Ketika Cinta Istriku Habis

Ketika Cinta Istriku Habis
Cari dan bawa


__ADS_3

"Tolong pulangkan aku Yudha! Pulangkan aku!"


"Untuk apa kau pulang hah? Kudengar kau tak lagi mencintai Arjuna, lalu untuk apa kau ingin kembali pada pria pendusta yang plin plan itu?"


"Kami memiliki anak Yudha, meski pernikahan kami berakhir tapi tidak dengan hubungan kami Yudha. Dan aku sudah mengurungkan niatku untuk berpisah dari Arjuna. Aku akan memperbaiki diriku mencoba menumbuhkan kembali rasa itu, dan untukmu lenyapkan semua obsesimu padaku. Sungguh aku tak tertarik denganmu sama sekali." Elis berujar tegas, olia memang kasihan dan tulus menyayagi Rain tapi secuilpun ia tak memiliki perasaan dengan Yudha.


"Persetan dengan cintamu. Aku menginginkan dirimu untuk menjadi pendampingku, aku tak kalah tampan darinya, aku juga kaya raya Elis. Kau tak akan menyesal jika menjadikan aku sebagai penggantinya."


"Cintai aku seperti kau mencintai Arjuna El, aku bersumpah akan melimpahimu dengan cinya yang lebih banyak. Akan ku janjikan kebahagiaan dan rasa aman untukmu." Yudha terlihat meyakinkan.


"Kenapa?!"


"Aku nyaris sempura El, kenapa kau tak mau denganku? Parasku tampan, banyak wanita yang rela melemparkan tubuh mereka kepangkuanku."


"Lalubmengapa kau malah menginginkan aku Sialan?" habis sudah kesabaran Elis.


"Aku menawan juga kaya raya." Yudha berulang kali menegaskan akan hal itu.

__ADS_1


"Ini bukan tampan tidaknya dirimu, atau harta yang menjadi tolak ukurnya, kau tak akan mengerti soal hati Yudha. Dia sudah menghabiskan semua cintaku seluruh hatiku, lantas apa yang kau harapkan dari sesosok rupa yang tak seberapa ini?" Elis merasa heran mengapa Yudha begitu menginginkannya, padahal ia tidak menggoda apa lagi menjanjikan sesuatu kepada pria itu.


"Kau lupa suamimu yang berengsek itu kerap kali mengecewakanmu, menikahi wanita lain, membohongimu, juga melakukan hal serupa berulang kali." Yudha mengingatkan Elis akan dosa soya Arjuna.


"Kau tak akan paham Yuha, kami para wanita selalu mencari satu alasan untuk kami mempertahankan cinta kami, kami memelihara cinta itu sekalipun sudah hampir mati, tidak gampang untuk kami para wanita menumbuhkan cinta baru di saat cinta lama kami masih terlihat hidup apa lagi Arjuna adalah pria baik dan penyayang. Aku akan sangat menyesal jika melwpaskan priaku." Elis menyadari kekeras kepalaannya, rupanya kakaknya Yudhistira benar ia tak akan menemukan sosok lain sesempurna Arjuna.


"Kau menyayangi Rainkan? Kau peduli padanya kan? Soraya bahkan menginginkan kau untuk menjadi ibunya."


"Yudha, perlu kau ketahui aku menyayangi Rain tulus, di samping itu aku juga menganggap Rain adalah kerabat suamiku meski kalian tak memiliki darah yang sama, aku tetap menganggapnya demikian. Arjuna juga masih menganggapmu sebagai keluarganya, tapi kau tega melakukan ini kau seakan memeluk Arjuna untuk menancapkan belati lebih dalam kepadanya kau-"


"Diam! Hentikan omong kosongmu! Aku tak menyukai saat kau mebahas pria itu di depanku!"


"Sadarlah Yudha aku istri pria lain!"


"Sebentar lagi kau akan menjadi istriku! Istri dari seorang Yudha Barata. Haha haha ..." pria itu meletupkan tawanya hingga berdentum di ruangan itu.


"Itu tidak akan terjadi Yudha, tidak akan terjadi! Arjuna memang pria baik dan pemaaf, tapi saat kau mengusik istri dan anaknya, dia akan melenyapkanmu Yudha. Dia akan melenyapkanmu!" Elis sudah menangis ia takut sekaligus emosi.

__ADS_1


"Itu tidak akan terjadi, Arjuna hanya pria lemah yang selalu memaafkan setiap orang, sekalipun kakakku menjadikannya sebagai sapi perah tapi Arjuna selalu memaafkannya dan dia selalu perduli kepada ibu angkatnya itu, hingga suamumu mengurus langsung jenajah dan pemakamannya. Tidakkah kau marah karna ibu mertuamu selalu berbuat culas terhadapmu tapi suamimu justru memperlakannya dengan baik." Yudha mencoba menyerang Elis dari sisi manapun yang ia bisa.


"Arjunaku memang pria baik dan pemaaf." Elis tak terpengaruh sama sekali dan hal itu membuat Yudha semakin murka.


"Bersiaplah, besok pagi kau akan kunikahi!" Sebelum pergi Yudha menyempatkan diri mengecup rambut Elis.


"Tidak, aku tak mau, aku sudah memiliki suami. Aku ingin pulang! Yudha lepaskan aku!" Elis terus berteriak meski Yudha tak memperdulikannya.


.


"Tuan. Pengacara Nyonya besar mengatakan jika semua harta yang ia miliki ia wariskan kepada Asisten pribadinya, baik Tuan maupun Aida tak memiliki bagian dari harta itu. Jika Tuan penasaran Tuan bisa mendatangi kantor notaris Nyonya besar."


"Terserah aku tak perduli hartanya untuk siapa. Ibuku juga sudah tiada, yang aku cemaskan adalah tentang istri serta calon bayiku."


"Tidak kah Tuan berpikir jika ini janggal?" Bukan asisten Jo ingin ikut campur, hanya saja ia merasa heran, mengapa bisa nyonya besarnya mewariskan hartanya pada bawahannya di saat ibu Srikandi masih memiliki Anak. Karna Jo tak tau jika Aida telah tiada.


"Fokuskan pencarian Elis, tak ada yang lebih penting selain istriku."

__ADS_1


"Tapi ini benar benar janggal Tuan, dan bisa jadi ada sangkut pautnya dengan seseorang yang membunuh Nyonya besar."


"Jika seperti itu, cari dan bawa asisten ibuku kehadapanku!"


__ADS_2