
Shasa terbangun dari tidurnya hari ini dia mencoba untuk menjadi istri yang sesungguhnya meskipun belum ada perasaan lebih pada Raihan
Shasa menyiapkan pakaian kerja Raihan dan segera mandi untuk bersiap ke kantor
" Rai... bangun sudah pagi kami harus ke kantor" bisik Shasa, meskipun belum menjalankan malam pertama tapi pasangan ini sudah mulai saling membuka diri
Raihan membuka matanya perlahan dan menarik Shasa kedalam pelukannya
" Rai,,aku sudah siap nanti pakaian ku kusut lagi" rengek Shasa tapi tak di hiraukan Raihan dia tetap memeluk dan mencium Shasa
" Rai,,mandi dulu nanti kamu telat ke kantor"
" Aku bos nya tidak akan ada yang bisa melarang" jawab Raihan
" Keluar songong nya,ingat di atas langit masih ada langit di atas kamu masih ada papi Byan" ujar Shasa
" Di atas papi masih ada kanjeng mami" sahut Raihan terkekeh kecil
" Ayo bangun segera mandi aku tunggu di luar, pakaian nya sudah aku siapkan di atas sofa" ujar Shasa bangkit merapikan penampilan nya
" Terimakasih sayang" ucap Raihan mencium pipi Shasa membuat pipi Shasa merona merah
Jantung Shasa berdetak tak karuan dia senyum-senyum sendiri keluar dari kamar nya
" Pagi sayang" sapa Melinda melihat sang menantu seperti nya sedang bahagia
" Pagi mi" jawab Shasa tersenyum manis
" Mau sarapan apa?" tanya Melinda
Shasa mengambil piring dan mengambil roti bakar untuk dirinya lalu mengambil kan satu lagi membuat Melinda menatap Shasa heran ada yang berbeda dari menantunya ini
" Buat siapa Sayang?" tanya Melinda
__ADS_1
" Buat Raihan mi" jawab Shasa pelan dia sedikit malu pada sang mertua
Melinda tersenyum bahagia karena Shasa sudah mulai membiasakan diri melayani Raihan
Raihan keluar dari kamar nya dengan pakaian rapi, stelan jas yang di pilih Shasa rupanya nya menyamakan dengan dress yang di kenakan seperti pasangan coupel yang sedang di mabuk cinta mereka terlihat serasi
" hmmmm..." deheman kuat dari Byan membuat Melinda mencubit kecil paha Suaminya ini, Melinda takut Shasa malu
" Mana oma mi?" tanya Shasa membuka pembicaraan karena tidak terlihat perempuan tua cerewet itu
" Semalam di antar ke hotel dia tidak mau menginap di sini" jawab Melinda
" Maaf ya mi gara-gara aku-"
" Makan saja yang jangan di pikirkan nenek tua itu" potong Raihan cepat dia tidak mau Shasa menyalakan diri sendiri karena memang sifat oma nya yang keterlaluan
" Iya Sha jangan di pikirkan oma Lastri memang begitu" jawab Melinda ikut menenangkan sang menantu
" Ayo sayang,aku antar ke kantor nya" ucap Raihan sambil tersenyum manis menatap Shasa dan diangguki Shasa, setelah pamit keduanya terlihat bergandengan tangan
" Biarkan saja mi, seperti tidak pernah muda saja kamu" sahut Byan menarik Melinda dalam pelukan nya
****
" Rai... di sini saja" pinta Shasa dia tidak ingin semua orang tau kalau siapa Suaminya bukan nya Shasa malu tapi Shasa justru tak ingin pamer
" Kenapa? ini masih jauh Sha"
" Aku tidak ingin ada perbedaan di kantor Rai, apalagi kalau mereka tau aku istri siapa sudah pasti mereka akan segan pada ku,itu yang aku hindari" jelas Shasa
" Sha, justru aku ingin mengatakan pada dunia kalau kau istri ku agar tak ada lagi perempuan di luar sana yang berharap pada suamimu ini"
" Narsis....!!!" cebik Shasa membuat Raihan gemas dan mencium bibir Shasa sekilas
__ADS_1
" Rai..." pekik Shasa
" Apa??? marah...!!! seperti nya kamu harus banyak belajar dari Bunda dan mami deh Sha cara melayani suami"
" Sudah aku mau kerja dulu,bicara pada mu tidak ada habisnya" ucap Shasa membuka pintu mobil tapi tidak mau terbuka
" Rai...ayo ini sudah siang" rengek Shasa
" Cium dulu" pinta Raihan
" Rai...jangan ke kanak-kanakan begini deh"
" Mana ada suami minta cium ke kanak-kanakan Sha"
Shasa menatap tajam ke arah Raihan
" Semakin lama kamu berpikir semakin lama juga kami keluar dari mobil ini" ucap Raihan membuat Shasa menghela nafas panjang, tingkah Raihan pagi ini membuat Shasa sedikit pusing
Di lihat nya kiri kanan lalu mengecup pipi Raihan sekilas
" Satu lagi" pinta Raihan membuat Shasa mulai geram
Shasa memajukan tubuhnya dan saat hendak mengecup Raihan malah memberikan bibirnya hingga tautan bibir pun terjadi,Raihan dengan lihainya mengecap bibir Shasa merasakan aroma buah dari lipstik yang di pakai Shasa.Tangan Raihan mulai mengusap paha mulus Shasa lalu meraba area sensitif nya dari luar ,saat Raihan hendak memasukan tangan nya Shasa melepaskan tautan bibir mereka dan mendorong Suami ya itu
" Rai...aku harus ke kantor" ucap Shasa dengan nafas terengah-engah karena kekurangan oksigen
" Sha,, pulang ya" mohon Raihan
" Nggak bisa Rai, kemarin aku sudah libur bekerja,kalau libur terus nggak kelar-kelar kerjaan nya"
" Jam deh" bujuk Raihan
" Nggak bisa Rai,, nanti malam aja" jawab Shasa asal agar bisa terbebas dari Raihan saat ini
__ADS_1
" Oke,aku tunggu janji mu nanti malam,siang nanti aku jemput" ucap Raihan tersenyum mesum lalu membuka kunci mobilnya, meskipun tidak dapat sekarang setidaknya ada harapan nanti malam pikir Raihan bersemangat
Shasa keluar cepat dari mobil,ntah kenapa dia bisa menjanjikan nanti malam pada Raihan, sebenarnya dia sendiri masih belum mengerti dengan status mereka saat ini