya angkat telepon sebentar." Ucap Kalandra sambil mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.


"Okey, silahkan." Ucap Mr.Ken dengan ramahnya.


"Jangan jauh-jauh, sebentar lagi kita masuk." Anyelir memberikan peringatan kepada suaminya, karena dia tidak ingin moment langka ini terlewatkan begitu saja.


"Iya, cuma diujung sana."


Tak selang beberapa lama terdengar suara bunyin ketukan sepatu highhels dari arah lorong depan.


"Hai sayang, apa sudah keluar hasilnya?" Tanya Jenny dengan suara lembut mendayu-dayu.


Ini dia pemeran antagonis wanita yang aku tunggu-tunggu!


"Belum sayang, mungkin sebentar lagi, emm.. perkenalkan dia Bella, orang yang sudah memperkenalkan aku dengan Dokter tadi." Ken langsung merangkul lengan istrinya dengan mesra.


Degh!


"Anyelir?"


Tubuh Jenny langsung kaku ditempat, dia bingung harus apa dan bagaimana, kalau dia kabur suaminya pasti curiga, namun kalau dia tetap disini bisa kacau juga ceritanya.


Kena kau!


"Nona Bella, apa Anda mengenal istri saya?" Giliran Ken yang langsung merasa curiga dengan dua wanita itu.


"Tentu, bahkan aku sangat mengenalnya, dia satu kelas dengan saya sewaktu SMA dulu." Anyelir seolah bahagia bertemu dengan alumni SMA nya.


"Really? Kebetulan sekali." Jawab Ken dengan wajah sumringahnya, ternyata dunia sesempit ini pikirnya, padahal memang hal ini sudah Anyelir rencanakan matang-matang.


"Eherm... a-aku harus pergi ke suatu tempat dulu, sekarang juga!" Raut wajah Jenny terlihat panik, bahkan ucapannya terputus-putus.


"Eits... tunggu sebentar, biar aku kenalkan dulu dengan suamiku." Anyelir langsung menahannya, karena dia tahu, Jenny pasti akan kabur setelah ini.


"Maaf, tapi saya harus segera pergi!"


"Kemana sayang, hasilnya sebentar lagi keluar loh?" Ken pun menahannya.


"KALANDRA, SINI SAYANG!"


Akhirnya Anyelir menjerit sekuatnya dengan sengaja menggunakan panggilan sayang disana saat melihat Kalandra sudah berjalan menuju ke arahnya.


Boom!


Tiba-tiba seperti ada sebuah ledakan yang membuat Kalandra dan Jenny berhenti ditempat dan saling menatap.


Yes... perang akan segera dimulai!


Akhirnya Anyelir bisa tersenyum dengan puas sambil bersidekap, seolah menyimak, apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Ssssaayy---" Kalandra seperti ingin memanggil sayang, saat kedua matanya terlihat memperhatikan tubuh Jenny dari atas sampai bawah, seolah tidak percaya akan apa yang dia lihat.


Baru kemarin dia mengantarkan Jenny pulang dari Singapura dan masih dengan menggunakan kursi rodanya, tapi kenapa hari ini dia melihat kedua kaki Jenny sudah bisa menapak dengan sempurna di lantai, bahkan sudah menggunakan sepatu berhak tinggi disana.


"Dia istri dari Mr. Kendrick, mereka berdua sedang ingin melakukan program kehamilan." Anyelir langsung memotongnya begitu saja.

__ADS_1


"Hah? bu-bukan, emm---" Jenny langsung melambaikan kedua tangannya dengan wajah kepanikan.


"Gimana Jen, kamu mau bilang kalau kamu bukan istri Mr.Kendrick? tapi tadi katanya---?" Anyelir seolah menambah bara api didalamnya.


"Maaf aku harus segera pergi, ayo!" Jenny bahkan langsung menarik lengan Kendrick untuk pergi dari sana, sebelum Kalandra berbicara banyak didepan Ken.


"Jenny, kamu sudah bisa jalan?" Kalandra langsung menghadang langkah Jenny dengan raut wajah penuh dengan kebingungan.


"Woyoo... apa kaki istri Anda bermasalah Mr. Kendrick?" Tanya Anyelir yang semakin membuat Jenny tidak bisa berkutik lagi.


"Sayang, apa kaki kamu masih kambuh lagi bukannya dalam tiga tahun ini sudah tidak pernah sakit lagi?" Ken langsung memperhatikan kedua kaki istrinya, dia pun tahu kalau kaki Jenny pernah cacat dulu tapi setelah menikah dengannya dia sudah sembuh total, karena rutin melakukan pemeriksaan ke luar negri.


Duaaar!


"Hah, itu--anu!" Jenny tidak mampu lagi untuk menjawabnya, karena dirinya sudah ketar-ketir terlebih dahulu saat melihat kedua mata Kalandra yang terus terarah kepadanya dengan tatapan tajam menyelidik.


"JENNY, APA KAMU SEDANG MENIPUKU!" Akhirnya kesabaran Kalandra habis terkikis, dia merasa menjadi orang bodoh selama ini, bertahun-tahun dia terkena tipu oleh Jenny.


