
Entah mengapa Elis merasa matanya semakin terasa perih saat mendengar Arjuna mengatakan jika dirinya akan mencari sekertaris baru, dengan kreteria cantik dan seksi. Apakah Arjuna akan benar-benar mengganti posisinya dengan wanita lain.
"Jangan menangis! Aku tak sekejam itu El." Arjuna turut naik keatas ranjang dan memeluk Elis dari belakang ia sembunyikan wajahnya di antara ceruk leher Elis.
"Aku tak akan melakukan hal itu El. Aku akan menemanimu menemui psikiater, kita akan mencari jalan keluarnya bersama. Entahlah aku sebenarnya tak bisa move on darimu. Otakku sudah terhipnotis sepertinya, bagiku tak akan ada yang bisa menyayangi anakku sebaik ibunya." Elis diam ia biarkan Arjuna memeluknya dari belakang.
"Aku berharap di dalam sini sesosok bayi akan tumbuh." Arjuna mengusap perut rata Elis. "Aku melepaskan banyak benih semalam El. Untung saja tidak beku setelah empat tahun berakhir dengan sabun." ucap Arjuna prontal hingga Elis menyikut perut Arjuna dengan repleks.
Arjuna tergelak kencang.
"Tubuhmu sudah tak panas." Arjuna meraba kening Elis yang sudah lebih dingin dari sebelumnya.
__ADS_1
Elis masih diam. Bolehkah ia menikmati momen ini, ia juga merindukan pelukan pria di belakangnya. Sebenarnya ego apa yang Elis junjung tinggi sedangkan ia sama merindunya.
"Mengenai sekertaris yang kau katakan tadi?" Elis berbalik ia tatap wajah Arjuna yang berada di hadapannya.
"Aku membual. Untuk apa aku membayar Jo dengan sangat mahal jika tidak mencangkup sekertarisku. Tapi aku tak main-main mengenai kau boleh dekat dengan pria lain, asal jangan sampai terdengar atau terlihat olehku." Arjuna mengajukan syarat yang mustahil terdengar. Tak mungkin Elis dekat dengan pria lain saat Arjuna masih menjadi suaminya.
"Tidak usah sok iklas jika seperti itu." Elis berujar sewot.
"Istirahatlah. Setelah itu aku akan mengajakmu menemui psikiater atau dokter ahli di rumah sakit ini." Arjuna memeluk Elis kembali.
"Tidak El. Kau mengenalku bukan sehari dua hari El. Aku tak mudah jatuh cinta ataupun mencintai, aku ingin kita memulai semuanya dari awal. Terlepas apa yang terjadi di antara kita di masa lalu. Kau mau kan?" Arjuna berujar penuh harap.
__ADS_1
Elis mengangguk pelan. "Ya aku mau. Aku akan menerimamu kembali. Demi anak anak dan demi diriku sendiri."
Elis terduduk, ia melunak mau bagaimanapun atau sekeras apapun Elis menyangkal tentang Arjuna, nyatanya hati kecilnya tetap tak bisa melepaskan Arjuna begitu saja.
Terlintas di pikiran Elis tentang apa yang Arjuna lakukan semalam bisa saja membuahkan hasil.
"Kau serius? Kau bersedia mengulang kembali kisah kita?" Arjuna bahkan sampai terduduk saking senangnya.
"Hem, asalkan kau harus berjanji untuk terus terbuka terhadapku. Jangan ada lagi yang di tutupi tentang apapun. Bicarakan semua hal tentang hubungan kita." Elis menatap penuh harap wajah Arjuna, yang menatapnya dengan teduh.
"Tentu Elis, aku juga tak akan menomor duakan dirimu lagi. Apapun inginmu akan ku lakukan El." Arjuna memeluk erat tubuh Istrinya.
__ADS_1
"Maaf karna selama ini aku terlalu keras kepala kepadamu!" Elis meraung tertahan di pelukan Arjuna.
"Tak apa El, aku paham. Cintamu nyaris habis, untuk itu aku akan kembali merawat dan menjaga cintamu agar tumbuh kembali. Jangan lagi meragukan diriku." Arjuna menghujani kepala Elis dengan banyak kecupan.