Ketika Cinta Istriku Habis

Ketika Cinta Istriku Habis
Satu nyawa kembali melayang


__ADS_3

Di sebuah ruangan lembab dengan dinding dinding yang sudah di rambati dengan lumut, gedung ini merupakan gedung terbengkalai selama bertahun tahun.


Aldi seorang pria 30 tahun sudah berada di sana, entah apa yang terjadi seingatnya ia tengah teelelap di ranjangnya tapi pas dirinya terbangun saat ini, ia berada di sebuah ruangan yang tidak ia ketahui keberadaannya dimana.


Tangan dan kakinya terikat pada sebuah kursi kayu yang ia duduki, dirinya bahkan masih mengenakan piama tidur berwarna maroon, apa ini mimpi? pikir Aldi.


"Dimana aku? Siapa yang melakukan ini."


Pria itu menggigit bibirnya sendiri, dan sialan rasanya sakit itu artinya ia tidak tengah bermimpi.


Derap langkah kaki beberapa orang terdengar mendekat kearahnya, ia menapap waspada ujung ruangan yang tak memiliki pintu.


"Siapa dalang di balik ini semua?" pikir Aldi sang asisten Srikandi, "Ataukah perbuatan ini di lakukan Arjuna? Ya ini pasti perbuatan Arjuna karna Yudha mengatakan Aida sudah mati." Aldi terus bermonolog dalam hatinya.


Dan benar saja sosok yang pertama ia lihat adalah Arjuna, dengan seseorang yang tidak ia kenal sebelumnya tapi ia pernah melihat orang sadis itu.


Tubuh Aldi bergetar seketika, ia takut dengan seseorang yang berdiri menjulang di samping Arjuna, seorang mafia dan ahli racun itu benar benar terlihat bengis dengat tatapan setajam belati.


Sial Aldi salah langkah, nyatanya Yudha yang berjanji akan melindunginya tak terlihat batang hidungnya di sana, pria itu sepeetinya sibuk bersenang senang dengan istri dari Arjuna.


Yudha adalah pria gila menurut Aldi, pria itu bahkan menyuruhnya untuk menyingkirkan kakak seayahnya, pria itu dengan senang hati menyiapkan beberapa hal untuk melancarkan akdinya melenyapkan Srikandi, bukan harta yang Yudha inginkan, melainkan kelengahan Arjuna untuk mengambil Elis dari tangan pria itu.


Namun Arjuna tak lengah sama sekali, pria itu selalu mengawasi istrinya, inilah yang membuat Yudha nekad membayar supir Arjuna dengan harta yang sangat tinggi untuk menculik Elis dari rumah suaminya sendiri, bahkan supir Arjuna dengan sengaja melenyapkan bibi dora karna takut semuanya terbongkar dari mulut wanita bertubuh gempal itu. Supir Arjunalah yang membawa kabar kepada bibi Dora jika tuannya Arjuna menunggu di kolang belakang.


Dan di saat Bibi Dora mengetahui aksinya, ia langsung menyuntikkan sebuah racun ketubuh gempal itu dan memasukannya kedalam kolam setelah di rasa Bibi Dora tak bergerak lagi.


Aldi memang tidak turut serta dalam penculikan Elis, tapi ia mengetahui segalanya.


"Katakan siapa yang bekerja sama denganmu?" Yudhistiralah lah bertanya dengan seringaian mengerikan.


"Aku tak akan mengungkit harta atau apapun kepadamu, karna harta ibuku bukanlah hakku. Aku tak perduli akan itu, aku hanya menginginkan istriku saja." Arjuna sebenarnya sudah mengetahui siapa pembuh ibunya, rupanya pria itu yang mendatangi Jo dan sepertinya pria itu ingin mengkambing hitamkan Jo jika saja Jo ceroboh.

__ADS_1


Asisten Jo mengatakan tubuh Aldi memiliki aroma tang sama dengan pria yang mendatanginya di rumah sakit. Dan Arjuna tak meragukan hal itu.


"Katakan siapa dalang dari penculikan istriku sialan!"


Duak ...


Arjuna menendang tulang kering Aldi hingga pria itu mengaduh kesakitan.


"Saya tak tau Tuan." Aldi menunduk menyembunyikan wajahnya, meski ia tak yakin jika Arjuna dapat berbuat kasar atau membunuhnya tapi ia sangat takut akan orang di sebelah Arjuna, tampangnya lebih mendekati seorang iblis, atau malaikat pencabut nyawa.


