
Keberanian dalam diri Anyelir saat ini bukan berarti dia tidak merasa takut, hanya saja Anyelir tidak membiarkan ketakutan itu menghentikan langkah-langkah baru yang sudah dia susun susah payah akhir-akhir ini.
Hari ini Kalandra benar-benar tidak membiarkan Anyelir mengantarkan Kanaya berangkat sekolah sendiri, pengusaha muda berbahaya itu seolah merelakan diri menjadi sopir pribadi istrinya, padahal selama ini dia jarang satu mobil dengan istrinya, kalau tidak sedang berkunjung ke rumah keluarganya.
"Aku mau ke Mall dulu setelah ini, ada banyak keperluan harian yang harus aku beli untuk Kanaya." Ucap Anyelir saat mobil Kalandra sudah keluar dari halaman sekolah Kanaya.
"Ngapain harus ribet-ribet, aku masih banyak pekerjaan tau nggak, masih pagi juga mau ngemall aja kamu ini." Umpat Kalandra dengan wajah masamnya.
"Aku tidak memintamu untuk menemaniku, kalau memang kamu sibuk, antarkan saja aku ke Mall terdekat disini." Jawab Anyelir yang memang sudah terbiasa apa-apa sendiri setelah menikah, jadi dia bukan lagi gadis yang manja, kemana-mana harus ada yang menemani.
"Kenapa juga aku harus mengantarkan kamu ke Mall?" Kalandra tersenyum miring saat melirik wajah istrinya.
"Kalau kamu juga keberatan, turunkan saja aku di Bus Stop depan, biar aku berangkat sendiri." Dia pun tidak masalah naik kendaraan umum, bahkan itu lebih baik daripada diantar suami sendiri tapi harus makan hati.
"Kamu tidak berpikir untuk kabur kan?" Tanya Kalandra dengan tatapan curiga, sebenarnya dia ingin terus memantau istrinya, namun beberapa kali dia mendapatkan panggilan dari klien dari Kantor tadi.
"Untuk apa aku kabur, kurang kerjaan aja, aku beneran mau beliin perlengkapan sekolah Kanaya dan juga perlengkapan sehari-hari aku aja, lagian semua bajuku di rumah, masak iya mau kabur nggak bawa apa-apa?" Ucap Anyelir dengan santainya, karena memang dia sama sekali tidak punya niatan untuk kabur, karena akan ribet pastinya menghadapi kedua keluarganya nanti.
"Janji ya!" Celetuk Kalandra yang berhasil membuat kedua alis Anyelir terangkat.
Heh?
"Ngapain juga aku harus janjian denganmu?" Jawab Anyelir dengan tatapan wajah oenuh tanya.
"ANYELIR!" Kalandra langsung menaikkan nada suaranya.
"Pfthh... okey.. okey!"
Anyelir langsung menahan tawa, entah mengapa akhir-akhir ini kemarahan Kalandra seolah terasa lucu baginya, atau mungkin Anyelir yang sudah tidak terlalu peduli lagi dengannya, jadi dia sudah tidak takut jika terjadi apapun tentang hubungan mereka, walau tidak ia pungkiri bahwa Kalandra masih menguasai hatinya sampai saat ini.
Tulilut!
"Hallo Sean, ada apa?" Dan tiba-tiba nama Sena tertera di layar ponselnya.
"Anda dimana Nyonya, apa Anda tidak berangkat bekerja hari ini?" Tanya Sean dari balik telpon, karena hari sudah hampir siang tapi Anyelir belum juga datang ke Kantor, dan itu membuat dia merasa khawatir.
__ADS_1
"Aku dilarang kerja lagi oleh suamiku, ada apa?" Jawab Anyelir dengan jujur dan berhasil membuat Kalandra tersenyum walau hanya sekilas.
"Anda dimana sekarang?" Tanya Sean kembali, karena mendengar suara hiruk pikuk keramaian kota dari sana.
"Aku sekarang sedang di----"
Tut
Tut
Tut
Namun belum sempat Anyelir memberiahukan tempat dimana dia berada, tapi Kalandra langsung merebut ponselnya dan mematikan sambungan telponnya.
"Kalandra, aku belum selesai bicara." Ucap Anyelir dengan wajah kesalnya.
"Kalau kamu sudah tidak bekerja, ngapain kamu masih berurusan dengan pria itu!" Kalandra langsung melempar ponsel Anyelir di dasboard mobilnya.
