
"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" Aida masih menyentak nyentakkan tubuhnya sendiri yang terikat di kursi kayu dengan seutas tali tambang.
"Mauku? Kau bertanya mauku? Aku menginginkan hak-hakku Aida. Warisan serta pengakuan keluarga mertuamu jika aku juga sebagai pewaris. Aku juga tak akan meminta harta ibu tiriku, aku hanya mau harta ayahku saja." Ada nada kegetiran di antara suara Yudhistira yang tercekat.
"Tapi karna semua itu tak pernah ku dapat. Akhirnya aku menjadi serakah, aku menginginkan semua harta yang di miliki mereka. Awalnya ku kira dengan kematian anak kalian Arjuna dan Srikandi akan bisa menebak jika itu perbuatanku. Padahal aku sudah mengirimkan mereka kisi-kisinya." Yudhistira tersenyum kecut dengan geraman mengerikan.
"Itu karna Arjuna tak mencintaiku sialan! Arjuna tak menginginkan aku. Apa kau tak melihat saat bayi kami tiadapun dia terlihat biasa biasa saja?" Aida berteriak dengan segenap emosi yang ia miliki. Kekecewaan juga terpatri jelas di wajahnya.
"Kau mau mengelabuiku?"
"Tidak. Yudhistira aku berkata sebenarnya. Arjuna memiliki istri lain selain aku. Istri pertamanya yang paling dia cintai juga lindungi." Aida membeberkan tentang rahasia istri lain dari Arjuna.
"Tidak mungkin selama ini kaulah yang pernah Arjuna nikahi. Aku tak mungkin kecolongan sialan! Orang orangku sangat bisa di andalkan. Dan selama ini hanya dirimu lah istrinya." Yudhistira benar benar tak tau jika Arjuna memiliki istri selain Aida. Yang pria itu ketahui Arjuna seorang lajang setelah menikah dengan Aida dan yang ia tau sekarang Arjuna sebagai seorang duda. Yang kabur kaburan.
"Kau salah Yudhistira ... Ternyata kau sangat bodoh."
Plak ...
Satu tamparan menyapa pipi Aida, sehingga tercetak jelas gambaran tangan besar pria itu di pipi Aida yang putih.
"Beraninya kau mengataiku!" geram Yudhistira.
"Itu kebenarannya! Dia memiliki istri juga tiga orang putri. Arjuna memang menyembunyikannya dari publik." Aida benar benar membongkar rahasiah Arjuna di hadapan Yudhistira.
"Sialan! Awas saja jika kau membual Aida. Aku akan benar benar menyenyapkanmu. Dengan siksaan yang amat pedih." Yudhis tira bahkan menendang kursi yang Aida kenakan hingga Aida terjungkal.
"Kalian. Kemari!" teriak Yudhistira kepada semua anak buahnya yang berjumlah 4 orang.
"Lecehkan wanita itu." Tunjuk Yudhstira kepada Aida yang hanya meringkuk dengan kursi kayu yang masih menempel di tubuhnya.
"Tidak. Tidak aku mohon! Jangan, jangan lakukan apapun terhadapku." Aida ketakutan melihat ke empat pria tinggi besar dengan wajah beringasnya. Tampang orang orang suruhan Yudhistira sangat menyeramkan.
"Hinakan dia sehina-hinanya dan rekam setiap apa yang kalian lakukan. Aku akan mengirimkan vidionya pada Arjuna juga mantan mertuanya. Aku ingin melihat reaksi mereka. Hahaha ..." Yudhistira tertawa. Banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi, bisa juga Aida dan Arjuna pura-pura berceraikan untuk mengecoh dirinya. Atau benar benar ada hal yang Arjuna tutupi selama ini.
"Jangan. Jangan kumohon!" Aida sudah menangis histeris. Membayangkan dirinya di jamah oleh banyaknya pria. Apakah ucapan Arjuna waktu itu akan benar benar terjadi? Apa dirinya agar benar benar di hinakan. Ini benar benar mimpi butuk.
"Tidak ... Tidak ..." Aida berteriak histeris air matanya dudah berhamburan di pipinya.
Sedangkan Yudhistira menggemakan tawanya sembari melemparkan sebuah kamera digital.
"Ini akan menjadikan hal yang luar biasa."
"Tolong."
__ADS_1
"Tolong jangan lakukan hal ini padaku." Aida terlihat histeris. Saat ke empat pria mendekat ke arahnya.
"Bos kau tak ingin mencobanya lebih dulu?" tanya salah seorang pria bertubuh besar.
"Cuih."
Yudhistira meludah di depan Aida.
"Dia wanita murah. Tak sudi aku menyentuhnya, untuk kalian saja." Yudhistira berlalu setelah mengatakan hal itu.
Aida benar benar mendapatkan pelecehan sek sual dari ke empat pria bertubuh besar itu. Aida di perlakukan dengan sangat tak manusiawi oleh ke empat pria yang mengenakan penutup kepala hingga ke wajah itu.
Semuanya di abadikan dalam sebuah kamera dengan durasi lebih dari satu jam.
