
" Pulang ya sayang sama bunda,,ayah mau kerja...!!" ucap dani mengelus kecil perut Vira
Selesai dengan hajat nya Dani dan Vira segera mandi dan merapikan pakaian mereka lagi di kamar
" Iya ayah tapi pulang nya jangan malam nanti bunda kangen" jawab Vira seraya menirukan suara anak kecil
Tak bosan-bosannya Dani mencium perut buncit istri nya ini
" Mas nanti malam bawain aku martabak keju ya" pinta Vira
" Jangan terlalu banyak makan manis sayang"
" Kenapa?" tanya Vira
" Kamu sudah manis...!!"
" Gombal..." cebik Vira mencubit kecil pipi suami nya yang masih betah memandang perut buncit nya ini
" Aku gendutan ya mas?"Tanya Vira berdiri dan menatap tubuh nya di depan kaca yang tidak terlalu besar di kamar kecil itu
" Nggak" jawab Dani menggeleng kan kepala cepat
__ADS_1
" Bohong...!!"
" Memang nggak sayang,kamu nggak gendut cuma ada anak kita di dalam sini" jawab Dani memeluk Vira dari belakang dan mencium tengkuk istri nya ini
" Kalau aku nanti bertambah gendut setelah melahirkan apa kamu masih cinta mas?" tanya Vira
seperti pertanyaan jebakan untuk Dani secara dia memang mencintai Vira apa pun yang terjadi tapi perempuan hamil ini pasti tidak akan percaya dengan ucapan mantan Casanova itu
" Sayang kamu yang terakhir, Aku sudah lelah berkelana, Aku ingin hidup layak nya orang lain di berikan istri cantik suatu anugerah untuk mantan penjahat seperti ku ini apalagi saat ini diberikan bonus yang sangat tak ternilai" ujar Dani mengelus lembut perut Vira membuat Vira tersenyum kecil,Sejak menikah memang Dani selalu berlaku baik pada nya dan selalu menuruti kemauan nya hanya terkadang ketakutan kehilangan itu kerap kali menghantui nya saat hamil ini
" Sudah...aku pulang dulu sayang, bekerja dengan baik karena ada aku dan anak kita yang akan bersiap menghabiskan uang mu" Canda Vira membuat Dani terkekeh kecil
" Siap Ratu akan hamba laksanakan" Jawab Dani menimpali candaan istri nya ini
" Setengah jam lagi ambil berkas yang tadi ri" ujar Dani membuat Utari kaget karena bos nya ini tiba-tiba sudah berdiri di depan meja kerja nya
" Iya pak" jawab Utari sambil menatap wajah Dani yang terlihat lebih segar sesudah kedatangan Vira
Dani berjalan pelan masuk kembali kedalam ruangan nya
" Kapan ya bisa jadi selir pak Dani" Gumam Utari pelan sambil berkhayal, meskipun dia sudah tidak berani menggoda Dani tapi Utari masih sering berkhayal tentang Dani
__ADS_1
" Mbak" panggil Tami
" Permisi Mbak..." ujar Tami lagi tapi tak di jawab Utari
" Mbak Tari...!!" pekik Tami sedikit menggebrak meja membuat Utari terkaget dari lamunannya
" Astagfirullah Tam...kamu gila ya, untung aku nggak jantungan, kalau aku jantungan bisa mati berdiri aku" kesal Utari
" Habis nya Mbak dari tadi saya panggil nggak di jawab-jawab, Mbak melamun ya,hayoo melamun apa?? Jangan bilang melamun pak Dani yang jorok-jorok ya Mbak...!!" tebak Tami membuat Utari bertambah kesal karena malu
" Kamu ya, nggak sopan banget...bukan urusan kamu" bentak Utari
" Kalau mbak begini saya tambah yakin deh tadi mbak lamunin suami orang,jangan bercita-cita jadi pelakor mbak,ada sang nenek tua yang siap menerkam di belakang Vira" Ucap Tami lagi mengingat kan kalau Vira memiliki sang mertua yang menyayangi nya
" Kamu benar-benar ya...!!" geram Utari sambil mengepalkan tangannya
" Kenapa mbak,mau ancam pecat saya seperti mbak ancam Vira dulu?" ujar Tami mengingatkan
"tapi sayang nya nggak bisa mbak karena bukan mbak istrinya pak Dani tapi Savira sahabat baik saya" lanjut Tami membuat Utari bertambah kesal dia tak bisa menjawab semua ucapan Tami karena memang benar Tami dan Vira bersahabat baik
" Maaf mbak permisi" Ujar Tami lagi sambil mengambil gelas kosong bekas teh pagi tadi yang dia letakkan
__ADS_1
Tami tersenyum puas saat meninggalkan meja kerja Utari, maksud hati Tami hanya ingin mengambil gelas kotor di meja Utari tapi dia mendengar kecil kekaguman Utari pada suami sahabat nya Vira,Tami tidak akan membiarkan siapapun mengganggu kebahagiaan Vira karena dia dan Vira sudah seperti keluarga