
" Mana Zizi?" tanya sang Oma saat semua sudah berkumpul di meja makan tapi Zizi dan suaminya belum kunjung datang
" Sebentar lagi juga datang masih dijalan ma, mungkin suami nya baru pulang kerja" jawab Melinda lembut
" Kerja apa sampai malam begini, Kalian jangan terlalu di butakan oleh uang pikirkan kesehatan kalian,jika sudah sakit percuma saja uang banyak" oceh oma Lastri
" Kalau oma sudah lapar di mulai saja makan malam nya jangan kebanyakan ceramah" sahut Raihan mulai ketus
" Rai...." tegur Melinda melotot pada anak lelakinya ini
" Pekerjaan kantor memang begitu Tante terkadang malah ada yang tidak pulang semalam atau pun pulang subuh jika sedang kejar target" kini Byan yang angkat bicara
" Kalau sudah sakit siapa yang repot kalau begitu, keluarga juga kan...!! Uang yang di cari untuk berobat sama saja bohong" jawab Oma Lastri
" Mungkin mereka ada keperluan lain tante,jika memang sudah lapar ayo silahkan di makan, tidak usah menunggu Zizi" jawab Melinda
" Anak perempuan mu itu kebiasaan" ketus Oma Lastri
Memang selama ini suami Zizi kurang mau bergabung bersama bahkan pernikahan Raihan saja dia tidak mau datang dengan alasan sudah ada janji padahal bisa saja dia mengundurkan jadwal nya apalagi setau Melinda Zizi dan suami nya hanya mengurus beberapa kafe,tapi Melinda tidak bisa berbuat banyak karena Zizi mencintai suaminya
Kalau dari penjelasan Zizi dia mengatakan kalau suaminya agak malu berkumpul bersama keluarga karena mereka belum juga memiliki anak sampai saat ini
__ADS_1
" Ayo di makan tante, sayang kamu mau yang mana?" tanya Melinda menatap Shasa
" Lin,, apa-apaan kamu, seharusnya kita semua yang di layani dia karena statusnya menantu di rumah ini, bukan malah kamu melayani nya" marah Oma Lastri
Raihan berdiri dia tidak suka mendengar orang menganggap remeh istri nya ini meskipun datang dari kalangan keluarga papa nya
" Oma itu tamu, jika oma ingin di layani bisa panggil bik Isah bukan istri ku" ucap Raihan marah
" Rai...." tegur Shasa takut melihat mata merah Raihan yang menatap tidak suka pada Oma Lastri
" Sha,,biar dia tau siapa yang tuan rumah siapa yang tamu di rumah ini jangan bicara seenaknya, semakin tua semakin tidak sadar diri" lanjut Raihan
Melinda dan Byan hanya diam saja, bukan karena tidak mau ikut campur atau pun melerai. Raihan memang dari kecil tidak bisa melihat keluarga nya rendahkan jadi Melinda tidak akan pernah melarang Raihan untuk marah jika itu menyangkut harga diri keluarga nya
" Oma tau siapa istri ku,wajah nya boleh kampung oma tapi kekayaan nya melebihi oma,dia anak pengusaha ternama di kota nya bahkan aset nya pun melebihi papi jadi jangan macam-macam dengan istri ku,cukup oma tau ujung kuku oma pun tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan nya" tegas Raihan sambil menarik tangan Shasa
" Ayo sayang kita makan di luar saja,selera makan ku tiba-tiba hilang" ucap Raihan membuat Shasa salah tingkah dia tidak pernah mengalami situasi seperti ini
" Kurang ajar" bentak oma Lastri yang merasa di permalukan di rumah adik nya sendiri,ya Byan masih menunggu rumah mama nya dulu karena mendiang ibu Byan berpesan untuk tidak pernah pindah dari rumah nya
" Rai...." ucap Shasa takut tapi tidak di hiraukan oleh Raihan dia terlalu emosi saat ini bahkan keluar pintu rumah pun tanpa menoleh sehingga menabrak seseorang
__ADS_1
" Brugk"
Raihan bertabrakan dengan Suami Zizi di depan pintu saat Raihan hendak keluar dan Zizi masuk
" Aww....." pekik Raihan
" Rai...." ujar Shasa terkejut dan membantu mengusap tubuh Raihan
" Mau kemana Rai,makan malam nya sudah di mulai?" tanya Zizi
" Sudah habis kak" jawab Raihan ketus
Shasa menatap kearah suami Zizi, tubuh nya menegang seketika sosok yang selama ini meninggal kan nya tanpa kabar kini ada di hadapan nya, pandangan mereka saling tatap mengisyaratkan masih ada perasaan di dalam sana
" Alex...." batin Shasa
" Sayang,,ayo..!!!" ajak Raihan membuyarkan lamunan Shasa membuat Shasa tersentak kaget
" Ehm.....eh...ayo" jawab Shasa gugup
" kak,,kami duluan" pamit Shasa dan diangguki Zizi
__ADS_1