"Ha ha ha ... Aku sangat pandai." Yudhistira tersenyum puas saat melihat hasil karya perdananya membuat senuah film biru. Tanpa editan sama sekali.
Yudhistira mengirimkan vidio itu pada email Arjuna juga email ibu Srikandi. Dengan menggunakan akun Fake. Yudhistira bahkan mengirimkan vidio itu pada Yudha yang ia ketahui sebagai adik seayah dari ibu Sri. Bebrrapa kali Yudhistira mengajukan kerja sama dengan Yudha pria itu masih saja menolak dengan alasan yang tak masuk di akal.
.
Setelah suhu tubuh Elis tak panas lagi. Arjuna membawa Elis ke seorang psikiater yang ada di rumah sakit tersebut.
Psikiater
Latar belakang pendidikan seorang psikiater adalah dokter umum yang telah menempuh jenjang PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) dalam ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri selama 8 semester.
Dengan kata lain, psikiater adalah dokter spesialis kejiwaan dengan gelar Sp.KJ (Spesialis Kedokteran Jiwa), yang memiliki keterampilan klinis dalam mendiagnosis, melakukan pengobatan, perawatan dan pencegahan pada masalah kesehatan mental.
Psikiater juga menangani penyalahgunaan zat-zat tertentu dan masalah kecanduan (adikisi). Oleh karena itu, psikiater dapat memberikan resep obat-obatan, seperti halnya dokter pada umumnya.
Psikolog
Sementara itu, psikolog adalah tenaga ahli yang lebih fokus dalam memberikan solusi dari sudut pandang nonmedis seperti praktik konseling dan psikoterapi. Mereka juga menempuh bidang akademik yang berbeda, yaitu ilmu psikologi.
Cakupan bidang psikologi antara lain pola hidup, tumbuh kembang, dan pengaruh lingkungan sosial terhadap pasien. Mengingat psikolog bukan dokter medis, maka psikolog tidak memiliki kewenangan klinis dalam memberikan resep obat atau prosedur medis lainnya.
Jadi setelah Arjuna pertimbangkan Ia membawa Elis ke dokter psikiater.
Elis menceritakan apa yang ia rasakan ke dokter wanita yang ada di hadapannya. Semuanya tanpa Elis tutup tutupi.
"Kesehatan mental yang terganggu akan memengaruhi suasana hati dan kemampuan berpikir yang mengarah ke hal negatif." ujar dokter berusia 45 tahun itu.
Psikiater biasanya menangani pasien-pasien yang mengalami gangguan kesehatan mental, antara lain:
__ADS_1
Depresi mayor
Skizofrenia
Gangguan bipolar
Gangguan kecemasan
Disfungsi seksual
Disforia gender
Gangguan terkait zat dan adiktif
Gangguan kepribadian
ADHD (Masalah kesehatan mental terkait kesulitan fokus, hiperaktif, dan berperilaku implusif)
Itulah beberapa kondisi kesehatan mental yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut. Biasanya psikiater mengatasi kondisi tersebut dengan melakukan konseling, dan baru meresepkan obat sesuai kondisi pasien bila diperlukan. Ada pun obat yang dapat digunakan antara lain antidepresan, obat antipsikotik, penstabil suasana hati, dan obat penenang. Selain obat-obatan, psikiater juga menggunakan beberapa teknik terapi untuk membantu mengobati pasien.
Setelah di beri penjelasan Elis mengerti jika sekarang dirinya memang tengah membutuhkan pertolongan.
Arjuna menggenggam tangan Elis. Untuk menyalurkan kekuatan, juga agar Elis tidak khawatir.
"Aku akan tetap di sampingmu. Kau akan sembuh El."
Dokter itu memberikan jadwal agar Elis dan Arjuna bisa kembali berkonsultasi. Dokter itu juga memberikan beberapa obat, untuk Elis konsumsi.
Selepas mengantar Elis ke psikiater Arjuna mengantar Elis kembali ke kamarnya untuk melanjutkan perawatan. Ia juga menugaskan beberapa orang untuk berjaga. Sementara dirinya harus pulang terlebih dahulu. Ada sesuatu yang perlu ia selesaikan.
Namun sebelum itu Arjuna akan memastikan dulu keamanan ketiga putrinya.
.
Ibu Sri berteriak histeris saat mendapatkan sebuah kiriman vidio dari seseorang yang tidak di kenal. Yang mana di film itu Aida benar benar di jadikan pemeran utama.
Bukan hanya itu. Orang yang sama juga memberikan teror juga ancaman yang menakutkan bagi ibu Sri.
"Arjuna di mana dirimu? Tolong Mama! Mama takut." Lirih ibu Sri. Dia segera memerintahkan orang untuk mencari keberadaan Arjuna.
Arjuna sendiri sudah tak menggunakan email maupun akun lamanya. Sehingga hal itu membuat Yudhistira murka.
"Licin sekali kau Arjuna. Harus dengan apa aku membuatmu kalah dan menyerah?. Kau selalu lebih beruntung di bandingkan aku." Yudhistira menghancurkan beberapa barangnya untuk meluapkan emosinya.
__ADS_1