
Entah sampai jam berapa mereka menyudahi acara percintaan semalam.Alarm yang di setel Shasa berbunyi pukul lima lewat membuat Shasa yang masih berada dalam pelukan erat Raihan terbangun
Shasa membuka mata nya dengan berat, tubuhnya terasa pegal,tangan Raihan masih berada di pinggang perempuan cantik ini, hembusan nafas Raihan terasa pada tengkuk Shasa dan Shasa bisa merasakan hangatnya tubuh Raihan, sejenak Shasa terdiam dia mengulum senyum nya sambil berusaha melepaskan diri dari Raihan
"Sayang mau kemana?" ujar Raihan menarik Shasa agar tidur kembali di sebelah nya,Shasa tersenyum geli dia tidak pernah berpikir akan berakhir di ranjang bersama lelaki yang dia katakan sombong ini, pelukan posesif Raihan menandakan kalau dia tidak ingin di tinggal kan oleh Shasa
" Rai...ini sudah siang,kita harus ke kantor" ucap Shasa tapi tak di gubris Raihan dia terus memeluk erat Shasa dengan mata terpejam membuat Shasa menghela nafas panjang, bagaimana bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat jika kelakuan Raihan begini dan Shasa yakin ini akan berlangsung setiap pagi
Saat Raihan tertidur lelap Shasa berusaha melepaskan diri nya dari pelukan lelaki tampan itu,Shasa segera meluncur ke kamar mandi dan membersihkan diri
Segala keperluan Raihan sudah Shasa siapkan di atas sofa kamar seperti biasa pakaian pengantin baru ini selalu coupel membuat siapa saja gemas melihat kecocokan mereka
" Pagi mi" sapa Shasa tersenyum manis
" Pagi kak Zizi,,,Pagi mas Alex" lanjut Shasa menatap Zizi dan Alex bergantian
" Seperti nya ada yang lagi happy ya" goda Melinda ikut tersenyum manis melihat kebahagiaan yang terlihat dari wajah menantu nya ini
" Papi nggak di sapa nih" ucap Byan yang baru datang
" Pagi papi...." Ujar Shasa tersenyum, senyum yang sangat Alex rindukan selama ini
__ADS_1
Diam-diam Alex melirik Shasa tanpa sepengetahuan Zizi, ingin rasanya memeluk tubuh mantan kekasih nya ini tapi Alex harus bisa mengontrol dirinya saat ini
" Duduk sayang mau makan apa?" tanya Melinda lembut
" Tunggu mas Raihan keluar saja mi,nanti biar kami makan bersama" jawab Shasa malu-malu
" Hmmm......emmm sudah banyak perubahan seperti nya mi" goda Byan terkekeh kecil
" Iya pi.... seperti nya kita banyak ketinggalan momen penting" sahut Melinda membuat Shasa menutup wajahnya malu
" Pagi sayang" Raihan datang dengan stelan kerja yang dipilih kan Shasa tadi dan mengecup sekilas pipi istri nya ini di hadapan semua nya membuat Shasa bertambah malu sedangkan Zizi merasa iri melihat kemesraan Raihan dan Shasa, mereka yang sudah menikah lama tidak pernah Alex memperlakukan nya semesra itu,dia perempuan juga butuh kasih sayang dan perhatian beruntung nya Shasa pikir Zizi
" Mau ini beb?" tawar Shasa berdiri mengambil piring kosong di meja Raihan
" Bunda dan ayah kamu jadi datang nak?" tanya Byan
" Mungkin jadi Pi, mereka menunggu Abel dan Abi pulang kuliah besok karena mereka juga akan ikut" sahut Shasa sambil meletakkan piring berisi nasi goreng di meja Raihan
" Abel juga ikut yang?" tanya Raihan sambil mengunyah makanan nya
"Selesaikan dulu kunyahan nya beb,nanti malah keselek" ucap Shasa memberikan satu gelas air putih pada Raihan dan di minum nya
__ADS_1
" Hmmmm... kemarin Bunda menghubungi ku katanya Abel kangen pengen curhat jadi dia juga ikut"
" Kan kalian sering curhat lewat telpon"
" Iya tapi tetap masih kangen lah beb orang kami dulu nya hampir tiap hari ketemu bahkan Abel pasti nginep tiap minggu di rumah" jelas Shasa
" Pantasan Rendra seneng banget kemarin rupanya Abel mau kemari,tapi dari mana dia tau ya" gumam Raihan sambil memasukkan suapan nasi goreng nya
" Dari Abi lah,orang mereka udah kerja sama buat jodohin Abel sama Rendra" jawab Shasa tersenyum
" Nggak cocok" jawab Raihan cepat
" Iihh kok kamu yang bilang nggak cocok sih orang mereka belum pernah jalan bareng,di jalani dulu baru bilang nggak cocok kalau nggak ada niat buat ngejalanin jangan langsung cap nggak cocok" tekan Shasa melirik kearah Alex membuat Alex menyudahi sarapan nya
" Ya seperti kita ya yang menjalani hubungan jebakan tapi berakhir bahagia" Sindir Raihan pada Maminya sedangkan Byan sedikit tertawa kecil
" Aku berangkat duluan Mi,pi..." pamit Alex dia terlalu muak melihat kemesraan Raihan dan Shasa
Alex berjalan keluar dan di ikuti Zizi dari belakang tidak ada senyuman di wajah Alex,dia selalu dingin pada Zizi, setiap Zizi bertanya pasti Alex menyalahkan Zizi soal anak,Alex sudah menyusun rencana akan menceraikan Zizi bukan ini dengan alasan anak dan kembali pada Shasa tapi sekarang Shasa seperti sulit terjangkau oleh nya,Shasa terlalu dekat dengan Raihan bagaimana cara nya Alex bisa merebut Shasa kembali
Zizi menyalami punggung tangan Alex
__ADS_1
" Hati-hati mas" ucap nya tanpa Jawaban Alex segera pergi
" Sampai kapan rumah tangga ini akan bertahan tuhan" batin Zizi,ingin berpisah tapi dia terlalu mencintai Alex