
Vira merapikan pakaian nya begitu juga Dani,sudah dapat di pastikan Dani tidak akan bisa berkonsentrasi bekerja karena meja kerja ini menjadi saksi bisu percintaan kilat sepasang suami istri ini
" Dan...." pekik Mama Dani yang baru datang membuat kedua nya tersenyum kaku
" Kenapa ma?" tanya Dani melihat mama nya yang main masuk saja
" Mama hanya mampir sebentar mengatakan kalau ada undangan dari sahabat lama mama di Jakarta besok, Mama ingin kamu menemani mama hitung-hitung sekali jalan-jalan"
" Vira??" tanya Dani
" Ya ikut lah tidak mungkin menantu kesayangan mama ini harus tinggal"
Dani berpikir sejenak sebenarnya dia malas sekali kembali lagi ke Jakarta tapi mama nya memaksa
" Baik lah besok kita berangkat" jawab Dani
Vira sedikit cemberut karena Dani lagi-lagi lupa mengunci pintu untung saja mereka sudah selesai melakukan nya jika saja dalam keadaan tengah bersatu pasti sangat membuat nya malu pada mertuanya
" Kenapa sayang? katanya kamu ingin ke Jakarta" tanya Dani
" Mas,kamu membuat jantung ku hampir lepas lain kali kalau kita berdua di dalam di kunci pintu nya,coba tadi kalau mama lihat kita sedang berhubungan bisa malu aku mas, Pasti mama berpikiran buruk pada ku" ketus Vira
" Maaf...maaf aku bila berdekatan dengan mu sering lupa diri" ujar Dani terkekeh
" Aku keluar dulu mas ingin berpamitan dengan teman-teman ku"
" Sayang jangan mendekat pada Riko"
" Mas .. mereka hanya teman bukan musuh yang harus kamu takuti"
" Aku beri waktu 30 menit jika lebih aku menyusul ke sana" tegas Dani membuat Vira menggeleng kan kepalanya bingung bagaimana cara nya menyakinkan lelaki ini kalau dia hanya mencintai nya
Vira berjalan keluar dari ruangan Dani, Utari sendiri menunduk takut untuk menatap Vira karena merasa bersalah dengan ucapan nya tempo hari
" Mbak Tami...." pekik Vira mendekat dan memeluk Tami
" Vira...eh....buk Vira" ucap Tami kaku
__ADS_1
" Mbak aku masih Vira yang dulu,jangan panggil ibu" ujar Vira sedikit cemberut
" Mana bisa begitu Vir eh buk kamu istri atasan kami ingat tadi pak Dani bilang kalau perlakuan kamu seperti kami memperlakukan nya sopan" jelas Tami
" Mbak jangan panggil aku ibu,, aku masih Vira yang dulu, begini saja panggilan itu berlaku hanya saat aku bersama suami ku"
" Cie...yang udah ada suami" Goda Tami membuat Vira tersenyum malu
" Gimana Vir rasanya pak Dani? pasti pengalaman nya jago ya secara dia kan duda" lanjut Perempuan bawel ini
Ini lah yang di sukai Vira berteman dengan Tami dia selalu berbicara apa yang ingin dia utara kan tanpa kenal tempat
" Mbak...kamu gila ya" sahut Dini menghentikan pertanyaan konyol Tami
" Namanya juga kepo Din....!!!" cengir Tami
" Rasanya sama kok seperti Mbak sama suami nya" ujar Vira tersenyum malu
" Kok bisa sih Vir gimana ceritanya?"
