Ketika Cinta Istriku Habis

Ketika Cinta Istriku Habis
Sekilas kisah Jo


__ADS_3

Secara perlahan Elis mengerjapkan matanya, kepalanga sangat pusing juga dengan telinga yang seperti mendenging. Samar samar Elis dapat mendengar ketiga putrinya memanggilnya secara bersahutan.


"Mama, Mama ..." ujar ketiganya bergantian.


"El."


Elis mengenali suara berat itu. Yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri.


"Minum dulu." Saat mata Elis terbuka dengan sempurna, ia dapat melihat kekhawatiran di wajah Arjuna.


"Mama baik baik saja? Apa ada yang sakit?" Rose putri sulungnya mendekat, tangan mungilnya mengelap keringat yang mengembun di dahi sang ibu.


"Mama, baik baik saja."


Di sana juga ada Yudhistira yang tengah bermain barbie dengan Valery, jika saja Jimy sang asisten melihat ini Yudhistira yakin harga dirinya akan turun sebagai seorang mafia di negri ini. Namun Yudhistira tak bisa menolak keinginan keponakannya.


"Rose, ajak kedua adikmu untuk mandi ya." Arjuna dengan lembut meminta kepada anak sulungnya. Rose sangat pandai ia tak bertanya lagi dan lansung mengajak Jasmine dan Valery untuk memasuki kamar mereka dan mengajak keduanya untuk mandi.


"Vale gak mau mandi sekarang. Vale sedang bermain dengan Om Kudhis." Ya salam, Valery memang benar benar anak Arjuna, gadis cantik itu menyebalkan dengus Yudhistira.


Arjuna melipat bibirnya dalam saat putrinya mengganti nama Yudhistira dengan sebutan Kudhis, ia ingin terbahak kencang jika saja tak mengingat keadaan istrinya. "Kudhis dan panu ya Dek?" sambung Arjuna.


"Iya kutu air juga, seperti iklan salep, hihihi ..." Jasmine terkikik geli setelah menimpali ucapan ayahnya.


"Sialan kau!" dengkus Yudhistira kesal. Matanya mendelik kearah Arjuna.


"Vale sayang harus mandi dulu biar wangi ya. Turuti apa kakak Rose, agar mata kakak Rose tidak melotot." bisik Yudhistira di telinga Valiry, membuat bocah kecil itu terkikik sembari menutup mulutnya.


Valery mengikuti langkah kedua kakaknya.


Selepas kepergian ketiga putrinya Elis bangun dan terduduk menyandarkan kepalanya di atas sandaran tempat tidur, ia meneliti ruangan yang di katakan kamar itu, sangat luas melebihi besar keseluruhan rumah sewa mereka, pasti sangat nyaman untuk tinggal disana, tapi Arjuna mengapa lebih memilih tinggal di rumah petak bersamanya?


"Kak, apa kita akan menginap di rumah ini?" tanya Elis kepada Yudhistira, wanita itu seakan mengabaikan keberadaan Arjuna di sampingnya.

__ADS_1


"Aku yang akan menginap di rumah kalian." ujar Yudhistira sembari menyodorkan segelas air di hadapan adiknya.


"Ini bukan rumahku kak!"


"Ini rumah kita El, apa yang menjadi milikku milikmu juga, jangan mengatakan sesuatu yang seolah olah aku sangatlah pelit."


Elis bungkam.


"Apa yang di katakam Arjuna ada benarnya El, tidak ada istilah rumahku rumahmu dalam satu pasangan suami istri."


"Aku tak mau jadi istrinya lagi. " wajah Elis berpaling.


Arjuna mendekat ke arah Yudhistira dan membisikan sesuatu di telinga kakak iparnya itu.


"Jika kau berhasil membujuk Elis untuk tetap menjadi istriku, akan ku hadiahkan salah satu rumah terbaikku di kota ini untukmu." Arjuna mengajak kakak iparnya untuk bekerja sama, hanya demi mempertahannya wanita yang sudah memberikannya banyak kebahagiaan.


"Deal ..."


"Lisa jangan keras kepala Ya. Kalian jangan berpisah, kasihan anak anak kalian jika harus kehilanga pigur dari ayah ibunya. Kita melalu masa yang sulit di masa lalu El, tanpa ada dampingan dari orang tua kandung kita. Jangan sampai hal yang sama terjadi pada anak anak kalian. Ciptakan keluarga yang harmonis untuk mereka, rumah tangga adalah seni mengalah El. Kau perlu menekan egomu, agar hubungan kalian baik baik saja." Demi sebuah rumah mewah, Yudhistira memendam dendamnya kepada Arjuna. Bit, bukan demi sebuah rumah tapi demi kesejahtraan keluarga kecil adiknya.