"Oo... Kamu ketahuan!" Ledek Anyelir sambil menahan senyuman.


"Ada apa ini? Kenapa anda berani membentak istri saya!" Kendrick yang belum tahu kebenarannya merasa tidak terima saat ada orang yang berani mengusik istrinya.


"Jenny, katakan dengan jujur, apa dia memang suamimu?" Tanya Kalandra kembali dengan tegas.


"Di--dia.. itu, emm--" Dan Jenny sudah seperti orang gagap yang tidak bisa berbicara dengan lancar.


"Woah... Mr. Kendrick, ada apa ini, apa Anda termasuk dalam kategori suami tidak diakui?" Anyelir kembali memancing emosi Jenny, agar sifat dia yang sesungguhnya dia tunjukan disana.


"Diam kamu!" Teriak Jenny yang membuat kedua pria disana terkejut.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, coba jelaskan denganku apa yang terjadi denganmu!" Kalandra semakin merasa kecewa dan terluka disana, dia sungguh tidak menyangka, wanita lembut seperti Jenny bisa tega menipunya, padahal dia selalu baik dengannya bahkan memprioritaskan Jenny melebihi apapun dan rela melalukan apa saja demi dia.


"Dia memang suamiku, lalu kenapa? Kamu juga sudah beristri!" Ucap Jenny yang sudah terjepit disana.


"Wait! Jangan bilang kalian punya hubungan dibelakangku!" Dan Ken pun merasa curiga akhirnya setelah mendengar ucapan istrinya yang seolah memberikan pengakuan diri.


"Ada satu lagi berita heboh untuk Anda Mr. Kendrick!" Ucap Anyelir yang langsung mengeluarkan ponselnya.


"Tutup mulutmu Anyelir, kenapa kamu selalu saja ikut campur dalam urusanku, apa tidak cukup saat kamu menghancurkan masa depanku, hah?" Jenny langsung mendotong bahu Anyelir.


"Wuidih.. Kamu benar-benar sudah sehat ya, mana mungkin orang cacat bisa mendorongku sekuat ini? Dan satu hal lagi, Kamu pikir masa depanku juga cemerlang? Aku pun hancur karenamu, jadi mari kita HANCUR bersama-sama!" Ucap Anyelir sambil mencengkeram dagu milik Jenny, tiba-tiba jiwa premannya keluar tanpa takut dengan dua pria kesayangan Jenny ini.


"Kau ya!" Teriak Jenny sambil menghempaskan tangan Anyelir.


"Mr. Kendrick, saya sudah mengirimkan foto hasil pemeriksaan kalian yang sebenarnya, dan selama ini kesehatan anda sebenarnya sangat bagus, bahkan anda sangat subur, hanya saja istri Anda yang bernama Jenny itu ikut program KB IUD, yang terlihat jelas dalam foto rognsen yang sebenarnya!" Anyelir semakin tersenyum lebar setelah memamerkan foto miliknya.


"ANYELIR, DIAM KAMU!" Jenny bahkan langsung berteriak histeris, karena mungkin dia sadar inilah awal dari kehancuran hubungannya dengan kedua prianya.


Prok


Prok


Prok


"Kamu memang luar biasa Jenny, terima kasih karena sudah membohongiku, AKU SNAGAT MEMBENCIMU!" Kalandra bahkan langsung bertepuk tangan dengan wajah yang sudah memerah padam sambil melenggang pergi darisana.


"KALANDRA, tunggu!" Teriak Jenny yang langsung mengejarnya.


"Apa-apaan ini?" Dan Kendrick hanya bisa terduduk lemas di lantai saat menyadari kegilaan Jenny.


"Mr.Kendrick, yang sabar ya, aku cukup prihatin dengan kelakuan istri Anda, namun dia bukan wanita yang seperti Anda dambakan, semoga Allah memberikan hidayah kepadanya, jika Anda masih bisa bertahan, cobalah untuk bertahan, karena janji suci pernikahan itu bukan hanya didepan penghulu, tapi dihadapan Allah juga."


Anyelir sebenarnya ikut merasa prihatin juga dengan Mr. Kendrick yang terlihat begitu kecewa, saat melihat Jenny memilih berlari mengejar Kalandra, daripada membujuk suaminya sendiri.


Tapi mau tidak mau inilah kenyataan, lebih baik dia tahu yang sebenarnya sekarang, daripada harus terus berlarut-larut hidup dalam sandiwara dan dunia tipu-tipu dari Istri yang selama ini dia bangga-banggakan.


Sebenarnya arti bahagia dalam pernikahan itu seperti apa?


Kalau definisi bahagia itu memiliki anak, tidak mungkin ada orang yang bercerai, meskipun anak mereka lengkap.


Kalau bahagia itu memiliki uang banyak, tidak mungkin ada pasangan yang selalu ribut padahal hidup mereka penuh dengan kemewahan.

__ADS_1


Bahagia itu...


Ketika kita hidup tenang dengan pasangan, komunikasi terjaga, saling melindungi dan menjadi pakaian masing-masing.


__ADS_2