" Cerita nya panjang mbak yang jelas saat ini aku bahagia dengan mas Dani"
"Mbak mana Mas Riko?" tanya Vira tidak melihat Riko di ruangan OB
" Riko ada di belakang Vir, Dia patah hati sama kamu" bisik Tami
Vira terdiam dia juga tahu kalau Riko menyimpan perasaan pada nya tapi mau bagaimana lagi dia tidak memiliki perasaan pada Riko,dia hanya menganggap Riko sahabat tidak lebih
Vira melangkahkan kakinya kearah belakang untuk mencari Riko ,Dini ingin menyusul tapi di cegah oleh Tami
" Biarkan Vira menjelaskan pada Riko toh mereka juga tidak akan bisa bersatu jadi kamu tidak perlu takut,bukan nya kamu sendiri yang bilang Pak Dani lebih segala-galanya dari Riko tidak akan mungkin Vira mendua jika bersama pak Dani dia sudah bahagia" ucap Tami serius
" Tumben kamu bisa serius mbak" ujar Dini membuat Tami terkekeh geli ntah wangsit dari mana dia bisa berbicara bijak dia sendiri geli mengingat ucapan nya barusan
" Kumat gila lo" ujar Dini pergi meninggalkan Tami yang masih tertawa kecil
Awalnya memang Dini cemburu tapi setelah tahu Vira menikah dia tidak cemburu lagi apalagi Dani bukan saingan Riko tidak ada yang di takutkan nya hanya saja Dia ingin tahu apa yang akan di ucapkan Vira pada Riko tapi mendengar ucapan serius Tami tadi membuat Dini membiarkan mereka berdua menyelesaikan masalah yang tidak ada
__ADS_1
" Hay...." sapa Vira pelan dia sedikit gugup melihat wajah kusut Riko sambil menghisap rokok nya
Riko diam tanpa memperdulikan kehadiran Vira di sebelah mata
" Huk....huk....." Vira terbatuk karena asap rokok Riko
" Tidak biasanya mas merokok,tidak baik lo mas untuk kesehatan" ujar Vira mencair kan suasana
Riko membuang rokok nya dan memijak kuat puntung rokok tersebut hingga hancur
" Mas.... aku ingin bicara" lanjut Vira
" Jangan sok peduli pada ku ibu Vira " tekan Riko membuat Vira terdiam sikap dingin Riko
" Aku teman mu mas jadi apa salah nya aku peduli pada mu"
" Teman ya hanya teman bukan kekasih atau pun keluarga jadi tolong bersikaplah seperti teman"
" Mas kamu terlalu kekanak-kanakan"
" Aku kekanak-kanakan..!! kemana saja kamu selama ini aku bersikap manis juga tidak pernah kamu peduli, Aku begini kamu bilang kekanak-kanakan, jadi kamu mau aku seperti apa?" bentak Riko dia tidak perduli Vira istri atasan nya dia hanya ingin meluapkan kekesalannya pada wanita di hadapan nya ini
" Aku yakin kamu tau perasaan ku seperti apa pada mu Vir, Kamu pasti bisa merasakan perhatian ku selama ini tapi kenapa kamu malah memilih dia di bandingkan aku, Apa karena dia kaya, Dia tampan dan aku, Aku hanya lelaki miskin dan seorang OB makanya kamu lebih memilih dia Vir" ujar Riko menitikkan air mata nya baru kali ini dia menangisi perempuan
" Tidak begitu mas, Aku tidak bisa cerita bagaimana kami bisa menikah tapi aku tidak munafik mas saat ini aku mencintai suamiku"tegas Vira
" Kamu yang tiap hari nya bersikap manis pada ku Vir sehingga aku berani memperjuangkan mu tapi ternyata perjuangan ku sia-sia kamu malah menikah dengan dia"
" Mas aku berusaha menghargai pertemanan kita sikap manis ku bukan berarti aku memberikan harapan pada mu, kamu salah mas....!!!" jelas Vira lalu berdiri dia pikir sia-sia berbicara pada Riko saat ini karena dia juga sudah memiliki kehidupan bersama Dani dan Riko salah mengartikan kebaikan nya selama ini
" Tolong... tolong ajar kan aku melupakan mu" pinta Riko pelan sebelum Vira pergi
" Benci aku mas agar kamu bisa melupakan ku cepat" jawab Vira lalu segera pergi tanpa menoleh lagi pada Tami yang masih berada di ruangan
Tami bingung dan berjalan kearah belakang
" Membenci mu tidak akan bisa membuat ku menghilangkan kamu dari pikiran ku Vira" pekik Riko meremas rambutnya kasar
__ADS_1
" Ini yang di bilang luka tapi tak berdarah" gumam Tami menggeleng kecil