Sumpah Yudhistira ingin menjedotkan kepala adiknya yang sangat keras kepala, padahal Arjuna sangat tampan juga kaya raya. "Kau akan rugi Lisa jika melepas Arjuna." Bisik Yudhistira.


"Aku tak perduli."


"Tekan egomu demi bayi kalian!"


"Bayi? Apa maksudnya dengan bayi? Aku tak memiliki bayi lagi, umur Valery sudah enam tahun." Elis meneguk minumannya dengan emosi karna kakaknya malah membela Arjuna bukan dirinya.


"Di perutmu ada bayi yang tengah tumbuh Lisa, setidaknya berkorbanlah sedikit."


"Maksud kakak aku ha-mil?"


"Kami belum yakin, tapi untuk memastikannya kau bisa mengeceknya sendiri." Arjuna menyerahkan dua buah test pack di tangannya ke arah Elis.

__ADS_1


Karna tak ingin penasaran lebih jauh lagi Akhirnya Elis memasuki kamar mandi, dengan kedua alat tes kehamilan di tangannya.


"Tuan ... Tuan ..."


Asisten Jo masuk begitu saja karna melihat kamar Tuannya yang sedikit terbuka.


"Ada apa Jo?"


"Tuan, saja ijin pulang dulu. Anak saya masuk rumah sakit sejak dua hari yang lalu."


"Ya Tuhan Jo, lalu kenapa kau baru ijin sekarang?"


"Saya juga baru tau barusan Tuan. Mantan istri saya tak mengabari saya jika putra saya di rawat di rumah sakit, ini saja saya taunya dari kakak saya, dia memaki maki saya karna mengira saya tak bertanggung jawab atas anak saya, dan malah menuduh saya tengah bersenang senang dengan istri baru saya. Kakak saya tak percaya saat saya bilang saya kerja hampir seminggu ini dan belum pulang kerumah istri baru saya." papar Jo dengan raut kusutnya.


"Pulanglah sekarang! Aku memberimu cuti hingga urusanmu selesai. Aku akan mengirim uang bonus ke rekeningmu nanti. Semoga putramu cepat sembuh." Arjuna menepuk pundak Asistennya untuk memberi semangat.


"Maksudnya Asistenmu memiliki dua istri?" Selepas kepergian Asisten Jo, Yudhistira bertanya kepada adik iparnya, hebat sekali asisten adiknya itu memiliki dua istri.


"Tidak, dia memiliki satu istri, hanya saja ia pernah menikah sebelumnya dan memiliki satu orang anak."


"Kasian anaknya, itu sebabnya aku tak ingin berpisah dengan Elis, aku tak ingin ada orang lain yang menggantikan posisiku ataupun kehadiran wanita lain selain ibunya." Arjuna tersenyum tipis.


"Apa alasan mereka bercerai?" Yudhistira semakin penasaran.


"Jo dan Milla istri pertamanya menikah karna di jodohkan. Namun setelah kematian ibunya, Jo menalak istri pertanyanya katanya tak ada sedikitpun cinta kepada Milla, alasan anak tak bisa menahan Jo untuk tetap tinggal, pria brengsek itu tetap pergi dengan cinta masa lalunya. Aku kasihan kepada Milla, wanita itu sampai memohon di kaki Jo agar pria itu mempertahankanya, namun sepertinya hati Jo sekeras karang hingga tak menghiraukan tangisan istri serta putranya."


"Mungkin permainan ranjang kekasihnya lebih hot." cetus Yudhistira.


"Yang ku heran dari Jo, jika dia tak mencintai istrinya mengapa bisa mereka memiliki anak." Arjuna tak habis pikir akan hal itu.


"Arjuna, Arjuna, kau yang terlalu naif sebagai pria berengsek hal itu tak berlaku bagi kami. Tapi ku akui kau memang pria sejati yang setia terhadap wanitamu saja, aku cukup lama mengorek tentangmu, itu sebabnya aku tak marah saat ku ketahui Elis adalah istrimu, ini tentang kami para pria brengsek Arjuna, kami bisa melakukan hubungan suami istri tanpa cinta juga ikatan, yang ada di otak kami hanya keberengsekan. Tapi aku berharap selamanya kau tetap mencintai adikku." Yudhistira mengusap sudut matanya yang basah.


"Hiduplah dengan umur panjang Yudhistira! Kau akan membuktiikannya sendiri, jika adikmu berada di tangan pria yang tepat."

__ADS_1


"Aaaa ..."


Teriakan Elis dari kamar mandi mengagetkan keduanya, hingga Arjuna dan Yudhistira berlari ke sumber suara.


__ADS_2