
Kejutan besar untuk Shasa sepupu nya Vania bisa hadir berkumpul di Bali bersama nya secara Vania model yang cukup terkenal saat ini dan sudah pasti banyak job yang di tinggal kan nya untuk menyusul Shasa ke Bali
Vania adalah adik Aditya anak dari Bela dan Bisma,Sejak memutuskan menjadi model dia merantau ke Jakarta sendiri hanya sesekali pulang ke Bali dan dua hari lalu Aditya mengabari pada Vania tentang liburan Shasa dan suami nya di Bali membuat Vania memutuskan pulang karena dia juga sudah merindukan papa dan mama nya
" Mana suami lo?" tanya Vania pada Shasa,Shasa hanya tua satu tahun dari Vania membuat mereka serasa seumuran
" Kenalkan Suami ku" ujar Shasa tersenyum merangkul Raihan mesra
" Rai..." ucap Vania tak percaya
" Beb...jangan bilang-"
Raihan mengangguk pelan,ada perasaan bersalah di diri nya karena terlalu banyak menebar mantan untung saja dia tidak pernah menebar benih pada perempuan-perempuan nya ini
Shasa mencubit pinggang Raihan pelan,Shasa kesal karena setiap perempuan pasti berhubungan dengan nya seberapa banyak mantan pacar suami nya ini
" Awww...." ringis Raihan pelan membuat Rendra tertawa mengejek sahabat nya ini
Tidak terasa malam semakin larut mereka semua sibuk mengobrol masing-masing, untuk para orang tua sudah kembali ke kamar mereka karena tidak tahan dengan angin malam
Zizi sudah menguap beberapa kali membuat Aditya kasihan
" Ayo aku antar ke kamar mu, Seperti nya kamu lelah" tawar Aditya di anggukki oleh Zizi
Zizi segera bangkit dan pamit pada adik-adik nya ini
"Besok aku jemput untuk keliling dan breakfast " ucap Aditya saat mereka berjalan
Saat keluar dari Lift kaki Zizi tak sengaja menginjak sesuatu dan hampir terjelengkang dengan sigap Aditya menyambutnya hingga mata mereka bertemu pandang,Zizi dan bisa lagi menyembunyikan perasaan suka nya pada Aditya tapi apa lelaki ini memiliki perasaan yang sama,Zizi rasa tidak.Lelaki setampan Aditya tidak mungkin tidak memiliki kekasih sudah pasti banyak yang mengantri untuk nya, apalagi saat Aditya tau dia janda tak akan mungkin Aditya menerima dirinya
__ADS_1
" Maaf..." ujar Aditya melepaskan tangan nya dari tubuh Zizi
" Terimakasih" ucap Zizi gugup
" Mimpi indah" Aditya berkata sangat lembut saat Zizi di depan pintu kamar nya
Aditya menunggu Zizi untuk pulang masuk baru dia pergi ke ruangan nya, Aditya memang memiliki ruangan sendiri di hotel berbintang itu, Ruangan yang langsung terhubung dengan kamar untuk nya menginap karena Aditya memang sering menginap di hotel nya ini,ini salah satu hotel terbesar yang di bangun Aditya,dia memang lebih suka di hotel ini dari pada yang lain karena ini lebih lengkap dengan Fasilitas tempat Fitness dan pemandangan nya pun cukup Indah,kafe yang di bangun nya pun cukup luas sehingga membuat Aditya betah berlama-lama di sini bahkan dia berencana membangun satu buah Vila agar bisa di tempati nya di sebelah hotel
" Yang,,, bobok yuk!" ajak Raihan yang sudah mulai menguap,dari tadi Shasa tak habis-habisnya bercerita dengan Vania dan Abel ketiga perempuan ini seperti menemukan topik yang enak untuk di jadikan bahan ghibahan mereka sehingga tak henti-hentinya ? mengoceh dan sesekali tertawa,Arif dan Franda sudah kembali ke kamar mereka masing-masing kini hanya Ada Abi dan Abel,Raihan dan Shasa beserta Rendra dan Vania, Untung saja Vania bukan tipe cewek yang berperan melihat kemesraan Raihan dan sepupu nya Shasa
" Dia playboy cap kadal Sha,lo harus hati-hati" ucap Vania sekena nya
" Tenang cin udah gue jinakin" jawab V
Shasa tertawa kecil
" Buaya ketemu pawang nya" celetuk Rendra membuat Raihan melotot kan mata ke arah sepupu nya ini
" Kok bisa?"
