
"Abi sama Abel mana Bun?" tanya Shasa tak melihat sepasang yang katanya sahabat itu tapi Mesra itu
" Belum pulang katanya masih menikmati jalan-jalan di sini karena lusa kami akan pulang" jawab Vira
" Yaaah....kok pulang nya cepet bun" ucap Shasa kecewa karena baru saja beberapa hari ayah dan ibu nya di sini
" Ayah masih banyak pekerjaan Sha, kantor tidak bisa di tinggal lama" sahut Dani
" Baru juga berapa hari Vir, nunggu seminggu lagi lah di sini kami masih kangen" ucap Melinda
" Aku sih mau mbak tapi mas Dani nggak bisa,masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan" jawab Vira tersenyum kecil
" Nggak ada orang kepercayaan Dan?" tanya Byan
" Nggak mas, mau nyari tanggung Abi kan sudah besar sudah bisa terjun lah ke dunia bisnis" jawab Dani yang memanggil Byan mas karena memang Byan lebih tua dari nya
" Mas enak ada Raihan yang bisa di andalkan" lanjut Dani membuat Byan tertawa kecil
" Raihan hanya bisa membuat kepala bertambah pusing Dan, apalagi sebelum menikah dengan Shasa kerjanya menghamburkan uang, sekarang menikah dengan Shasa malah membuat nya malas ke kantor mau nya di rumah terus ngekori Shasa" jawab Byan membuat semua tertawa
" Dulu mami nya ngoceh mulu bilang tagihan kartu kredit membengkak kini malah ngoceh bilang nya gangguin Shasa mulu sampai Shasa jarang ngantor" ucap Byan menggeleng kan kepala nya kecil mengingat kelakuan anak lelakinya ini,Raihan hanya tertunduk malu sambil meremas tangan Shasa di bawah meja makan
" Di kurangi Bucin nya Rai,, papi mu sudah mengoceh" ujar Dani menatap sang menantu yang terlihat malu
" Jangan pulang dulu lah bun aku masih kangen" rengek Shasa
__ADS_1
" Kapan-kapan kamu yang pulang ke rumah nak,ajak Raihan dan Zizi liburan di tempat kita"
" Kami baru saja merencanakan liburan keluarga" sahut Raihan
" Liburan apa bulan madu" goda Melinda
" Sekalian mi" jawab Raihan cengengesan
" Boleh,kemana?" jawab Byan semangat karena dia juga harus menghibur anak perempuan nya itu yang dari tadi terlihat diam saja tak mau bersuara mungkin karena memikirkan permasalahan nya dan Alex, meskipun Zizi sudah setuju untuk bercerai tapi pasti hatinya menyimpan banyak luka
" Bagaimana kalau Paris" usul Raihan
" Jangan keluar negeri lah,ayah masih banyak pekerjaan " protes Dani karena perjalanan luar negeri memakan waktu cukup lama
"Lalu di mana yah?" tanya Raihan lemas dia memang menginginkan Paris menjadi tempat bulan madu romantis mereka
" Singapore, Turki?" tanya Raihan lagi dan di jawab gelengan oleh Dani
"Di mana bun?" tanya Raihan pada mertua perempuan nya
" Bunda juga tidak tau,coba minta pendapat mami deh"
" Mi....di mana?" sesak Raihan
Melinda juga tak mempunyai pilihan karena memang dia jarang jalan-jalan keluar kota apalagi luar Negri
__ADS_1
" Bali....." ucap Zizi pelan
Zizi ingin sejenak melepaskan beban pada dirinya
" Bali.....boleh" jawab Shasa tersenyum dia juga tidak pernah ke bali
"Oke,kita berangkat Minggu depan" ucap Raihan semangat
" Jangan beb, Minggu depan aku ada pertemuan penting tentang proyek"
" Terus kapan yang keburu kamu hamil" kesal Raihan membuat semua mata melotot pada lelaki tampan ini
" Ya nggak juga, makanya jangan minta tiap hari" celetuk Shasa membuat Vira menggeleng kan kepala nya biasanya Shasa tidak pernah berbicara vulgar di hadapan orang tapi kini dia dengan gampang nya bicara soal ranjang nya
" Sha..." tegur Vira membuat Shasa menutup mulut nya
"Kamu sih beb" ujar Shasa mencubit pinggang Raihan pelan
" Awww....sakit yang,kan kamu juga mau"
Kini giliran Melinda yang menghela nafas panjang dengan ucapan Raihan, kini dia tau dari mana sifat Raihan ini mungkin saat dia hamil Raihan Melinda terlalu benci pada Dani membuat sedikit banyak nya sifat Dani ada pada Raihan dan juga Shasa
"Sudah,,bulan depan kita berangkat" putus Byan
" Dani bisa menyelesaikan pekerjaan nya bulan ini begitu juga Shasa,kamu Rai harus membantu Rendra menyelesaikan pekerjaan nya biar Rendra bisa ikut"
__ADS_1
" Tapi pi-"
" Nggak boleh protes semua ikut, katakan pada Abi dan Abel untuk menyelesaikan pekerjaan mereka juga" lanjut Byan tak ingin di bantah membuat Raihan cemberut