"Setidaknya katakan kau ingin mati dengan cara apa?" Yudhistira menunjukan beberapa senjata, mulai dari senjata api, sebilah belati juga satu jarum suntik.


"Obat di dalamnya akan membuatmu mati dengan rasa seperti tercekik, kau tak usah repot repot siapa yang benguburkanmu, obat ini akan membuatmu hancur tanpa menimbulkan bau busuk, kau akan menjadi orang kesekian yang akan menjadi orang yang mencicipi racunku." Yudhistira menerbitkan senyum mengerikan di bibirnya.


"Lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Aku akan melepaskanmu, jika kau mengatakan siapa yang menculik istri Arjuna." Yudhistira mengambil alih mengancam pria itu, karna baginya Arjuna tak menyeramkan, pria itu terlihat seperti pria baik hati.


"Atau kau ingin mati dengan senjata rakitanku? Atau ingin ku potong potong dengan belati beracun milikku?" Yudhistira memainkan belati itu di sekitaran leher Aldi, membuat pria itu bergetar ketakutan dengan sangat hebat tubuhnya menggigil.


"Tentu aku akan melepaskanmu." tapi aku akan menyuntikan racun lain padamu. Yudhistira bukanlah orang pembohong, ia akan melepaskan pria itu desuai ucapannya, tapi ia ingin mandiri menghukum pria itu tanpa melibatkan Tuhan.


"Orang yang yangenyuruhku melenyapkan nyonya Srikandi adalah Tuan Yudha, pun begitu dengan yang menculik nona Elis juga Tuan Yuda."


"Apa?"


"Sudah kuduga."


Yudhistira sudah menduga hal ini, tapi Arjuna tak mau mendengarkannya pria itu terlalu baik atau mungkin terlalu oon, tidakkah Arjuna melihat tatapan memuja yang di berikan Yudhistira kepada istrinya?


"Cepat cari Lisa, aku akan menyusul nanti. Aku perlu melepaskan pria ini lebih dulu." Yudhistira menyeringai, sedangkan Arjuna memilih pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Sesuai apa katanya Yudhistira melepaskan ikatan pria itu tapi tapi sebelum pria itu pergi ia menyuntukan sesuatu di tangan pria itu.


"Apa yang kau lakukan?"


"Memberimu kenang kenangan kau akan mengingatku sebelum kematianmu!"


Belum sempat pria itu bertanya lagi dalam hitungan detik pria itu ambruk di lantai.


"Satu nyawa kembali melayang." ucapnya mengerikan.


.


Elis sudah di pasangkan gaun pengantin saat ia membuka matanya, entah siapa yang memakaikannya.


"Mama Elis sangat canti dengan gaun itu." Rain berbinar dengan penuh antusias.


"Rain tolong lepaskan Mama Elis ya, Rain anak baikkan?" Elis membujuk anak lelaki yang sudah siap dengan pakaian jas serta dasi kupu kupunya.


"Rain ingin Mama menjadi mama Rain seutuhnya, tinggal bersama Rain dan Papa, apa mama tak bisa melakukukan hal sederhana ini?" tanyanya polos bibirnya bergetar.


Elis rasa Rain sama gilanya dengan papa anak itu, tapi Elis harus terus membujuk anak itu supaya ia dapat melarikan diri.


"Rain Mama sangat menyayangi Rain, tapi Mama juga harus pulang, ini bukan rumah Mama, anak anak Mama juga Om Juna pasti mencari Mama." Elis berharap Rain bisa di bujuk, bocah itu memang terlihat begitu menyayanginya.


"Aku juga menginginkan Mama menjadi ibuku, itu sebabnya Papa mau menikahi Mama hari ini."


"Rain Mama sudah menikah! Mama tak mungkin menikah dengan Papamu. Tolong bantu Mama melepas tali ini." Elis terlihat memohon, sedangkan Rain terlihat berpikir keras.


"Mama Soraya mengatakan ingin menitipkan Rain sama Mama Elis, tapi Mama Soraya malah meninggal lebih dulu itu artinya Mama Elis harus tetap menjadi Mamaku. Aku anak baik Ma." Aku Rain.


"Papa sedang menyiapkasn pernikahan Mama di bawah." ujar Rain polos.

__ADS_1


"Iya Rain anak baik jadi tolong lepaskan ikatan Mama ya, Rain mau kan mengantarkan Mama ke bawahkan?." bohong Elis, Rain mengangguk, bocah itu sudah mendekat dan menyentuh tali yang mengikat Elis, belum sempat Rain membuka tali itu seseorang telah datang.


"Rain diam di tempatmu!"


__ADS_2