" Tu si biang kerok nya" tunjuk Vania pada Rendra yang terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Sumpah gue cuma di suruh Van" ucap Rendra menyelamatkan dirinya
" Dia tuh yang selalu bilang kalau Raihan sedang rapat penting padahal lagi nemenin Bunga belanja,kalau lagi ama gue bilang nya Rendra telpon ada rapat dadakan padahal si Bunga yang nelpon" ungkap Vania membongkar aib Raihan
" Terus gimana ceritanya kalian bisa putus?" tanya Shasa lagi dan di angguki Abel yang juga penasaran,tapi posisi duduk Abel tak beranjak dari sebelah Abi membuat Rendra semakin jengah
" Yang,,udah deh ngantuk nih,besok lagi ya!" bujuk Raihan mencoba menguap beberapa kali tapi Shasa tetap saja penasaran dengan cerita Vania, meskipun itu masa lalu tapi Raihan cukup lihai dalam hal membohongi wanita,jangan sampai Raihan memakai trik nya pada Shasa
__ADS_1
" Yang itu juga masa lalu,intinya semua nggak jodoh,jodoh nya sama kamu" ucap Raihan lagi,dia takut semakin banyak aib nya di bongkar Vania semakin kecil harapan bulan madu nya di Bali percuma sudah kejutan yang di berikan nya karena hancur dengan kedatangan Vania
" Gue sama Bunga makan siang bareng, Bunga pamit ke kamar mandi, ponsel nya bunyi gue lihat nama dia, wallpaper ponsel Bunga foto mereka berdua, mesra banget-"
Raihan menutup telinga Shasa seketika dia tak ingin Shasa mendengar kan lagi cerita sepupunya ini
" Yang" rengek Raihan
" Ciuman?" tanya Shasa penasaran, sebenarnya Shasa tak begitu mempermasalahkan nya karena dia juga pernah berciuman beberapa kali dengan Alex dulu tapi hanya sekedar ciuman biasa tak sampai kebablasan
" Nggak nempel doang masih aman say..Cuma cukup buat gue sport jantung secara dia pacar gue kan!, gue tanya sama Bunga baik-baik dia bilang pacaran,fix deh gue di kadalin sama nih buaya darat" tunjuk Vania pada Raihan
" Ya...kenapa lo maauu....!" Cebik Raihan
" Itu kesalah terbesar gue di dunia ini pernah pacaran sama lo" jawab Vania ketus
" Lah kalau itu kesalahan terbesar lo apa kabar sama gue cin....." tunjuk Shasa pada dirinya sendiri
" Kesialan lo kali" celetuk Vania membuat Rendra tertawa terbahak
Raihan mengepalkan tangannya kesal dengan tawa Rendra
" Kalau kamu nggak mau masuk aku duluan yang" kesal Raihan pergi meninggalkan tiga wanita ini
Abi menarik tangan Abel untuk segera kembali ke kamar karena seperti nya akan ada perang ke dua jangan sampai mereka ikut campur
Shasa menyusul Raihan yang seperti nya merajuk padanya
" Lo cerita nya kelewatan Van" tunjuk Rendra
__ADS_1
" Shasa yang minta,dia nggak keberatan kok lo yang sewot" tantang Vania membuat Rendra ikut bangkit dan ke kamar nya karena hari juga sudah larut malam.