"Dia asistenku Kala." Jawab Anyelir kembali.
"Dia bukan lagi asistenmu kalau kamu sudah tidak bekerja, mengerti kamu!" Ucapnya dengan penuh penegasan.
"Biar aku nanti yang mengurusnya, kamu tidak perlu memikirkan masalah Kantor, paham kamu!" Dan jika Kalandra yang berbicara dengan Ayah Mertuanya, semua pasti akan beres karena memang Kalandra kepala keluarganya, dia berhak menentukan istrinya kerja atau tidak.
"Tapi mungkin Sean tadi ada perlu denganku, jadi biarkan aku menghubunginya kembali, sebentar saja, okey."
"NGGAK! Biar aku block saja nomor dia, gangguin istri orang aja kerjaannya!" Kalandra kembali merebut ponsel istrinya saat dia mengambil kembali ponsel itu dan mulai mengotak-atik layarnya.
"Jangan Kala, kamu kenapa sih, apa coba salah Sean?"
"Kalau kamu nggak mau ngeblock nomor dia, aku hancurkan ponselmu, pilih yang mana!"
"Kok gitu sih Kala?" Anyelir kembali dibuat bingung oleh kemarahan Kalandra, padahal dia sudah menjelaskan siapa Sean dari kemarin, namun Kalandra masih saja marah dengan semua tentang Sean.
"Pilih mana, block nomor dia atau aku lempar ponselmu ke sungai!" Teriak Kalandra dengan penuh ancaman.
__ADS_1
"Okey, nanti aku block!" Dan Anyelir kembali mengalah.
"SEKARANG!"
"Huft... Iya, ini aku block, jangan marah-marah terus dong, nanti cepet tua loh." Umpat Anyelir yang terpaksa memblock nomor Sean, jika ponselnya dibuang bisa hilang semua kontak didalamnya dan aplikasi penting di yang terinstal di ponsel itu.
"Kamu bilang aku apa tadi?" Tanya Kalandra yang mulai terbakar emosi.
"Hehe.. nggak kok, aku turun didepan saja, biar nanti aku cari taksi sendiri." Jawab Anyelir yang memilih menampilkan barisan gigi putihnya.
"NGGAK! Aku antar kamu ke Mall saja, persetan dengan masalah kerjaan!" Ucap Kalandra yang langsung berubah pikiran.
"Nggak usah Kala, katanya tadi sibuk, aku bisa kok belanja sendiri." Anyelir sebenarnya malah keberatan jika Kalandra menemaninya, dia tidak akan bisa bebas nantinya.
"Cih... kamu pasti ingin menemui pria itu kan, jangan mimpi kamu, tidak akan pernah aku biarkan itu terjadi." Umpat Kalandra yang seolah begitu khawatir dengan adanya Sean dalam kehidupan istrinya.
Buat dia marah lagilah, seru nih kayaknya!
"Huft.. Ketahuan deh, padahal lumayan juga kencan pagi-pagi gini, masih sepi, bisa puas ngobrol berdua." Entah kesambet setan darimana Anyelir saat ini, karena dia seolah sengaja menghidupkan percikan api dalam diri Kalandra.
CEKIT
"ANYELIR, kamu sengaja mau menantangku ya!"
Tiba-tiba Kalandra lansung menepikan mobilnya, untung saja tidak ada mobil yang melintas dibelakangnya, kalau tidak mungkin nyawa mereka akan terancam.
"Kenapa, aku bukan mau menentangmu, aku hanya ingin seperti dirimu, curi-curi dibelakang, bermesraan dengan yang bukan halal, ternyata seru dan asyik juga loh, pantesan kamu sering begitu sama Jenny kan!" Dia sengaja membangunkan macan yang tertidur, apalagi ada nama Jenny disana.
Krak!
"Kamu benar-benar mau mengujiku ya Anyelir!"
Lagi dan lagi kemeja Anyelir yang langsung jadi korbannya, karena Kalandra langsung membuka paksa kemeja Anyelir, sehingga kancing bajunya lepas semua.
"Eherm... kenapa? kamu mau minta jatah lagi ya? silahkan saja, tapi aku lagi datang bulan, bahkan baru keluar deras-derasnya lagi, gimana mau nggak?"
__ADS_1
Namun kali ini Anyelir tidak marah dan berontak, dia malah tersenyum, bahkan dia sengaja mengalungkan kedua tangannya ke leher Kalandra dengan mesranya.
TO BE CONTINUE...